
Beberapa hari mengikuti Erick Wisono , Santi Lendra tidak tertarik lagi kepada Ronal karena dia merasa statusnya lebih tinggi!
Ronal terperangah melihat tampang Santi, dalam hatinya diam-diam mengumpat, terakhir diberikan juga nomor telepon Nuri Utomo kepadanya!
Santi langsung menelepon Nuri setelah mendapatkan nomor teleponnya!
Saat itu Nuri sedang duduk berleha leha di halaman rumahnya, wajahnya tampak kesal: “Aron sialan, sudah berapa hari tidak datang, apakah dia menyalahkannya karena waktu itu memarahinya?”
Hatinya sedang kusut, dia hendak pergi mencari Aron tetapi lebih mengharapkan Aron berinisiatif mencarinya terlebih dahulu, konflik dalam hati kecilnya menyebabkan Nuri menjadi semakin kesal!
Pada saat inilah ponselnya berbunyi, semula dia mengira Aron yang meneleponnya, dengan wajah gembira dia mengangkat telepon, kemudian baru menyadari ternyata berasal dari nomor yang tidak dikenal!
“Halo?” Nuri mengangkat telepon!
“Nuri Utomo, saya adalah Santi Lendra, saya sekarang berada di Jalan Kesturi No.17, saya ingin bertemu denganmu untuk membicarakan masalah Aron!”
Begitu telepon tersambung Santi langsung menyampaikan pesannya dengan tegas, sama sekali tidak memandang Nuri!
Kalau ini terjadi di masa lalu, Santi tidak akan berani berbicara seperti itu kepada Nuri!
Sekarang setelah dia mengikuti Erick, nyalinya sudah bertambah besar.
“Siapa kamu, mengapa saya harus mengikuti perintahmu untuk pergi menjumpaimu!”
Nuri marah dengan sikap Santi di telepon yang terkesan angkuh.
“Nuri Utomo, jika kamu merasa takut maka tidak usah datang!”
Selesai menyampaikan pesannya, dia langsung menutup teleponnya tanpa menunggu jawaban Nuri!
Nuri marah sampai wajahnya memerah mendengar sambungan teleponnya diputuskan!
“Menganggarkan apa, saya jadi ingin melihat apa hebatnya kamu!”
Nuri bangkit lalu mengemudi mobil menuju ke Jalan Kesturi!
Ketika Nuri sampai di sana, dia melihat Santi sedang menunggunya!
“Katakan, apa yang ingin kamu sampaikan mengenai masalah Aron?”
Nuri turun dari mobil dan bertanya dengan dingin kepada Santi.
“Saya beritahu kepadamu bahwa Aron akan segera mati!”
Santi tiba tiba berkata dengan senyuman culas!
“Dia tidak sembarangan berbicara, Aron memang akan segera mati, karena saya yang akan membunuhnya!”
Saat ini, Ronal bersama dua orang pengawal Keluarga Wisono berjalan keluar!
“Apa yang ingin kalian lakukan?”
Melihat situasi ini Nuri melangkah mundur karena dia merasa ada yang tidak beres!
“Kamu akan segera mengetahui apa yang kami inginkan!” Ronal menyeringai: “Tangkap dia!”
Kedua orang pengawal tadi langsung maju menangkap Nuri, dengan sebuah tebasan tangan telah berhasil membuatnya pingsan!
Lalu tubuhnya dimasukkan kedalam karung goni, dan dilempar ke dalam bagasi kemudian mereka pergi begitu saja!
Santi Lendra tertawa dingin melihat berlalunya mobil itu, suara tawanya sangat menyeramkan!
…………
Di sebuah vila yang berada di puncak Gunung Bumi Sejuk, sudah beberapa hari Aron sedang melakukan kultivasi dan mendalami teknik Alkimia untuk meramu Pil Peremajaan!
Pada saat ini tiba tiba ponselnya berbunyi!
Setelah mengangkat telepon terdengar suara Jhonatan Utomo yang sedang cemas dan gelisah: “Aron Utomo, apakah Nuri berada bersamamu?”
“Tidak, kenapa?” Aron bertanya sambil mengerutkan kkeningnya
“Sial, Nuri menghilang, dia tidak menjawab telepon saya, mobilnya juga tidak berada di rumah, dia belum pernah pergi tanpa memberi kabar sebelumnya!”
Jhonatan berkata dengan suara cemas!
“Paman, kamu tenangkan diri dulu jangan cemas, saya akan segera kesana!”
Setelah mendengar kabar ini, Aron langsung berangkat menuju kediaman Keluarga Utomo!
Di tengah perjalanan, Aron berusaha menelepon Nuri beberapa kali tetapi tidak berhasil tersambung!
Pada saat ini di dalam hatinya timbul firasat buruk, dia segera menelpon Jekson!
“Jekson, sekarang kamu langsung bertindak sebarkan semua anak buahmu untuk mencari jejak Nuri, cari di seluruh pelosok kota, perhatikan kemana perginya mobil dia!
Suara Aron terdengar dingin menusuk tulang!