ARON

ARON
Kena Batunya



“Keparat, siapa yang meminum arak yang kuberikan pada Tuan Aron? Cepat mengaku!”


Jekson menyapu pandangannya pada Erwin sekeluarga dengan marah!


Kali ini, tatapan mereka semua beralih pada Charles dengan wajah pucat ketakutan.


“Jangan…jangan lihat saya, jangan lihat saya, saya tidak mengatakannya, kalian yang mengira begitu, tidak ada hubungannya dengan saya…”


Kedua kaki Charles gemetar, ketakutan setengah mati!


Pamor Jekson bagaikan guntur, sekarang dia menyinggung Jekson, bukankah namanya cari mati!


“Ternyata kamu si keparat kecil, siapa kamu, kamu berhak menerima hadiahku?” Jekson maju dua langkah ke hadapan Charles, dan langsung mencengkeram kerah baju Charles, “Muntahkan keluar arak itu!”


Bang…


Pukulan Jekson menghantam perut Charles, yang langsung membuat Charles berteriak kesakitan.


“Tuan Jekson, jangan pukul lagi, dia adalah putraku, demi saya tolong jangan pukul lagi!”


Melihat hal ini, Salman bergegas menarik Jekson!


“Dasar, siapa kamu, kenapa saya harus memberimu muka, kamu hanya seorang Kepala Dewan Dinas Kesehatan, apa kamu pantas?”


Jekson melayangkan sebuah tendangan pada Salman, lalu kembali memukuli Charles!


Charles meraung kesakitan, Erwin sekeluarga meringkuk ketakutan di pojok ruangan, sekujur tubuh mereka gemetar!


“Tuan Jekson, berapa harga araknya, saya ganti, saya akan ganti rugi…”


Salman tidak mungkin melihat putranya dipukul sampai tewas, dia terpaksa mengatakan akan ganti rugi!


​“Ini adalah Arak Mao Tai edisi khusus, harganya 500 juta sebotol, dua botol totalnya satu miliar!”


Jekson berteriak pada Salman!


“Sa…satu miliar?”


Salman tertegun!


Dia hanyalah seorang kepala departemen kesehatan, baginya satu miliar bukanlah jumlah yang kecil!


Walaupun beberapa tahun ini dia menggelapkan tidak sedikit uang, tapi uang yang sudah masuk kantong, bagaimana mungkin rela mengeluarkannya lagi!


“Jika merasa angka itu terlalu banyak, perintahkan putramu untuk memuntahkan semua arak itu!”


“Tuan Jekson, jangan pukul lagi, jangan pukul lagi, saya ganti, saya ganti…”


​Salman mengeluarkan ponselnya dan menggertakkan giginya sambil mentransfer dana sebesar satu miliar!”


Setelah menerima uang ganti rugi, Jekson baru melepaskan Charles, lalu berjalan ke sisi Aron sembari berkata: “Tuan Aron, saya tidak mengurusnya dengan baik, saya segera menyuruh orang mengambil arak!”


Jekson memerintah orangnya mengambil lagi arak Mao Tai edisi khusus, dan Aron tersenyum dingin menatap Erwin sekeluarga yang gemetar ketakutan!


“Tadi siapa yang mengatakan jika saya tidak membayar, Jekson akan mengulitiku?”


Aron bangkit lalu berjalan ke hadapan Erwin sekeluarga!


Darrel tidak mampu berdiri karena ketakutan, meringkuk di pojok ruangan, berlindung di belakang badan Erwin dan Gemma!


“Aron, semua ini salah Paman, jangan salahkan Darrel, dia masih kecil, jamuan kali ini Paman yang bayar, Paman bayar…”


Erwin memohon pada Aron!


​“Jekson, hitung tagihan!”


Aron berkata pada Jekson.


Jekson mengangguk lalu menyapu pandangannya menghitung dalam hati lalu berkata: “Totalnya 200 juta!”


“200 juta? Kita makan apa saja, kenapa sampai 200 juta?”


Gemma tercengang saat mendengarnya.


“Diam!” Erwin melototi Gemma!


“Ada apa, merasa kemahalan? Perlu saya hitung satu per satu untukmu?”


Ucap Jekson dengan mata dingin!


“Tidak perlu, tidak perlu, kami akan bayar!” Erwin menggeleng panik, mengeluarkan ponselnya untuk melunasi tagihan!


Saat ini Erwin sangat menyesal, jika tahu situasi akan menjadi seperti ini, dia tidak akan memesan begitu banyak makanan, awalnya dia hanya ingin menyulitkan Aron, sehingga memesan banyak makanan, ini namanya senjata makan tuan!


​“Pak Walikota, pelayanan di kota Sanur tidak buruk, kan, seorang Kepala Dewan Dinas Kesehatan dan seorang Kepala Bidang Kesehatan mengeluarkan ratusan juta untuk makan, sama sekali tidak berkedip sedikitpun!”


Aron menatap Willy sambil berkata.