ARON

ARON
Camer Yang Baik



Vila kediaman Utomo, Aron sudah menemani Nuri setengah hari penuh, semangat dan emosi Nuri sangat baik, hanya kadang kadang memikirkan saat Aron membunuh Ronal, hatinya masih bergetar ketakutan!


Aron juga tinggal di kediaman Utomo untuk makan malam, ketika mereka sedang makan, seorang bawahan terburu buru masuk dan berbisik di telinga Jhonatan!


Terlihat air muka Jhonatan berubah, perasaannya seketika menjadi muram.


“Ayah, ada apa?” Nuri bertanya dengan perasaan tidak tenang.


“Tidak apa apa, di kantor ada sedikit masalah, saya akan pergi membereskannya, kalian lanjutkan makannya! Jhonatan kemudian bangkit berdiri, lalu berkata terhadap Aron: “Aron, kamu menginaplah disini malam ini, saya tidak bisa memastikan waktu pulang, kamu tolong awasi Nuri!”


“Ayah!” wajah Nuri seketika berubah menjadi merah.


“Paman, kamu pergilah, saya akan menjaga Niri!”


Aron menganggukkan kepalanya!


Setelah Jhonatan berjalan keluar dari pintu, penampilannya seketika menjadi dingin: “Kumpulkan semua pengawal Keluarga Utomo dan ikut bersamaku!”


Dua puluh orang lebih pengawal yang mengikuti Jhonatan menuju ke Hotel Sadewa!


Saat ini di dalam sebuah kamar mewah di Hotel Sadewa, Arka sedang duduk menunggu di dalam sambil minum teh!


Sedangkan di luar kamar, terbaring sekelompok penjaga keamanan, semua ini adalah hasil karya Arka Wisono!


Ketika Jhonatan sampai di hotel dan melihat kelompok penjaga keamanan yang tergeletak, hatinya sangat marah!


“Tuan Arka, Anda jauh jauh datang adalah tamu kami, jika ada anak buah saya yang menyalahi Tuan, Anda boleh mengatakannya secara baik baik, tidak perlu sampai turun tangan!”


Jhonatan mendorong pintu dan masuk ke dalam kamar, dia berkata sambil menatap Arka dengan wajah dingin!


“Turun tangan?” Arka tertawa dingin: “Saya tidak membunuh mereka sudah termasuk menghargaimu, kamu tahukan kaki putraku telah cacad, sekarang serahkan bajingan yang mematahkan kaki putraku maka saya akan mengampuni Keluarga Utomo!”


Jhonatan sudah bertekad untuk menanggung semua akibat dari peristiwa ini, dia tidak akan membiarkan Aron terlibat di dalamnya, dia sangat jelas dengan kekuatan Keluarga Wisono, jika Aron diincar oleh mereka maka hidup selanjutnya akan menjadi sulit!


​“Ha Ha Ha, apa yang hebat dengan Kota Sanur, jika saya menginginkan kematianmu gampang seperti memencet mati seekor ulat busuk!”


Arka tertawa terbahak bahak, tiba tiba dia bangkit dan berkata: “Jangan dikira saya tidak tahu siapa yang melakukannya, sekarang saya memberimu kesempatan, jika kamu tidak memanfaatkan kesempatan ini sebaik- baiknya, jangan salahkan saya tidak akan berlaku sungkan lagi!”


“Sudah saya katakan, anakmu telah menyandera putriku, membuat sebelah kakinya cacad sudah termasuk hukuman ringan, jika kamu ingin membalas dendam, boleh langsung mencari saya!”


Jhonatan Utomo menggertakkan giginya, dia sudah bertekad untuk mengorbankan diri!


“Baik!” sepasang mata Ark bergerak: “Jika kamu mencari mati, maka saya akan memenuhi permintaanmu!”


Baru selesai pembicaraan Arka, sepuluh orang jagoan yang dibawanya telah menyerbu kearah Jhonatan!


Dua puluhan pengawal yang dibawa Jhonatan juga sekaligus turun tangan, mereka menang dalam jumlah tetapi hanya dalam waktu singkat beberapa menit, pengawal Keluarga Utomo yang berjumlah dua puluhan orang itu telah terkapar diatas tanah sambil merintih kesakitan tidak ada seorangpun yang dapat berdiri tegak, sedangkan orang orang yang dibawa Arka tidak ada seorangpun yang terluka!


Perbedaan kekuatan mereka terlalu besar ibarat dewasa memukul seorang anak kecil yang berumur lima tahun, sama sekali tidak ada tekanan!


Raut wajah Jhonatan langsung berubah drastis, tubuhnya juga sedang gemetar akan tetapi dia tetap berdiri disana tidak bergerak dan tidak melarikan diri!


“Sekarang saya bertanya kepadamu sekali lagi, serahkan bajingan yang mematahkan kaki putraku!”


Arka berkata sambil menatap Jhonatan dengan wajah yang beringas.


“Saya yang mematahkan kaki putramu, kalau ingin membalas dendam sekarang juga kamu boleh membunuh saya!”


Jhonatan sudah bertekad bulat tidak akan melibatkan Aron, karena itu dia memilih datang sendiri tanpa memberitahu Aron!