
“Saya tidak peduli dengan orang lain, tapi Geng Lyla pasti akan turun tangan terhadap bisnis Keluarga Wisono, tanpa merahasiakannya darimu, sekarang sudah ada dua perusahaan real-estate milik Keluarga Wisono yang sudah saya ambil alih!”
Lyla berkata dan tersenyum sinis.
“Lyla, kamu terlalu menyebalkan…….”
Doddy yang mendengarnya langsung menghantam meja dan tatapan matanya dipenuhi dengan keinginan membunuh!
“Kenapa, mau berkelahi?”
Lyla juga tidak mau kalah.
Seketika kedua orang itu menarik pedang dan berdiri, sedangkan puluhan keluarga bela diri yang ada di bawah tidak mengatakan apapun dan hanya menonton dalam diam!
“Sudahlah, sudahlah……”
Rey bangkit berdiri dan menyapu sekelilingnya : “Menurut aturan aliansi, apa yang dikatakan Lyla tidak salah, hanya saja Keluarga Wisono dan Keluarga Rangga memang memiliki hubungan yang berbeda, sebaiknya kalian sama-sama mengalah, Keluarga Rangga akan menyerahkan setengah bisnis Keluarga Wisono, dengan begini sudah selesai kan!”
“Tidak mungkin………..”
Doddy langsung menolak : “Bisnis Keluarga Wisono tidak akan saya serahkan satu bagian pun, siapa yang berani menelannya, harus memuntahkannya!”
Aura pembunuh yang mendidih terlihat dari tubuh Doddy, dia tidak akan menyerahkan satu bagian pun dari bisnis Keluarga Wisono, karena dia masih ingin menggunakan bisnis Keluarga Wisono untuk menghasilkan uang agar dia bisa membeli bahan obat yang diperlukan Lembah Palem!
Melihat Doddy tidak mau mengalah, Rey seketika menjadi serba salah, biasanya saat Aliansi Seni Bela Diri memiliki perbedaan pendapat, dia sebagai orang baik akan selalu mengutarakan pendapat yang netral, namun kali ini sepertinya akan sulit melakukannya.
“Aturan lama, bertarung di atas arena akan lebih baik daripada beradu mulut!”
Calvin yang sejak tadi tidak bicara juga akhirnya berdiri dan langsung berjalan keluar dari lokasi!
“Baik, tiga hari kemudian, kita berjumpa di atas arena!”
Kata-kata Calvin mengenai hati Doddy, dan dia langsung mengucapkan kalimat itu dengan dingin dan langsung pergi!
“Berjumpa di atas arena juga tidak masalah, kalian pikir saya akan takut pada kalian?”
Lyla tidak takut, dia mendengus lalu pergi!
Hanya tersisa Rey seorang yang menghela nafas dengan tidak berdaya lalu mengibaskan tangannya pada para hadirin yang ada di bawah : “Bubar, semuanya bubar…..”
Pertemuan Aliansi Seni Bela Diri berakhir dengan tidak menyenangkan dan hanya berlangsung kurang dari sepuluh menit, meskipun banyak keluarga bela diri yang merasa tidak puas, tapi mereka tidak berani mengatakan apapun, karena kekuatan mereka tidak sebanding, dan mereka hanya bisa memendam kekesalan mereka!
Dua hari berikutnya, di rumah Lina.
Setelah Lina sibuk dan baru hendak duduk untuk makan, tiba-tiba bel pintu berbunyi.
Tubuh Lina gemetar sesaat, sepertinya dia masih trauma karena Keluarga Rangga mengutus seseorang untuk menangkapnya malam itu!
“Saya yang buka…..”
Melihat raut wajah Lina menjadi jelek, Aron bangkit berdiri dan berkata.
“Kamu jangan bergerak, saya saja……”
Lina menyuruh Aron untuk duduk, lalu dia membuka pintu dengan waspada!
Saat pintu terbuka, Lina seketika tercengang lalu berkata dengan kaget : “Nuri, kenapa……kenapa kamu datang ke Kota Taka?”
Saat itu, diluar pintu terlihat sosok Nuri yang sedang membawa sejumlah buah di tangannya!
“Saya sedikit khawatir dengan Aron jadi saya datang untuk melihatnya!”
Nuri berkata sambil tersenyum.
“Nuri………”
Aron yang mendengar suaranya langsung berlari menuju pintu dengan bersemangat, dan saat melihat sosok Nuri, Aron merasa sangat terharu!
“Aron…………”
Nuri langsung berlari ke dalam pelukan Aron!
Beberapa hari ini Nuri yang berada di Kota Sanur sangat khawatir, karena Kota Taka berbeda dengan Kota Sanur, karena banyak naga dan harimau yang bersembunyi, dan itu merupakan tempat yang berbahaya!
Melihat Nuri dan Aron seperti itu, Lina yang tidak tahu harus berbuat apa mundur dan menyamping!
“Harum sekali, apakah itu masakan Lina?”
Nuri yang mencium aroma lauk langsung melirik ke arah meja makan dan bertanya.
“Iya, kemampuan memasak Lina lumayan, dua hari ini saya terus memakan masakannya!”
Aron mengangguk.