
“Iya!” Yenni mengangguk!
“Verhaag begitu tampan dan kaya, kenapa kalian putu? Bukankah kamu selalu menyukai pria yang tampan dan kaya sepertinya?”
Nada bicara Martin mulai terdengar menghina!
“Saya….” Yenni tidak tahu harus mengatakan apa, tapi dia bisa merasakan kebahagiaan Martin diatas penderitaannya!
Melihat Yenni seperti itu, senyuman Martin semakin lama semakin penuh arti, lalu bertanya pada Yenni : “Kamu ada urusan apa mencariku?”
“Saya sekarang bekerja di PT Damai Kimia sebagai staf pemasaran, kami berharap bisa bekerja sama dengan Laurents jadi saya kemari untuk meminta bantuanmu….”
Kata Yenni!
Setelah mendengar perkataan Yenni, Martin tertawa : “Apa kamu tahu berapa besar kontraknya Laurents Cosmetic? Setiap kontraknya paling tidak bernilai 1 triliun, kamu hanya seorang staf biasa mau kemari untuk menegosiasikan kontrak? Bercanda ya?”
“Saya tahu, Laurents Cosmetic sangat pemilih dalam bekerja sama, makanya saya datang untuk menemuimu, bagaimanapun kamu adalah manajer disini, kamu pasti punya koneksi, saya berharap kamu bisa membantuku, kalau kontrak ini berhasil ditanda tangani saya juga tidak akan melupakan jasamu….”
Yenni bergegas menjawab!
Dia harus memikirkan cara agar kontrak ini berhasil ditandatangani, dengan begitu Aron tidak akan dipecat oleh Billy!
“Hahaha….” Melihat Yenni yang memohon padanya, Martin tertawa terbahak-bahak, seolah menggila, membuat Yenni menatapnya dengan ketakutan.
“Yenni, kamu sedang memohon padaku? Apa kamu ingat dulu saat saya mengejarmu, apa yang kamu katakan padaku? Kalau dimatamu hanya ada Verhaag, dan saya bahkan tidak sebanding dengan kotoran anjing untukmu, tapi sekarang kamu malah datang untuk memohon padaku...!!
Martin melampiaskan kemarahan yang sudah ditahannya selama bertahun-tahun : “Saya akan berkata sejujurnya padamu, untuk menetapkan kerja sama dengan Laurents hanya butuh satu ucapan dariku, seluruh direksi akan mendengarkan perkataanku, tapi kenapa saya harus membantumu?”
Yenni terlihat sangat canggung, karena dulu dia memang tidak tertarik pada Martin, dia selalu mengabaikan Martin, tapi siapa yang menyangka hari ini dia malah butuh bantuannya Martin!
Kalau bukan karena Aron, Yenni pasti sudah pergi daritadi, dia tidak ingin berurusa dengan Martin!
“Dulu memang saya yang salah, saya tidak punya mata….” Yenni menundukkan kepalanya, dia berusaha merendahkan dirinya sendiri!
Asalkan bisa menanda tangani kontrak dengan Laurents, bahkan bersujud pun akan dilakukannya, Yenni tidak akan ragu-ragu!
Melihat Yenni yang merendah sampai tahap seperti itu, Martin merasa sangat puas, saat menerima panggilan dari Yenni, dia meminta Yenni kemari hanya untuk detik ini, untuk melampiaskan seluruh emosinya!
“Yenni, saya juga tidak akan mempersulitmu, karena kita juga teman satu sekolah dan saya pernah menyukaimu, begini saja, biarkan saya menidurimu semalam, dan saya akan langsung membawamu menemui Direktur dan menandatangani kontrak….”
Tatapan mata Martin penuh nafsu, dan sudut bibirnya menyeringai!
Yenni yang mendengarnya langsung tercengang, dia tidak menyangka Martin akan membuat permintaan semacam itu!
“Martin, apa….apa kamu masih berhati nurani?” Yenni menatapnya dengan marah!
“Kalau tidak mau ya sudah, sudah tidak ada lagi yang bisa dibicarakan, kamu boleh pergi…”
Martin tersenyum sinis!
Yenni sudah sangat ingin keluar dari sana, tapi dia tidak bergerak karena teringat pada Aron!
“Martin, apa…apa tidak ada persyaratan lain? Bersujud padamu, atau menjadi kudamu juga boleh….”
Yenni menatap Martin dengan memelas!
“Saya hanya punya 1 permintaan, kalau kamu tidak bisa memenuhinya, tidak ada lagi yang bisa dibicarakan, saya akan memberimu 10 menit untuk mempertimbangkannya, setelah 10 menit, kamu mau tidur denganku pun tidak ada gunanya lagi….”
Martin berkata sambil berjalan keluar dari ruangannya, meninggalkan Yenni yang masih mematung..!
