
Roney memiringkan tubuhnya, berhasil mengelak pukulan Niko, tetapi tidak membalas, sebaliknya berpaling kepada Kurniawan: “Tuan Kurniawan, sudah kubilang tidak ingin bermusuhan denganmu, kamu benar ingin memaksaku?”
Air muka Kurniawan keruh, membisu!
Roney dengan mudah menghindari pukulannya, membuat Niko merasa kehilangan muka, amarah dihatinya membara: “Jangan banyak omong kosong, terima seranganku!”
Sebuah serangan pukulan belakang, menyerang langsung kearah Roney, jika pukulan ini mengenai sasaran, bisa diprediksi kepala akan langsung pecah!
Kedua mata Roney membeku, dengan marah berkata: “Kalau memang begitu, saya tidak sungkan lagi!”
Selesai berkata, Roney mengulur tangan menangkap pergelangan tangannya, bergulat dengan Niko, lalu sebuah jurus kait kiri dilayangkan kearah Niko. Niko kaget, memiringkan kepalanya, diikuti dengan sebuah tendangan, ingin memukul mundur Roney!
Tetapi Roney tidak berkelit, tendangan Niko mendarat di dadanya, getaran pantul yang sangat besar, membuat Niko langsung tergetar dan terlempar!
Dengan susah payah Niko menegakkan tubuhnya, melihat ekspresi kaget orang-orang yang menonton, amarahnya bangkit: “Roney, hari ini salah satu dari kita harus mati!”
Sambil berkata, dia kembali menerjang ke arah Roney!
“Berhenti!” disaat Niko akan menerjang kearah Roney, mendadak sebuah bayangan muncul dihadapan Niko, langsung menghalanginya!
“Kamu bukan tandingannya, jika melanjutkan pertarungan ini tidaklah berarti, saya saja yang menghadapinya!”
Aron berkata sambil menghalangi Niko.
Niko merasa terhina, berkata tegas: “Minggir, dengan perawakan mu yang seperti ini, jangan-jangan hanya sebuah pukulan saja
sudah mati!”
Saat ini Niko sudah kehilangan akal, mengucapkan perkataan yang kasar pada Aron, dia lupa identitas Aron, yang bahkan Kurniawan pun menaruh hormat.
Tetapi Niko tidak pernah menyaksikan kehebatan Aron, sehingga dalam hatinya, dia tidak begitu menaruh hormat pada Aron, dia hanya memberi muka pada Kurniawan saja.
Di dalam seni bela diri, perkembangan berlangsung secara bertahap, Aron hanyalah pemuda berusia dua puluh tahunan, bahkan jika sudah berlatih bela diri sejak berada di dalam perut ibunya, bisa seberapa lihai?
“Diam, keparat, berani bersikap kurang ajar pada Tuan King?”
Kurniawan melihat Niko berkata kasar pada Aron, langsung memarahinya!
Perlu diketahui Indrawan jarang memarahi Niko, dan tidak pernah menganggap Niko sebagai bawahannya, tetapi cara Niko berbicara pada Aron hari ini, membuatnya tidak berani membiarkan sikap Niko yang seperti ini!
Niko menutup mulut, tetapi dari matanya tersirat bahwa dia tidak menaruh respek pada Aron, dia takut pada Kurniawan, bukan Aron!
Saat ini Nuri maju dan menarik Aron, berkata: “Kamu jangan memaksakan diri, kamu tidak melihat bahkan Jekson dan Niko juga bukan tandingannya? Kamu seseorang yang belajar ilmu pengobatan, jangan ikut campur disini!”
Nuri masih mengira Aron hanya mengerti tentang pengobatan, yang lainnya tidak bisa!
“Hari ini adalah momen yang cocok, saya harus melakukannya dengan baik, kalau tidak saya si anak miskin, tidak pantas bersanding denganmu Nona Muda!”
Mendengar perkataannya, wajah kecil Nuri langsung merona malu, ini pertama kalinya Aron mengucapkan perkataan seperti ini di hadapan banyak orang!
Bukankah ini sama dengan pengakuan cinta padanya?
“Saya tidak peduli kamu bagaimana, saya hanya tidak ingin kamu mengambil resiko!”
Nuri menarik lengan Aron, tidak mengizinkannya turun tangan! “Cepat mundur, pukulan tidak bermata, ini bukan saatnya kamu memaksakan diri!”
Niko melihat tujuan Aron adalah untuk pamer, dengan wajah menghina berkata.
Selesai berkata, Niko kembali melompat, menyerang kearah Roney!
“Hei, sudah dibilang kamu bukan tandingannya, malah maju untuk dipukul, benar-benar keras kepala!”
Aron menggeleng tak berdaya!
“Jangan bicara lagi, cepat kembali!”
Nuri menarik Aron kembali duduk!
Niko kembali melompat, tetapi karen terlalu maju, tendangan Roney langsung mendarat di ulu hatinya, darah segar mengalir keluar dari sudut bibirnya!
