
Setelah mengantarkan Jekson keluar, Aron melihat cincin naga yang ada di tangannya dan tersenyum pahit, benda ini adalah pemberian dari Liu, tapi dia tidak mengatakan apapun, kemana dia harus mencari semua pintu masuk Istana itu? Dia tidak mungkin selalu beruntung dan bertemu dengan orang seperti Jekson.
Keesokan paginya, Aron dan Lina berangkat, setelah berkumpul dengan Rudi, dan untuk mencegah Keluarga Rangga menyerang di tengah jalan, Rudi meminta Lina dan Aron untuk menyamar sebelum berangkat ke Kota Taka!
Sedangkan Rudi sendiri membawa orang untuk dipamerkan dan dengan begitu dia bisa menarik perhatian Keluarga Rangga!
Lina menyetir membawa Aron pergi ke Kota Taka dengan selamat, mereka tidak mengalami bahaya apapun dalam perjalanan.
“Nona Lina, ini sudah siang, karena sudah sampai di wilayahmu, sebagai tuan rumah seharusnya kamu melakukan yang terbaik dan mentraktirku makan!”
Aron yang duduk di kursi penumpang berkata pada Lina sambil tersenyum.
“Kamu ini sudah berada di ujung kematian, masih saja memikirkan makan!”
Lina berkata dengan tak berdaya.
“Walaupun harus mati, saya harus menjadi hantu yang kenyang, dalam hidup ini semua orang pasti akan mati, itu hanya masalah cepat atau lambat, untuk apa terlalu mengkhawatirkannya!”
Aron yang bercanda membuat Lina yang tegang merasa sedikit lebih santai.
“Karena kamu pernah menyelamatkan nyawa kakekku, maka saya akan mentraktirmu makan, hanya saja kita tidak boleh pergi ke tempat makan besar, hanya bisa makan di pinggir jalan, agar kita tidak ketahuan oleh orang dari Keluarga Rangga!”
“Tidak masalah, makanan pinggir jalan juga bagus!” Aron tidak pilih-pilih, makan apapun tidak masalah!
LIna membawa Aron dan memarkirkan mobilnya di tempat parkir lalu berjalan ke sebuah gang kecil, banyak toko yang menjual makanan ringan di gang kecil itu, meskipun etalasenya tidak besar tapi semua makanannya terlihat khas dan istimewa!
“Saya akan membawamu makan sate keledai di Kota Taka, sate keledai di Kota Sanur tidak terasa seperti aslinya, saat sedang dipanggang kamu bisa menambahkan sosis, saya jamin air liurmu akan mengalir!”
Saat memasuki gang kecil, Lina berkata dengan bersemangat pada Aron.
Sepertinya semua wanita adalah tukang makan, asalkan datang ke tempat seperti ini mereka semua akan menjadi bersemangat!
Aron tercengang dan melihat tiga orang itu lalu menyadari kalau dia tidak kenal dengan mereka.
“Kamu Aron kan?” seorang pria kekar dengan bulu yang memenuhi dadanya bertanya pada Aron.
Melihat sosok dan perawakan dari pria itu jelas terlihat kalau dia sudah berlatih Qigong dengan keras.
Aron tidak menjawabnya dan hanya melirik Lina yang ada disampingnya.
Sedangkan Lina mengernyitkan keningnya saat ini, dia berjalan kedepan Aron dan berkata : “Siapa kalian? Untuk apa kalian bertanya dia Aron atau bukan?”
Pria kekar itu melirik Lina sekilas : “Gadis kecil minggir saja, tidak ada urusanmu disini, saya William dari Geng Baja Hitam, hari ini saya harus membunuh Aron untuk membalaskan dendam saudaraku!”
Sambil berbicara, William hendak turun tangan pada Aron, namun Elly meneriakinya dengan marah : “Berhenti, saya adalah anggota Detasemen Perlindungan Hukum, kalian berani melakukan pembunuhan di depanku?”
“Lalu kenapa kalau kamu anggota DETASEMEN PERLINDUNGAN HUKUM? Kalau kamu tidak minggir, saya akan memukulimu sekaligus!”
William berkata dengan dingin dan dia tidak peduli apakah Lina merupakan anggota DETASEMEN PERLINDUNGAN HUKUM atau bukan.
“Kamu…………”
Lina seketika marah, saat di Kota Sanur, Jekson juga meremehkan Detasemen PERLINDUNGAN HUKUM dan dia tidak mempermasalahkannya, dan sesampainya di Kota Taka, wilayahnya sendiri malah kembali diremehkan oleh orang, itu membuat Lina merasa sangat malu!
Namun, belum sempat Lina menyelesaikan kalimatnya, William sudah melayangkan pukulannya, meskipun William memiliki tubuh yang besar tapi gerakannya sangat cepat, satu tinjunya membuat suara pukulan yang tidak berhenti terdengar!
Lina terlihat kaget dan tidak berani gegabah, setelah mengelak dari satu pukulan William dia langsung meninju pinggang William, asalkan pukulannya mengenai sasaran maka lawannya akan kehilangan kemampuan bergerak untuk waktu yang singkat, ini juga merupakan jurus andalan para detektif.