ARON

ARON
Teman Sekolah



Kalau orang yang dia hadapi kali ini bukan Aron, Hercules juga tidak akan berbuat seperti ini!


Junio dilempar keluar, dia seperti kehilangan seluruh jiwanya!


Uang 1 miliar yang dia hasilkan dengan susah payah habis begitu saja, dan itu bahkan tidak membuat Aron menghilang, dia bahkan tidak terluka sedikitpun.


Junio merasa sangat dirugikan!


“Ah……” Junio berteriak keras saat berjalan keluar dari Restoran Lima untuk meluapkan ketidakpuasan dalam hatinya!


………………


Jalan Perahu, adalah tempat yang paling terkenal dengan jajanannya di Kota Sanur!


Jalanan ini sangat sepi di siang hari, namun sesampainya pada malam hari, jalanan ini penuh hiruk pikuk, dan dikedua sisi jalannya dipenuhi dengan warung-warung yang berjualan.


Aron dan Yenni duduk disebuah warung dan memesan beberapa makanan kesukaan mereka sambil menunggu.


Karena sedang ramai, maka memasaknya juga membutuhkan waktu yang lebih lama.


“Kak Aron, Bentley tadi benar-benar sangat nyaman, apakah itu punya temanmu?”


Yenni bertanya pada Aron dengan bersemangat.


“Tentu saja, untuk apa saya membohongimu, yang menyetir tadi adalah supir temanku….”


Aron juga tidak termasuk sedang berbohong, meskipun Jekson adalah bawahannya, tapi juga bisa dibilang sebagai temannya!


“Temanmu ini punya bisnis apa? Kaya sekali….”


Yenni penasaran bisnis apa yang dimiliki oleh temannya Aron!


“Saya juga tidak terlalu paham, sepertinya sesuatu seperti perdagangan ya, dia masih lajang, hanya saja usianya sedikit lebih tua, kalau tidak pasti sudah kukenalkan padamu….”


Kalau usia Jekson sedikit lebih muda Aron mungkin akan mengenalkan Jekson pada Yenni!


“Saya tidak mau, saya mau mencari yang seperti Kak Aron….”


Yenni menatap Aron dengan tatapan penuh perasaan!


Aron yang melihatnya langsung memalingkan wajahnya dan tidak berani menatap mata Yenni!


“Makanan kita sudah datang, kami mau memesan bir juga ya….”


Pada saat itu, makanan yang mereka pesan diantarkan, dan menyelamatkan Aron, kalau tidak Aron benar-benar tidak tahu bagaimana harus menghadapi Yenni!


Perasaan Yenni terhadapnya terlalu terang-terangan, siapa saja tentu dapat menyadarinya!


“Baiklah, hari ini kalau tidak mabuk, akan rugi….”


Yenni mengangguk dengan semangat Aron memesan dua kardus bir, karena dengan kemampuan minum Yenni, dia bisa menghabiskan satu kardus sendirian!


Mereka berdua mengobrol sambil minum, dan mengobrol tentang beberapa kejadian saat mereka kecil, pada waktu itu mereka baru berusia belasan tahun, Aron dan orang tuanya yang pindah dari kampung ke kota Sanur, sedangkan Yenni sudah tinggal di Kota Sanur sejak kecil!


Dulu kawasan tempat tinggal mereka masih terbilang lumayan baik, hanya saja karena perkembangan sangat cepat, dalam waktu beberapa tahun, banyak gedung-gedung tinggi didirikan dan membuat kawasan tempat tinggal mereka menjadi kawasan yang tua dan bobrok!


“Kak Aron, saya ingat saat kecil ada orang yang suka menggangguku, kamu selalu membantuku dan membelaku, dan saat bersembunyi di balik tubuhmu membuatku merasa sangat aman….”


Yenni bernostalgia tentang masa lalu mereka dengan penuh emosi!


Aron hanya tersenyum, dan tidak mengatakan apapun! “Kak Aron, saya ingat kamu pernah mencuri telur puyuh untukku, dan membuat kamu dipukuli habis-habisan oleh Paman Wahyu, lalu kamu juga memberikanku permen susu yang ada dirumahmu….


Yenni semakin larut dalam kenangan masa lalu, semua kenangan tentang betapa baiknya Aron padanya!


Pada saat itu, seorang gadis berambut pirang yang mengenakan rok dan sepatu hak tinggi, tiba-tiba duduk di depan meja mereka!


“Yenni, kebetulan sekali, saya tidak menyangka akan bertemu denganmu di warung seperti ini….”


Gadis berambut pirang itu menepuk-nepuk pundak Yenni.


Yenni mendongakkan kepalanya dan bangkit berdiri : “Christine, bukankah kamu keluar negeri? Sejak kapan kamu pulang?”


Christine tersenyum canggung : “Keluar negeri apanya, saya tidak pernah keluar negeri, itu hanya alasan untuk membohongi ayah dan ibuku….”


“Lalu sekarang kamu kerja apa?” Yenni melirik Christine sejenak dan menimbang-nimbang.


