
Kota Taka, kediaman Keluarga Rangga!
Doddy sedang duduk di sofa, dengan handuk yang membungkus kepalanya, kehilangan putrinya merupakan pukulan keras baginya dan membuat dia merasa pusing!
“Ayah, Rudi sudah kembali!”
Delfin berjalan menghampiri Doddy.
“Apa dia membawa orangnya?” Doddy memejamkan matanya, dia tidak membukanya sama sekali!
“Tidak!” Delfin menggelengkan kepalanya.
“Memang Detasemen Perlindungan Hukum itu tidak berguna, kalau begitu kita turun tangan sendiri saja, apakah Aron masih berada di Kota Sanur?”
Tanya Doddy.
“Tidak!” Delfin kembali menjawab.
“Apa?” Doddy langsung membuka matanya, dan melemparkan handuk yang ada di kepalanya : “Bocah itu kabur? Apakah Rudi sengaja membiarkan dia kabur? Kalau seperti itu saya tidak akan mengampuninya!”
“Ayah, bocah itu sudah tidak di kota Sanur, hanya saja dia tidak kabur, mungkin dia datang ke Kota Taka, saat Rudi kembali Lina tidak bersamanya, jadi saya mencurigai kalau Rudi menyuruh Lina membawa Aron ke Kota Taka diam-diam, mungkin untuk mencegah Keluarga Rangga turun tangan!”
Delfin menganalisis dengan cermat.
“Hm, pembunuh harus membayar kembali dengan nyawanya, siapa pun tidak akan bisa menghalangiku, dia hanya seorang Ketua Detasemen malah ingin menghalangi Keluarga Rangga?” Doddy berkata dengan marah : “Delfin, segera utus seseorang untuk menangkap Lina dan tanyakan padanya dimana keberadaan Aron!”
“Baik, saya akan segera mengaturnya!” Delfin berkata dan bersiap pergi!
“Tunggu sebentar, bagaimana dengan aset-aset Keluarga Wisono? Apa ada orang yang menyentuhnya?”
Doddy kembali bertanya pada Delfin.
“Sementara ini tidak ada, hanya saja banyak keluarga yang sudah bergerak diam-diam, dan banyak mitra Keluarga Wisono yang sudah berhenti bekerja sama, lalu banyak eksekutif senior dalam perusahaan yang mulai panik dan mencari jalan keluar!”
Delfin berkata dengan ekspresi khawatir di wajahnya.
Bisnis sebesar itu kalau tidak ada yang mengurus pasti akan segera berantakan!
“Kamu sebarkanlah rumor kalau seluruh bisnis Keluarga Wisono akan diambil alih oleh Keluarga Rangga, tidak akan ada yang berubah, sebagaimana dulunya sekarang juga akan tetap seperti itu, untuk menjaga kestabilan situasinya!”
Meskipun Keluarga Rangga sangat kuat tapi mereka adalah keluarga seni bela diri, dan tidak memiliki pengalaman dalam dunia bisnis, hanya saja masalahnya sudah menjadi seperti ini, Doddy juga hanya bisa meredam situasi.
“Saya mengerti!” Delfin mengangguk!
Doddy kembali berbaring di sofa lalu mengibaskan tangannya dan menyuruh Delfin pergi!
Belum lama Delfin pergi, pengurus rumah Keluarga Rangga berjalan masuk dan saat melihat Doddy yang beristirahat dia ragu sejenak dan pada akhirnya dia tidak berani mengganggu Doddy yang sedang istirahat.
Namun saat pengurus rumah hendak berbalik pergi, Doddy membuka mulutnya : “Adi, ada apa?”
Doddy masih memejamkan matanya namun dia bisa tahu siapa yang berjalan masuk.
“Tuan Besar, Master Aring dari barat daya Lembah Palem sudah tiba!”
Pengurus rumah, Adi, berkata dengan penuh hormat.
“Apa?” Doddy segera bangun dari sofa dan melemparkan handuknya ke lantai : “Cepat, cepat persilahkan Master Aring masuk!”
“Tidak, tidak, saya yang akan menyambutnya sendiri, cepat bawakan baju gantiku…….”
Doddy seketika panik dan mendesak Adi!
Adi terkejut dan bergegas mengambilkan pakaian untuk Doddy, lalu mengikuti Doddy dari belakang dan bergegas berjalan keluar dari kamar!
Pada saat ini, diluar Vila Keluarga Rangga, terlihat seorang lelaki tua bagaikan dewa yang sedang berdiri dengan tenang!
“Master Aring, maafkan saya, bawahanku berani membiarkanmu menunggu diluar, benar-benar pantas mati, saya akan menghukum mereka seberat mungkin…..”
Doddy melihat Master Aring dan langsung menyambutnya dengan penuh hormat!
“Tuan Doddy terlalu segan, bawahan Anda tidak salah, kenapa harus dihukum?”
Master Aring tersenyum dan dia berkata dengan sedikit tidak percaya.