
Tiga orang ahli Keluarga Wisono yang tersisa menjadi kaget dan bergegas berlutut, tubuh mereka gemetar bagaikan saringan!
Mereka tahu, Keluarga Wisono sangat sadis dan kejam, penanggung jawab dari Keluarga Wisono adalah Dian, bukan Arka!
“Kalian jaga Tuan Besar dengan baik, tidak perlu mengkhawatirkan hal lain!”
Dian melirik Arka yang wajahnya sudah pucat, lalu berbalik dan pergi!
Setelah keluar, Dian langsung menelpon adiknya sendiri, Delfin, sepertinya masalah ini hanya bisa mengandalkan Keluarga Rangga untuk turun tangan, kalau mengandalkan orang-orang dari Keluarga Wisono sepertinya dendam mereka tidak akan bisa terbalaskan!
Setelah Delfin menerima panggilan itu, dia langsung bergegas menuju kediaman Keluarga Wisono!
Melihat Erick yang terbaring di atas ranjang, Delfin berkata dengan marah : “Kakak, siapa yang membuat Erick menjadi seperti ini? Kenapa kamu tidak memberitahuku?”
“Paman, kamu harus membantuku membalaskan dendam, orang yang membuatku menjadi cacat adalah Aron, saya sudah menjadi lumpuh!”
Melihat Delfin datang, Erick seketika menangis!
Delfin hanya beberapa tahun lebih tua dari Erick, dan keduanya telah bermain bersama sejak kecil, hubungan mereka sangat baik, dan saat melihat Erick menangis, Delfin merasa hatinya sangat sakit : “Erick, tidak perlu khawatir, dendam ini, Paman akan membalaskannya untukmu!”
“Paman, masih ada Nuri, semua ini terjadi karena dia, karena dia-lah Aron mematahkan kakiku, saya ingin kamu menangkapnya kemari, dan saya mau melampiaskan kekesalanku”
Erick segera berkata.
“Tidak masalah, serahkan saja pada paman!”
Delfin menepuk pundaknya.
“Delfin, jangan sembarangan, jangan dengarkan kata-katanya, Nuri adalah putri dari orang terkaya di Kota Sanur, Jhonatan, kalau kamu menangkapnya Jhonatan pasti akan membuat masalah, sekarang kita tangkap saja orang yang membuat Erick menjadi cacat, tidak usah membuat masalah lain lagi!”
Dian berkata dan membujuk Delfin.
“Kak, kamu tidak perlu khawatir, orang terkaya di Kota Sanur tidak ada apa-apanya, Erick tertarik putrinya saja sudah merupakan kehormatan bagi mereka!”
Delfin tidak peduli, dan setelah menanyakan beberapa hal pada Erick dia langsung pergi!
Dian juga tidak mengatakan apapun lagi, putranya sudah menjadi seperti ini, melakukan apapun tidak masalah!
Tapi karena pemikiran ini jugalah, yang menyebabkan seluruh Keluarga Wisono memulai jalan menuju kehancuran!
………………
Setelah sehari semalam, Aron akhirnya selesai membuat seratus butir Pil Peremajaan, saat Aron membuat Pil Peremajaan, Jekson terus berada di depan untuk berjaga, sedangkan Nuri yang bosan pergi mencari Yuri dan Yumi!
“Jekson, Nuri belum pulang ya?”
Melihat langit di luar jendela mulai menjadi gelap, Aron bertanya pada Jekson.
“Tuan Aron, Nona Nuri sudah menelpon, katanya dia akan pulang setelah makan malam, dia sedang bersama dengan kakak beradik dari Keluarga Yoshida!”
Jawab Jekson.
“Oh!” Aron menganggukkan kepalanya, karena mereka semua juga sudah bertahun-tahun tidak bertemu, jadi bersenang-senang dan bermain bersama saat bertemu juga wajar.
Dan saat Aron hendak membawa Jekson untuk makan, teleponnya berdering!
Saat mengeluarkan ponselnya, dan melihat panggilan dari Kurniawan, Aron merasa sedikit aneh!
Karena Kurniawan sangat jarang menghubungi Aron.
Setelah mengangkat telepon, terdengar suara cemas Kurniawan dibalik telepon : “Tuan Aron, gawat, ada masalah, ada masalah besar…..”
Aron yang mendengarnya sedikit kaget : “Tuan Kurniawan, ada masalah apa? Katakan pelan-pelan!”
“Yayasan Sahara, sesuatu terjadi pada Yayasan Sahara, Anda cepat kemari…..”
Suara Kurniawan gemetaran dan terdengar ketakutan!
“Baik, saya akan segera kesana!”
Raut wajah Adon menjadi dingin dan langsung menutup teleponnya!
“Tuan Aron, ada masalah apa?” Jekson melihat raut wajah Aron tidak beres dan segera bertanya.
“Sesuatu terjadi pada Pemimpin Bu Xu, saya akan kembali untuk memeriksa keadaan, kamu disini saja untuk melindungi Nuri, jangan sampai dia berada dalam bahaya!”
Aron berkata sambil kembali ke kamarnya dan membereskan pakaiannya!