ARON

ARON
Masalah Rencana pernikahan Shella



Mobil ini adalah mobil Nuri, Aron sendiri tidak membeli mobil karena tidak peduli Nuri maupun Jekson, mereka punya mobil dan jumlahnya tidak sedikit, oleh karena itu Aron tidak kekurangan mobil!


“Oh!” Shella berteriak dan lalu bertanya : “Tadi saya mendengar bibi ketiga mengatakan kalau kamu membawa seorang gadis cantik bersamamu, apakah dia pacarmu?”


Aron tersenyum lalu mengangguk, kemampuan para wanita perdesaan menyebarkan berita mungkin lebih cepat dibandingkan dengan internet!


"Dimana? Bawa saya melihatnya!”


Shella menarik Aron masuk ke dalam rumah!


Begitu masuk, mereka disambut oleh Sheli dan Nuri yang kebetulan hendak keluar untuk menyambutnya!


“Bibi!” Shella berteriak menyapa Sheli.


“Shella, kamu sudah akan menikah, kenapa masih berkeliaran?”


Sheli bertanya pada Shella.


“Di rumah terlalu banyak orang, terlalu berisik, jadi saya keluar untuk mencari udara segar!”


Setelah Shella berbicara dia melirik Nuri yang ada di samping Sheki dan berkata dengan ekspresi terkejut : “Ini pacar nya kak Aron? Cantik sekali, seperti bidadari!”


Mendengar ucapan Shella, Nuri tersipu malu dan merasa senang dalam hatinya.


“Nama saya Nuri!” Nuri mengulurkan tangannya.


“Kakak ipar, nama saya Shella…..”


Shella bergegas mengulurkan tangannya dan menjabat tangan Nuri!


“Sudahlah, kalian mengobrollah di dalam, saya akan pergi ke rumah Shella untuk melihat-lihat!”


Setelah berkata, Sheli langsung pergi!


Beberapa orang itu masuk ke dalam rumah, dan tatapan Shella terus tertuju kepada Nuri, dan membuat Nuri merasa malu.


“Shella, apa yang kamu lihat?”


Aron bergegas memperingatkan Shella.


Shella berkata dengan iri : “Kakak ipar, apa yang keluargamu lakukan?”


Nuri tidak menyangka gadis kecil seperti Shella cukup berpengetahuan, dan tersenyum ringan : “Hanya melakukan bisnis kecil!”


Setelah berkata, Nuri melepas anting-antingnya : “Shella, saya dan kakakmu datang terburu-buru, dan belum membeli hadiah untukmu, kalau kamu suka anting-anting ini, saya akan menghadiahkannya padamu!”


Shella bergegas mengibaskan tangannya, dan terkejut hingga melangkah mundur : “Kakak ipar, ini terlalu mahal, saya tidak berani menerimanya!”


​“Apa yang terlalu mahal, ini adalah niat baik kakak ipar!” Nuri berkata lalu menarik Shella untuk mengenakannya langsung : “Lihatlah, betapa bagusnya ini, ditambah saat menikah kamu mengenakan gaun pengantin, akan lebih cantik lagi!”


Saat Nuri membahas pernikahan, wajah Shella yang awalnya dipenuhi dengan senyuman seketika meredup, dia tampak sedikit khawatir.


"Shella, kamu baru berusia 19 tahun, kenapa tidak mau berkuliah dan memilih menikah, kedepannya kalau tidak punya pendidikan akan sulit mendapatkan pijakan di masa depan!”


Aron bertanya pada Shella.


Pertanyaan Adon bagaikan menyentuh titik sakitnya Shella, dan matanya memerah dalam sekejap dan langsung menangis!


Ini membuat Aron kaget, dia tidak menyangka pertanyaannya akan membuat Shella menangis!


Nuri bergegas menghibur Shella : “Shella, kakakmu hanya bertanya asal, kamu tidak usah memperdulikannya!”


“Uh huhuhu……..”


Perkataan Nuri membuat Shella menangis lebih kencang, dan langsung bersandar di bahu Nuri untuk menangis.


Setelah menangis cukup lama, dan menenangkan dirinya Shella baru berkata : “Kakak ipar, saya tidak menangis karena ucapan kakakku, sebenarnya saya tidak ingin menikah, saya ingin berkuliah, tapi….tapi saya tidak punya cara!”


Shella seperti seorang anak kecil yang teraniaya saat ini, dan membuat orang yang melihatnya merasa sangat kasihan!


Aron dan Nuri yang mendengarnya seketika tercengang, sudah jaman seperti apa ini kenapa masih ada pernikahan paksa?


“Shella, sebenarnya apa yang terjadi?” Aron mengernyitkan keningnya.