
“Kalau begitu saya pamit duluan!” Kurniawan tahu dirinya sama sekali tidak bisa membantu disini!
Willy Aston juga menganggukkan kepala, tetapi dia berbisik waktu lewat di samping Aron: “Tuan Aron, lebih baik tidak membunuh orang, kalau tidak urusan bisa berabe!”
Jika Arka sebagai kepala Keluarga Wisono terbunuh di kota Sanur maka jabatannya sebagai Walikota Sajur bakal terancam.
“Pak Aston tidak perlu khawatir, saya ada pertimbangan sendiri!” Aron menganggukkan kepalanya.
Kurniawan dan Willy telah pergi, Arka memandang Aron sambil memberi penilaian, dia merasa heran mengapa orang biasa seperti Aron bisa begitu dihormati oleh Willy Aston dan Kurniawan Prata.
“Kamu yang membuat cacat kaki putraku?”
Arka menatap Aron dengan marah.
“Benar, jika bukan karena ada orang yang memohon belas kasihan untuknya, anakmu sekarang sudah menjadi sesosok mayat, sampah masyarakat seperti dirinya hidup hanya menyia nyiakan sumber makanan!”
Aron menatap Arka dengan wajah yang tenang, pandangan matanya sama sekali tidak bergejolak.
“Bocah tengik, baguslah kalau kamu berani mengakuinya!”
Selesai berkata Arka melirik kepada seorang jagoannya yang berpakaian putih.
Orang itu segera mengerti maksud darinya, tanpa tanda tanda terlebih dahulu menyerang Aron dengan melayangkan sebuah tinju!
Serangan tinju ini membawa desingan suara di udara, kecepatannya sangat mengerikan!
BAM…….
Selanjutnya terdengar suara benturan yang keras, Aron tetap berdiri di tempat semula sedangkan jagoan yang menyerang secara diam diam itu ternyata telah terbang keluar dan terjerembab diatas tanah dengan keras, langsung memuntahkan darah segar!
Saat ini Arka baru terkejut kemudian dia berkata dengan dingin: “Rupanya orang yang berilmu juga makanya berani begitu angkuh, walaupun kamu adalah jagoan setara grandmaster hari ini saya tetap akan meminta tanggung jawabmu atas putraku!”
Dia melepaskan jaketnya menampilkan ototnya yang kekar, hendak turun tangan sendiri!
Dung Dung Dung………
Tiba tiba terdengar suara langkah kaki yang menghampiri, menyebabkan seluruh ruangan di hotel Sadewa juga merasakan getarannya.
Seorang jagoan Arka melihat keluar melalui jendela, selanjutnya raut wajahnya berubah, dia tergesa gesa berbisik kepada Arka!
Dia melihat di depan Hotel Sadewa telah berkumpul banyak orang, ada ribuan orang yang berkumpul diluar sana mengepung dengan ketat seluruh hotel sambil mengacungkan senjata.
Ha Ha Ha, Arka orang orangku telah tiba, bukankah kamu mengatakan saya tidak pantas dianggap sebagai tuan rumah? Hari ini akan saya buktikan apakah saya pantas atau tidak, diluar ada ribuan orang orang saya sedangkan kalian hanya puluhan orang, walaupun kamu adalah jelmaan Dewa juga jangan harap bisa meninggalkan tempat ini!”
Mengetahui orang orangnya telah tiba, seketika Jekson tertawa terbahak bahak
Raut wajah Arka berubah hebat sambil menatap tajam kepada Jekson!
Dia tidak mengira Jekson dapat mengerahkan ribuan orang dalam waktu yang begitu singkat, ini sungguh berada di luar perhitungannya.
Arka sama sekali tidak tahu masalah Jekson yang telah menaklukkan dan menggabungkan Geng Serigala Api, sehingga dia tidak tahu anak buahnya begitu banyak!
“Kamu tidak usah bangga dulu, saya akan membunuh semua orang di dalam ruangan ini sebelum orang orangmu itu masuk ke sini, dan jika saya mati di Kota Sanir, kamu akan tahu akibatnya!”
Arka berkata dengan beringas.
“Tidak usah menakutiku brengsek, paling paling nyawa dibayar nyawa, nyawa Jekson dibayar dengan nyawamu, layak……..”
Jekson berdebat dengan Arka tanpa mempedulikan ancamannya.
Kali ini raut wajahnya berubah hebat!
“Baik, hari ini Arka mengaku kalah, kalian tunggulah pembalasan dariku.”
Arka mengayunkan tangannya, bermaksud membawa anak buahnya meninggalkan tempat itu!
Jekson langsung menghadang jalan perginya!
“Jekson, biarkan mereka pergi!”
Aron berkata dengan pelan.
Jekson melirik sejenak kepada Aron, lalu memberi jalan kepada Arka untuk meninggalkan tempat!
Jika bukan karena Willy Aston, Aron pasti tidak akan begitu mudah melepaskan Arka Wisono.