
Kultivasi ini memang lebih kuat ratusan kali dibandingkan dengan bela diri biasa, tapi ada satu hal yang harus diingat, itu menghabiskan banyak uang…..
Setelah Lyla pergi, Aron melihat kantongan bahan obat berusia ratusan tahun yang ada di depannya, serta ginseng berusia ribuan tahun itu, hatinya tiba-tiba bergejolak, dengan adanya barang-barang ini, bisa saja dia menembus tahap Pelatihan Qi dan masuk ke tahap Pembangunan Pondasi!
Meskipun hanya peningkatan tahapan tapi kekuatannya akan meningkat secara berlipat ganda, perbedaan antara tahapan Pelatihan Qi dan Pembangunan Pondasi dapat digambarkan seperti langit dan bumi, hanya dengan memasuki tahapan Pembangunan Pondasi lah para manusia bisa dikatakan sebagai kultivator abadi!
“Sepertinya saya ingin mencoba menembusnya!”
Aron memikirkannya dan berdiri lalu memanggil Jekson, karena untuk menerobos tahap Pembangunan Pondasi sepertinya tidak akan dicapai dalam waktu singkat dan mungkin akan memakan waktu beberapa hari.
Dan dia tidak boleh diganggu selama dia menerobos tahapan itu, itu akan menjadi masa-masa dia paling rentan, jika ada musuh yang datang Aron tidak bisa turun tangan untuk melawan oleh karena itu dia harus berpesan kepada Jekson untuk melindungi dirinya.
“Tuan Aron, tenang saja, walaupun saya harus kehilangan nyawaku saya tidak akan membiarkan siapa pun mengganggumu!”
Jekson berkata dengan percaya diri.
“Kalau kamu mendapat masalah, minta saja bantuan Lyla, beberapa hari ini akan merepotkanmu!”
Aron menepuk pundak Jekson.
Setelah berpesan kepada Jekson, Aron menelpon Nuri, agar dia dan Lina berkeliling dan bersenang-senang di Kota Taka selama beberapa hari ini, karena dia harus mengurus sesuatu.
Nuri juga sangat pengertian dan tidak banyak bertanya, Aron hanya mengingatkannya untuk memperhatikan keselamatannya!
Setelah menjelaskan semuanya, Aron mengunci dirinya di dalam kamar, api samar muncul dari tangannya dan tiba-tiba api membungkus semua bahan obat itu, dan Aron akan membuat Pil Penambah Energi terlebih dahulu, setelah memakan Pil Penambah Energi dia baru akan mulai menerobos!
Setelah menghabiskan sehari semalam untuk membuat bahan obat itu menjadi Pil Penambah Energi, Aron tanpa ragu-ragu menelan semua itu, dan merasakan energi spiritual dalam dirinya melonjak dan Aron segera mengaktifkan Seni Konsentrasi Jiwanya dan memurnikan energi spiritual ini!
Pada saat ini di sekitar tubuh Aron, ada angin yang berputar dengan cepat, dan bahkan kamar Aron pun diselimuti oleh kabut putih tipis!
Dan tepat saat Aron sedang mencoba menembus tahapan, ribuan kilometer jauhnya di barat daya, Lembah Palem, ada tujuh delapan orang yang sedang duduk di aula besar, pemimpinnya adalah seseorang yang mengenakan jubah dan topeng perunggu, tidak bisa ditebak apakah dia seorang pria atau wanita, tua atau muda!
Orang ini adalah Penguasa Lembah Palem, Picak, tidak ada orang yang mengetahui identitas aslinya.
“Penguasa, hanya saja Aring si pria tua itu sudah pergi selama beberapa hari, dan sekarang dia tidak bisa dihubungi, lantas apakah orang itu kabur dengan membawa bahan obat yang diperlukan oleh Lembah Palem?”
Salah satu di antara mereka bersuara.
“Tidak mungkin, diberi keberanian pun dia tidak akan berani, meskipun Aring memiliki nafsu, tapi dia tidak punya keberanian untuk mengkhianati Penguasa Lembah!”
Dan ada orang yang mulai membantah!
“Tapi kenapa dia tidak bisa dihubungi?”
Setelah pertanyaan itu, suasana hening menyelimuti tempat itu, karena siapa pun tidak bisa menjelaskannya.
“Aring sudah mati…..”
Picak tiba-tiba membuka mulutnya dan dia tiba-tiba mengeluarkan kelabang yang panjangnya lebih dari sepuluh sentimeter dari pot tanah liat hitam di sampingnya, itu cukup mengejutkan orang yang melihatnya, hanya saja kelabang itu sudah mati!
“Kelabangnya Aring sudah mati, ini membuktikan kalau dia sudah tidak berada di dunia ini…..” Picak melemparkan kelabang it uke lantai dan berkata dengan tenang.
Di Lembah Palem, setiap orang akan memiliki kelabang masing-masing, kelabang-kelabang itu berpasangan, jantan dan betina, kelabang betina akan dimasukkan ke dalam tubuh manusia dan yang jantan akan dijaga oleh Isaah di dalam pot tanah liat hitam itu dan apabila salah satu dari kelabang itu mati, maka yang lainnya akan ikut mati tidak peduli dimana pun mereka berada, oleh karena itu Isaah menggunakan cara seperti ini untuk mengontrol orang-orang Lembah Palem!