Baru berjalan keluar, Martin sudah berpapasan dengan sepasang pria dan wanita, lengan pria itu terlihat diperban!
Dua orang itu adalah Ronal dan Santi, mereka juga datang untuk menegosiasikan kontrak!
Melihat Ronal yang datang langsung, Martin segera menghampirinya : “Tuan Ronal, tidak disangka kamu akan datang langsung!”
Sebenarnya, dengan status Ronal sebagai Tuan Muda di Keluarga Jhonson, dia tidak perlu datang langsung kemari, tapi demi mempermalukan Aron, dia sengaja datang meskipun masih terluka
“Apa utusan dari PT Damai Kimia sudah datang Ronal bertanya pada Martin.
“Sudah, sedang didalam ruanganku!” Martin mengangguk!
“Sudah datang?” Ronal berbinar : “Cepat bawa saya untuk melihatnya, yang datang seorang pemuda kan?”
“Bukan, seorang wanita, dia teman satu sekolahku, dan datang untuk meminta bantuanku…
Martin berkata dengan ragu-ragu!
Saat mendengar yang datang adalah seorang wanita, Ronal bingung, dan mengernyitkan keningnya : “Tidak mungkin, kenapa bukan Aron yang datang? Apakah dia takut?”
“Aron si bajingan itu tahu kalau dia tidak punya keahlian untuk menegosiasikan kontrak ini, mungkin dia ketakutan dan tidak berani datang?”
Santi juga terlihat berbinar-binar!
“Tidak mungkin, kecuali dia mengundurkan diri, kalau tidak dia tidak mungkin berani membantah Junio…” Ronal mengeleng Martin yang mendengar ucapan mereka menjadi bingung, Keluarga Jhonson dan Keluarga Utomo adalah musuh berbuyutan, kenapa hari ini Ronal menjadi begitu perhatian pada Keluarga Utomo?
“Tuan Ronal, yang mewakili PT Damai Kimia adalah seorang wanita, dia adalah teman sekolahku, saya meninggalkannya didalam ruanganku….”
Martin mengkonfirmasi sekali lagi!
“Pak Martin, temanmu yang datang untuk memohon, kamu tidak akan melunak padanya kan?”
Ronal bertanya pada Martin!
“Tidak, tidak, tidak mungkin, Laurents Cosmetic pasti akan bekerja sama dengan Keluarga Jhonson, saya sudah menerima uang dari Keluarga Jhonson, saya pasti akan membantu keluarga Jhonson melakukan sesuatu!”
Martin bergegas mengibaskan tangannya!
“Baguslah kalau begitu, kedepannya masih banyak keuntungan untukmu!” Ronal menganguk. Kali ini Aron tidak datang sebenarnya membuat Ronal sedikit kecewa, namun bisa bekerja sama dengan Laurents Cosmetic juga hal yang baik!
Tapi pada saat Ronal dan Santi hendak berjalan keatas menuju ruangan direktur, tiba-tiba Aron muncul didepan pintu masuk!
Hanya saja, Aron dihadang oleh petugas keamanan, dan tidak diizinkan untuk masuk!
Ronal yang melihat Aron seketika berbinar-binar, dia menghampiri Aron dengan tatapan penuh penghinaan!
Santi juga menghampiri dengan arogan, dia menggandeng tangan Ronal dan tatapan matanya terlihat jijik!
“Aduh, bukankah ini Aron? Dengar-dengar sekarang sudah menjadi staf pemasaran ya? Apa kamu dicampakkan oleh Nuri? Sampai pindah keluar dari vila….”
Ronal menatap Aron dengan penghinaan!
Aron yang melihat Ronak dan Santi juga merasa sangat aneh, dia tahu kalau Keluarga Jhonson juga sedang menegosiasikan kontrak dengan Laurents, tapi dia tidak menyangka Ronal akan datang sendiri.
Hanya saja melihat Ronal datang dengan lengannya yang masih diperban, serta Santi yang ikut bersamanya, Aron segera memahami kalau negosiasi hari ini hanya ajang untuk mempermalukan dirinya, Ronal sepertinya sudah tahu sejak awal kalau dia akan datang, dan mempersiapkan untuk mempermalukannya!
Keluarga Utomo dan Keluarga Jhonson sejak awal sudah menjadi rival, sekarang Ronal bisa tahu kalau dia yang akan datang menegosiasikan kontrak, artinya ada seseorang di perusahaannya yang memberitahu Ronal!
Dalam sekejap, Aron hanya terpikirkan satu orang, Junio!
Memikirkan sampai disana, Aron menyeringai : “Kenapa, lenganmu sudah sembuh? Atau kamu mencariku kemari untuk membantu merenggangkan tulang-tulangmu?”
Ronal yang mendengarnya seketika menciut dan melangkah mundur, dia sudah tahu kekuatan Aron!