Christine terdiam sejenak lalu menjawab dengan canggung : “Saya bekerja di humas!”


Aron menatap Christine sejenak, saat pertama melihatnya dia sudah menyadari kalau Christine pasti mempunyai profesi yang memalukan untuk diketahui orang!!


“Ini siapa? Apa dia pacarmu?”


Christine bertanya untuk mencairkan suasana sambil menatap Aron.


“Bukan…..Ini Kak Aron…..”


Yenni yang mendengarnya merona merah, dan sibuk menjelaskan!


Aron bangkit berdiri dan mengulurkan tangannya pada Christine : “Halo, nama saya Aron!”


“Halo, nama saya Christine, saya dan Yenni adalah teman sekolah, juga teman sekamar…..”


Christine mengulurkan tangan dan menjabat tangan Aron.


Hanya saja saat melihat ekspresi Yenni, Christine langsung tahu kalau dia pasti menyukai Aron, hanya saja mereka tidak memiliki hubungan resmi!


Aron mempersilahkan Christine untuk bergabung dengam mereka dan makan bersama, Christine pun tidak sungkan-sungkan.


“Yenni, besok ada acara reuni sekolah, apa kamu ikut?”


Christine duduk dan bertanya pada Yenni.


“Acara reuni sekolah? Siapa yang mengadakannya?”


Yenni sudah tamat untuk beberapa waktu, hanya saja tidak ada yang pernah mengadakan reuni, kali ini tiba-tiba ada yang mengadakan reuni, Yenni tentu merasa heran!


“Kenapa? Tidak ada yang memberitahumu?” Christine tercengang!


Yenni menggelengkan kepalanya!


Christine menghela nafasnya dan berkata : “Tidak heran kalau tidak ada yang memberitahumu, Aileen yang mengadakannya, dia dan Verhaag sudah berpacaran sekarang!”


Setelah mendengar nama Verhaag, sekujur tubuh Yenni gemetaran, wajahnya juga terlihat penuh kemarahan!


Aron melihat ekspresi Yenni dan bertanya pada Christine : “Siapa Verhaag?”


Christine tidak langsung menjawab Aron, dia menatap Yenni sesaat, kalau Yenni menyetujuinya dia baru akan menjawab.


“Verhaag adalah mantan pacar saya!”


Yenni menjawab sendiri pertanyaan itu!


“Oh, si brengsek yang menipu uangmu itu?” Aron tahu, Yenni menjadi penari juga karena ditipu oleh mantan pacarnya, dia mengambil pinjaman dari rentenir dan menjadi seperti itu!


Yenni menganggukkan kepalanya.


“Yenni, Verhaag menipu uangmu?” Christine tidak tahu tentang itu, dan dia bertanya dengan terkejut.


Setelah Christine mendengarnya, dia menjadi marah : “Sejak awal saya sudah yakin kalau dia bukan orang baik-baik, Aileen juga sama saja, saat kita masih teman sekamar dia selalu mengincarmu saat disekolah, sekarang dia dan Verhaag berpacaran, jelas dia juga sedang menargetkanmu, bagus juga, biarkan Verhaag pria bajingan itu yang menyadarkan Aileen!”


“Itu semua sudah berlalu, saya juga tidak ingin mempunyai kaitan apapun lagi dengan Verhaag, saya tidak akan pergi ke reuni, kamu juga jangan bilang kamu berjumpa denganku….”


Yenni tidak ingin menghadiri acara reuni, dia juga tidak ingin kalau Verhaag tahu alasan Yenni tidak mau pergi adalah karena dirinya!


“Karena kamu memutuskan untuk tidak pergi, saya juga tidak mau pergi, tidak ada artinya, acara reuni sekarang hanya digunakan sebagai ajang pamer bagi mereka yang sudah sukses….”


Yenni tidak pergi, Christine juga memutuskan untuk tidak pergi!


“Yenni, kenapa tidak mau pergi? Kesempatan bagus ini tidak boleh dilewatkan, kamu harus menunjukkan kepada pria bajingan itu kalau sekarang kamu menjalani kehidupan yang jauh lebih baik….”


Aron membujuk Yenni “Kak Aron?” Yenni menatap Aron dengan kebingungan, dia tidak mengerti maksud perkataan Aron!


“Besok saya akan menemanimu kesana, sekalian makan gratis disana….”


Aron tersenyum santai!


Yenni terkejut, hanya saja wajahnya juga menunjukkan senyuman bahagia!


“Yenni, yang dikatakan pacarmu benar, besok kita kesana, dan tunjukkan pada bajingan itu, kalau kamu melewati kehidupan yang jauh lebih baik sekarang….


Christine yang mendengarnya juga membujuk Yenni!


Kali ini, Yenni tidak lagi menjelaskan pada Christine, dia hanya menganggukkan kepalanya!


Lalu Aron dan mereka melanjutkan obrolan mereka sambil minum, tiba-tiba seorang pria gemuk dengan telinga besar dan kalung emas datang lalu menampar Christine tanpa mengucapkan sepatah kata pun!