
Jekson tidak berani banyak bertanya, dia segera mengerahkan seluruh anak buahnya di Geng Sanur dan orang orang dari Geng Serigala Api yang barusan bergabung, seluruhnya ada ribuan orang yang disebarkan ke seluruh pelosok Kota Sanur untuk mencari jejak Nuri!
Aron segera sampai di kediaman Keluarga Utomo, Jhonatan sedang mondar mandir di halaman rumah dengan perasaan gelisah, begitu melihat kedatangan Aron dia langsung menghampirinya!
“Paman, Anda jangan cemas dulu, saya sudah memerintah Jekson untuk menyebarkan anak buahnya mencari Nuri, mungkin sebentar lagi akan ada berita!”
Aron berusaha menenangkan Jhonatan: “Mungkin saja dia pergi bermain dan ponselnya ketinggalan di mobil!”
Jhonatan hanya bisa berpikiran optimis seperti itu untuk menenangkan pikirannya, tetapi di dalam hatinya ada firasat buruk, yang makin lama makin kuat!
Dengan cepat sudah ada berita dari Jekson, dia menelepon dan memberitahu Aron bahwa mobil Nuri sudah ditemukan di Jalan Kasturi, tetapi di dalamnya tidak ada orang, disekitar sana juga tidak ada kamera CCTV, Jekson sudah bertanya ke penduduk sekitar sana, mereka mengatakan melihat Nuri dibawa pergi oleh sekelompok orang!
BANG……
Mendengar laporan Jekson, emosi Aron hampir meledak, darahnya mendidih dan timbul hawa nafsu membunuh, saat ini mata Aron telah berubah menjadi merah membara seperti seorang Dewa Pembunuh yang baru bangkit dari kubur!
“Ar…..Aron, Nuri baik baik saja bukan?”
Melihat tampang Aron, hati Jhonatan tercekat seketika!
“Paman, waktu Nuri keluar rumah apakah ada orang rumah yang melihatnya?”
Aron menatap dan bertanya kepada Jhonatan.
“Ada, ada seorang pembantu rumah yang mengatakan setelah Nuri menerima sebuah telepon, dia langsung keluar rumah dalam keadaan marah!”
Jhonatan menjawab !
“Paman, Anda beristirahat saja di rumah, saya pasti akan membawa Nuri kembali dengan selamat!”
Selesai berkata, Aron langsung berpaling dan meninggalkan kediaman Utomo!
Pada saat ini Jekson telah menyusul datang, Aron langsung naik ke mobilnya dan pergi ke aula bisnis, dia ingin menyelidiki identitas dari nomor telepon terakhir yang menghubungi Nuri, telepon ini pasti mempunyai hubungan dengan menghilangnya Nuri!
Mengandalkan nama besar Tuan Jekson dengan cepat telah berhasil diketahui identitas nomor telepon terakhir yang menghubungi Nuri, melihat nomor telepon yang begitu akrab, timbul hawa nafsu membunuh di mata Aron!
“Penguasa, nomor telepon siapa ini?”
Jekson bertanya.
“Ayo ke rumah Santi Lendra!” selesai berkata Aron duduk bersandar di samping pengemudi sambil memejamkan matanya!
Jekson telah menyadari situasinya, dia mengumpat: “Wanita ******, berani-beraninya dia!”
Sudah berkali kali Santi menghina dan merendahkan Aron, Aron masih bersabar tidak menghabisinya, dia malah makin melonjak!
Dengan cepat, mereka telah tiba di rumah Santi, Aron dan Jekson turun dari mobil dan menekan bel rumah!
“Siapa!”
Jessi, Ibu dari Santi Lendra berjalan keluar dengan pakaian Qi Pao!
Begitu membuka pintu dia menjumpai Aron dan Jekson berdiri disana, seketika dia tertengun: “Aron, kamu…mengapa kamu datang ke rumahku?”
“Dimana Santi, suruh dia keluar!”
Aron bertanya dengan raut wajahnya yang dingin.
“Dia…dia tidak berada di rumah? Apa yang kamu inginkan?” Pandangan mata Jessy selalu menghindar, jelas dia sedang berbohong!
“Keparat, suruh wanita ****** itu keluar!”
Jekson sudah maju ke depan dan mencengkram kerah baju Jessy, langsung tubuhnya terangkat keatas!
Seketika membuat Jessy ketakutan setengah mati!
“Hentikan, lepaskan Ibuku!”
Saat ini Santi terburu buru keluar dari dalam kamar: “Aron, jangan merasa hebat karena kamu mengenal Tuan Jekson, sekarang saya adalah orang dari Tuan muda Erick ,apakah kamu berani melawan Keluarga Wisono dari Kota Taka?”
Santi berkata kepada Aron dengan lagak dan angkuh.
Piak!
Tanpa ragu sedikitpun Aron maju dan memberikan sebuah tamparan keras ke wajah Santi, tamparan ini menyebabkan matanya berkunang kunang dan giginya rontok beberapa biji!
“Aron, kamu berani memukul putriku, saya akan bertarung denganmu!”
Jessy yang menyaksikan putrinya dipukul oleh Aron, menjerit sekuat tenaga!
Jekson langsung memberikan sebuah tinju ke muka Jessy menyebabkan darah muncrat dari mulutnya, dan tidak dapat berbicara lagi.