
“Tenang saja, orang yang bisa membunuhku masih belum lahir!”
Aron tersenyum pada Nuri lalu berkata pada Jekson : “Kumpulkan semua saudara Geng Sanur, dan jangan buat kesalahan!”
“Baik, mengerti!” Jekson mengangguk dan pergi ke belakang untuk menelpon!”
Setelah Aron menghibur Nuri, dia pergi meninggalkan hotel dan bersiap pergi ke Kota Taka untuk menyelamatkan Yumi!
Setelah berjalan keluar dari hotel, senyuman di wajah Aron menghilang, dan digantikan dengan raut wajah dingin, orang-orang yang berjalan di tepi jalan semua dapat merasakan suhu udara seolah turun dan bergidik!
…………
Kota Taka, kediaman Keluarga Wisono!
Erick melihat Delfin membawa pulang seorang wanita dan seketika tidak tahu harus sedih atau senang!
“Paman, kamu menangkap orang yang salah, saya tidak kenal wanita ini dia bukan Nuri!”
Erick berkata dengan pasrah.
“Salah menangkap orang?” Delfin tercengang dan agak bingung : “Dia mengatakan dia adalah Nuri, bagaimana bisa salah?”
Delfin berkata sambil melihat ke arah Yumi : “Cepat bilang, siapa namamu?”
Tubuh Yumi gemetaran, dia sudah pernah mendengar tentang Keluarga Wisono sejak awal, namun ini pertama kalinya dia berada di kediaman Keluarga Wisono, rumah Keluarga Wisono yang luas serta dikawal ketat oleh para penjaga membuat Yumi takut!
“Saya….saya Yumi……”
Kata Yumi dengan terbata-bata.
“Sialan, berani menipuku…..”
Delfin mengamuk dan menampar Yumi dengan keras dan langsung membuat sudut bibir Yumi berdarah!
Delfin ini bahkan tidak punya rasa kasihan!
“Lalu sekarang bagaimana? Saya akan membawanya pulang lalu kembali dengan membawa Nuri!”
“Paman, karena sudah dibawa kemari tidak usah diantar pulang lagi, beberapa hari ini berada di rumah saja sudah membuatku kebosanan, kebetulan ada wanita ini yang bisa menemaniku!”
Mata Erick berbinar-binar saat menatap Yumi yang cantik!
“Erick, saya beritahu kamu masih cedera, jangan sembarangan, lalu kamu harus memperhatikan kesehatanmu, kalau ibumu sampai tahu dia akan memakiku!”
Delfin menasehati Erick dengan serius!
“Paman, tenang saja, kita cukup tidak usah memberitahu ibuku saja bukan? Saya memiliki perhitungan sendiri, Paman tidak usah khawatir tentang hal itu!”
Erick menatap Yumi dan tidak peduli lagi dengan cedera pada tubuhnya, selama beberapa hari ini dia tidak bisa keluar untuk bersenang-senang sudah membuat dia hampir gila!
“Kamu sendiri harus lebih memperhatikannya, kalau begitu saya pulang dulu, jika ada masalah telepon saya, besok saya akan pergi ke Kota Namae lagi!”
Delfin berkata sambil berjalan keluar dari kamar dan menutup pintu!
Erick menatap Yumi dengan senyuman jahat : “Gadis cantik, kamu tidak perlu takut, ayo duduk di sampingku, asalkan kamu patuh padaku, besok saya akan mengantarmu pulang, tapi kalau kamu berani melawanku, saya akan langsung memanggil bawahanku yang ada diluar untuk menidurimu, mereka itu semuanya kasar dan tidak akan selembut diriku!”
Saat ini Yumi sudah ketakutan setengah mati, mendengar perkataan Erick dia tidak berani melawan sedikitpun, ini adalah kediaman Keluarga Wisono, dia tidak mungkin bisa kabur, sekarang hal satu-satunya yang bisa dia lakukan adalah patuh pada perkataan Erick!
Yumi yang berlinang air mata perlahan-lahan berjalan menuju Erick dan duduk di sampingnya!
Mencium aroma tubuh yang wangi dari tubuh Yumi, dan penampilannya yang sangat menyedihkan, Erick tertawa terbahak-bahak.
Ini adalah pertama kalinya dia tertawa terbahak-bahak setelah mengalami cedera!
Sedangkan di halaman utama kediaman Keluarga Wisono, lampu sudah bercahaya, seluruh pengawal Keluarga Wisono tidak berhenti berpatroli, beberapa ahli yang dibawa oleh Delfin juga dia tinggalkan untuk Arka.
Entah kenapa Aeka selalu merasa gelisah, sejak Paman Joni dibunuh kemarin dan Aron mengatakan kalau dia akan memelintir kepalanya, Arka mulai merasakan ketakutan dalam hatinya!
Dia takut kalau dia sampai lengah, dan Aron benar-benar datang ke kediaman Keluarga Wisono untuk memelintir kepalanya!