ARON

ARON
Tiba Di Yayasan Sahara



Aron memegang tangan Nuri dan kehangatan dari Aron langsung mengalir menuju ke tubuh Nuri!


“Kamu…kamu mau berbuat apa? Disini banyak orang!”


Nuri menundukkan kepalanya, dan suaranya terdengar seperti seekor nyamuk, sama sekali tidak jelas!


“Apa katamu?” Aron bertanya.


“Saya bilang disini sangat ramai, kita pergi ke hutan saja!”


Nuri semakin menundukkan kepalanya dan suaranya semakin tidak terdengar.


“Untuk apa ke hutan?” Aron melepaskan tangan Nuri : “Ayo, cepat jalan, nanti tidak sempat!”


Nuri tercengang, dia mengangkat kepalanya dan melihat Aron sedang tersenyum jahil padanya.


“Saya akan membunuhmu…..”


Nuri melotot dan langsung mengejar Aron!


Saat dia berlari beberapa langkah, Nuri menyadari kalau dirinya tidak selelah tadi, kakinya juga tidak sakit lagi, dan tubuhnya terasa seperti saat dia baru mulai mendaki!


“Apa yang kamu lamunkan, cepat naik!”


Aron meneriaki Nuri yang sedang termenung.


“Oh.”


Nuri bergegas menyusul Aron!


Tidak lama kemudian, mereka berdua berhasil menyusul Kurniawan dan yang lainnya, saat melihat Aron dan Nuri menyusul dengan cepat, beberapa orang itu merasa aneh.


“Nuri, bukannya tadi kamu sudah tidak sanggup berjalan lagi?”


Jhonatan merasa kalau Nuri saat ini sama sekali tidak merasa lelah.


“Saya juga tidak tahu apa yang terjadi, tiba-tiba sudah tidak lelah lagi dan terasa sangat ringan.”


Selesai Nuri berkata, tatapan semua orang beralih pada Aron, mereka bisa menebak ini pasti perbuatan Aron.


“Ayo kita bergegas, sebentar lagi malam akan tiba.”


Selesai berkata Aron juga menambah kecepatan mendakinya!


Dan sekitar satu jam kemudian, beberapa orang itu akhirnya sampai di puncak gunung, dan saat ini puncak gunung sedang dipenuhi oleh lautan manusia, karena terlalu banyak orang, pintu kuil Yayasan Sahara akhirnya ditutup, dan mereka semua hanya bisa menunggu di luar!


Aron dan yang lainnya berusaha keras untuk sampai didepan, dan dua orang murid kecil penjaga pintu kuil Tao Yayasan Sahara menghalangi mereka untuk masuk!


“Jangan berkerumun lagi, hari ini tidak ada orang lagi yang diizinkan masuk kedalam kuil!”


Seorang penjaga kuil menghentikan Aron dan yang lainnya. “Halo, guru kecil, saya adalah teman dari Pemimpin Bu Xu apakah kamu bisa sampaikan padanya, kalau Kurniawan sudah datang!”


Kurniawan berkata dengan ramah sambil tersenyum pada penjaga pintu itu.


“Guru kami sudah menyampaikan, hari ini tidak ada yang boleh masuk kedalam kuil, Paman Guru kami sedang mengobati adik seperguruan kami, tidak boleh diganggu!”


Penjaga itu mengibaskan tangannya dengan sombong!


Indrawan juga tidak marah, dia mengeluarkan sejumlah uang dari sakunya lalu menyelipkannya ke tangan penjaga itu : “Guru kecil, saya juga datang membawa orang yang bisa menyembuhkan adik seperguruan kalian, Guru kalian sudah tahu, kamu cukup menyampaikan pesan padanya saja!”


Penjaga itu melihat uang yang ada ditangannya dan seketika tersenyum, dia memasukkan uangnya kedalam sakut : “Ternyata temannya Guru ya, kalian tunggulah disini sebentar, saya akan menyampaikan pesan pada Guru!” Penjaga pintu itu berlari kedalam kuil, Indrawan tersenyum tidak berdaya, ada pepatah yang mengatakan Raja Neraka mudah diprovokasi, setan kecil sulit dihadapi, mungkin ini lah yang dimaksud pepatah itu.


“Kuil Tao seperti ini, walaupun dijalankan selama ratusan tahun, juga tidak akan bisa menumbuhkan manfaat yang bisa menyembuhkan putrinya!”


Aron mencibir!


Beberapa orang itu kelihatan tidak berdaya, tidak ada cara lain, zaman sekarang masyarakat sudah berubah menjadi sangat materialistis, tidak hanya kuil Tao atau kuil lainnya semua memikirkan cara untuk mencari keuntungan, walaupun secara garis besar disebut Kuil Tao, tapi lebih terlihat seperti tempat wisata.


Tidak lama kemudian, penjaga pintu itu berlari keluar dan berkata kepada Indrawan dengan hormat : “Tuan, Guru kami mempersilahkan kalian masuk!”


Kurniawan mengangguk lalu membawa Aron dan yang lainnya memasuki kuil Tao!


Setelah masuk kedalam, kuil sudah dipenuhi dengan asap dan dupa, dupa-dupa itu dibeli dan dibakar oleh para turis yang berdoa meminta keberuntungan.