
Baru memasuki kamar, Aron sudah melihat Jekson yang terbaring di atas ranjang dengan wajahnya yang pucat, dadanya yang cekung dan bercak darah dimana-mana!
Jekson yang mendengar suara membuka matanya perlahan, dan saat melihat Aron datang, Jeks berusaha kuat ingin duduk namun tubuhnya sama sekali tidak bisa digerakkan!
“Jangan bergerak, saya akan memeriksa keadaanmu!”
Aron melangkah maju dan menekan pundak Jekson dengan satu tangannya, sedangkan tangan lainnya menyapu pelan di atas dada Jekson!
Pada saat ini wajah Aron menjadi dingin dan menakutkan.
“Tuan Aron, bawahanmu tidak berguna, hingga….hingga membuat Nona Nuri terkejut!”
Jekson berkata dengan malu.
“Sudahlah, kamu jangan bicara lagi, lawanmu adalah seorang ahli, kamu bukan tandingan mereka!”
Dari luka Jekson, Aron dapat menilai kekuatan dari lawan, meskipun luka Jekson terlihat jelas tapi itu tidak fatal, namun juga tidak mudah untuk dipulihkan, terlihat jelas kalau pihak lawan tidak ingin membunuh Jekson tapi juga tidak mau Jekson terlalu senang!
Saat telapak tangan Aron menyapu dada Jekson, aliran energi spiritual dikirim ke tubuh Jekson, Jekson merasa seolah-olah seluruh tubuhnya sedang direndam dalam air hangat dan membuatnya sangat nyaman, tidak merasakan sakit sama sekali.
Tulang rusuk Jekson yang patah, juga dibungkus dengan energi spiritual, dan sembuh dengan cepat, dada Jekson yang tadinya cekung perlahan-lahan pulih seperti sebelumnya!
Setelah beberapa saat, Aron menarik tangannya dan keringat terlihat menghiasi keningnya, regenerasi tulang patah seperti ini memerlukan energi spiritual yang sangat besar, kalau Aron tidak memakan Pil Penambah Energi dan berhasil menembus Pelatihan Qi level sembilan, sepertinya dia tidak akan bisa menyembuhkan Jekson sama sekali.
“Sudah, ayo bangun!”
Setelah menarik tangannya, Aron menghela nafas dalam-dalam, dia duduk di kursi yang ada disamping, dan terlihat kelelahan!
Jekson yang mendengar ucapan Aron segera membalikkan badannya dari tempat tidur dan berdiri, lalu menyadari kalau tubuhnya baik-baik saja, meskipun masih ada beberapa luka luar yang masih terlihat dan darah yang masih mengalir keluar, hanya saja untuk luka lecet seperti ini tidak ada artinya bagi Jekson!
“Terima kasih Tuan Aron!” Jekson berkata pada Aron dengan penuh rasa terima kasih!
Aron berpesan pada Jekson!
“Baik, saya mengerti!” Jekson mengangguk!
Pada saat itu Tedi menganga, mulutnya terbuka lebar dan bisa langsung menelan sebutir telur, bagaimana luka seserius itu bisa sembuh dalam sekejap mata?
Keajaiban macam apa ini? Lantas apakah Aron merupakan seorang dewa?
Pikiran Tedi sedang kalut, dan Aron tidak memiliki waktu untuk menggubrisnya, dan bertanya pada Jekson : “Sebenarnya apa yang terjadi, cepat jelaskan padaku!”
Jekson menceritakan kembali semua kejadian tadi pada Aron, dan saat Aron tahu kalau itu adalah utusan dari keluarga Wisono, tangannya mengepal erat dan kemarahannya semakin terlihat jelas!
“Aron, kamu sudah kembali?”
Pada saat itu, Nurk dan Yuri yang mendengar suara segera keluar dari kamar mereka!
Melihat wajah Nuri yang pucat, Aron merasa sakit hati, dan bergegas melingkarkan lengannya pada pundak Nuri : “Maaf, semua ini salahku, sampai membuatmu kaget, saya sudah pernah mengatakan kalau saya tidak akan pernah membuatmu terluka, dan akan melindungimu selamanya tapi saya……..”
Nuri segera mengulurkan tangannya dan menutup mulut Aron : “Saya tidak apa-apa, kamu tidak perlu menyalahkan dirimu, saya benar-benar tidak kenapa-kenapa, hanya saja….hanya saja Kak Yumi……..”
“Saya sudah tahu, Jekson sudah memberitahuku, saya pasti akan menyelamatkannya dan membawanya pulang!”
Aron menggenggam tangan Nuri dan berkata dengan tegas!
“Tapi kamu…..apakah kamu akan berada dalam bahaya?”
Batin Nuri sedang berkontradiksi saat ini, meskipun dia ingin Aron menyelamatkan Yumi, tapi dia juga takut Aron akan berada dalam bahaya.