Kurniawan dan para hadirin melihat adegan ini, terkejut bukan main!.
Benny merasakan wajahnya panas membara, dia bisa merasakan dengan jelas, Roney tidak mengerahkan seluruh tenaganya, tetapi statusnya sebagai pengawal pribadi Kurniawan, dihadapan banyak orang, dia sangat kehilangan muka, sekarang dia merasa lebih baik mati dibunuh Roney, daripada harus kalah darinya!
Perlu diketahui bagi orang yang berlatih bela diri menganggap harga diri lebih penting daripada nyawa, jika hari ini mengaku kalah, nama baiknya akan menjadi buruk, jangan-jangan dikemudian hari dia tidak bisa lagi bertahan di kalangan ini, mungkin juga Kurniawan tidak akan memakainya lagi!
“Roney, kerahkan seluruh tenaga mu, hari ini saya boleh mati, tapi tidak boleh gagal!”
“Pukulan Badai…”
Niko berteriak sekali, badannya yang mengembang langsung seperti mengempis.
kembali ke bentuk semula, tetapi badan Niko menjadi seperti peluru meriam melesat maju!
Roney mengernyit alisnya: “Sepertinya jika tidak mengeluarkan jurus andalan, kamu tidak akan menyerah!”
Kedua kaki Roney setengah berjongkok, permukaan lantai marmer di bawah kakinya langsung timbul beberapa retakan, dan pakaian yang dikenakannya melambai terbang tanpa diterpa angin.
“Saya akan bertarung mati-matian denganmu!”
Sepasang mata Niko mulai berubah warna menjadi merah darah, sebuah pukul keras menghantam tubuh Roney!
BAM…
Bunyi yang sangat keras, seperti halilintar di langit, membuat para hadirin menutup telinga!
Roney tidak bergerak, bahkan tubuhnya tidak bergoyang sama sekali, apalagi terluka!
Benny terpana, tapi kemudian melayangkan pukulan yang bagaikan badai mendarat ditubuh Roney!
Bam…bam…bam…
“Sudah cukup!” Selesai berkata, Roney melayangkan sebuah pukulan!
BAM…
Kepalan tangan kedua orang ini saling beradu, tubuh Niko langsung terlempar terbang keluar, lalu mendarat keras diatas tanah, lalu tidak bangkit lagi!
“Ini…”
Kali ini, semua orang terbelalak, mulut Kurniawan terbuka lebar terkejut!
Sekujur tubuh Jekson tergetar, dia tidak menyangka kemampuan Roney sudah mencapai tahap yang sedemikian kuatnya, hati Jekson tergetar, pandangan diam-diam melihat kearah Aron, sekarang sepertinya hanya Aron-lah yang mampu menghentikan Roney!
Niko yang tergeletak di atas tanah, berusaha keras ingin bangkit, tetapi gagal setelah mencoba dua kali!
“Kamu…Ying Qi Gong mu belajar dari siapa?”
Niko bertanya kaget.
“Timotius, kalian mengenalnya?”
Roney berkata sambil menegakkan badannya.
Mendengar nama itu, air muka Niko berubah drastis, kentara sekali sangat ketakutan, dan tubuh Jekson juga tergetar!
Kentara sekali mereka berdua mengenal orang ini, dan orang ini sangat lihai!
Tetapi orang lain tidak memberikan reaksi apapun, kelihatan asing dengan nama ini!
“Apa…apa hubunganmu dengan Guru Timotius?”
Niko bertanya.
“Dia adalah Guruku, Ying Qi Gong ku belajar darinya.”
Setelah mendengar perkataan Roney, wajah Niko langsung lesu, menghela nafas dan menggeleng sedikit: “ Pantasan saya bukan tandingan mu, ternyata kamu berguru pada Guru Timotius, saya mengaku kalah!”
Tidak disangka Niko akan mengaku kalah, orang yang pantang menyerah seperti dia, mendengar nama Timotius, langsung mengaku kalah!
Alis Aron berkerut, melihat Jekson dan bertanya: “Siapa itu Timotius?”
“Tuan Aron, Timotius adalah seorang Guru besar bela diri kuno, tenaga dalamnya sangat kuat, tidak ada yang tahu kemampuannya yang sebenarnya, dengar-dengar Guru Timotius mampu memetik daun melukai lawan.”
Ketika mengucapkan nama Timotius, hati Jekson masih penuh dengan ketakutan!
“Memetik daun melukai musuh?” Aron tersenyum sedikit: “Oh ya?”
Sambil berkata, Aron mengambil sebatang tusuk gigi, mengibaskannya dengan jari, tusuk gigi tersebut langsung melesat cepat kearah Roney!
Roney tidak sempat bereaksi, lengannya langsung tertusuk tusuk gigi itu, hanya tersisa sedikit tusuk gigi yang tersembul keluar!