ARON

ARON
Penyusup



Kota Taka, di sebuah restoran kecil!


Meskipun sudah beberapa hari sejak Aron membunuh Doddy dan Master Aring, tapi situasinya masih belum mereda semua orang masih mendiskusikan dan membicarakan hal itu setelah makan malam!


“Kalian bahkan tidak melihatnya, Aron itu adalah seorang titisan dewa, bahkan kepala keluarga Keluarga Rangga saja sampai berlutut, dan terlihat sangat terpojok, akhirnya dia mati hanya dengan sebuah tamparan!”


"Dan pria yang terlihat abadi itu, dia terlihat sok suci, tetapi ternyata dia adalah seorang penyihir, yang memiliki beberapa iblis kecil di tubuhnya, lalu semuanya ditelan oleh Aron!"


“Aron itu masih sangat muda, sekarang takutnya dia sudah menjadi orang yang paling ditakuti di Kota Taka, saat itu para keluarga seni bela diri masih ingin menjadikannya Pemimpin aliansi, akhirnya dia menolak, kalau itu saya, saya sudah menyetujuinya sejak awal, itu posisi Pemimpin aliansi Seni Bela Diri, betapa hebatnya!”


“Kalian tidak tahu, rumornya Aron adalah seorang titisan dewa, saat di atas ring, beberapa dewa turun dan melindungi Aron.”


Di depan sebuah meja, beberapa anak muda sedang minum dan membahas tentang situasi di atas ring beberapa hari yang lalu!


Faktanya, kebanyakan orang belum melihat situasi di tempat kejadian, itu hanya desas-desus, tetapi rumor ini semakin misterius!


Orang yang berbicara tidak berniat untuk mendengar, dan di meja yang ada di dekatnya seorang pria yang mengenakan jubah sedang makan dengan kepala tertunduk, hanya saja pria itu memasang telinga terhadap pembicaraan anak muda di sebelahnya!


“Saudara, apa yang sedang kalian bicarakan tadi? Kenapa ada iblis lalu titisan dewa, misterius sekali…..”


Pria berjubah itu mengangkat gelasnya lalu berjalan menghampiri dan bertanya pada para anak muda yang sedang berdiskusi itu.


Beberapa anak muda itu mengangkat kepalanya dan salah satu di antara mereka berkata : “Kamu bukan berasal dari Kota Taka kan?”


Pria berjubah itu menggelengkan kepalanya : “Saya dari barat daya, kali ini datang karena keperluan bisnis!”


“Oh pantas saja, kalau tidak masalah sebesar itu kamu tidak mungkin tidak tahu, saya beritahu ya, di kota Taka belakangan baru terjadi masalah besar, seorang pemuda yang bernama Aron baru berusia dua puluh tahunan sudah membunuh seorang Master Kekuatan Batin, lalu seseorang lagi yang bernama….bernama, Master Aring, dengar-dengar dia berasal dari barat daya juga!”


Pemuda itu menjelaskan!


“Kenapa? Kamu ingin mencarinya untuk mengobrol? Hanya saja kuberitahu ya, jangan menghabiskan waktumu, mereka tidak menerima tamu, tidak akan bertemu dengan siapa pun, sudah banyak kepala keluarga yang sudah ingin bertemu dengannya, namun mereka semua diusir kembali, saat ini Aron sedang tinggal di Vila Keluarga Rangga!”


Salah satu pemuda itu menunjuk vila Keluarga Rangga dan berkata.


Pria berjubah itu seketika mengeluarkan aura dingin dan menatap posisi Vila KeluargaRangga lalu berbalik pergi!


Diluar vila Keluarga Rangga!


Jekson sudah berjaga selama beberapa hari, karena takut akan ada orang yang datang mengganggu, Lyla juga sudah mengutus ratusan bawahannya untuk berjaga dan berpatroli di depan vila Keluarga Rangga!


Jekson juga mengutus ratusan orang dari Kota Sanur kemari, dan mengepung seluruh vila Keluarga Rangga.


“Entah Penguasa sudah berhasil menembus atau belum!”


Jekson menatap kamar Aron dari kejauhan dan melihat kabut putih tipis dan berpikir dalam hatinya!


Pada saat ini, dari jalanan yang berada tidak jauh dari vila Keluarga Rangga, pria berjubah itu mengernyitkan keningnya dan menatap ke arah Vila Keluarga Rangga dengan erat, dia melihat kabut tipis yang ada di sekitar vila, lalu bergumam : “Pantas saja, kemampuan Taonya tidak rendah, tentu dia bisa membunuh Aring si pria tua itu!”


Setelah berkata, pria berjubah itu melangkah keluar dalam satu langkah, dan sosoknya menghilang di dalam sekejap, dan muncul lagi di depan vila pada detik berikutnya!


“Siapa kamu?”


Seorang petugas yang berjaga di luar vila melihat ada orang yang tiba-tiba muncul dan langsung bertanya dengan waspada.