
“Tuan, kita pergi begitu saja, tidak jadi membalaskan dendam Tuan muda?”
Seorang anak buahnya bertanya kepada Arka sambil berjalan keluar dari Hotel Sadewa
“Dendam ini pasti akan kubalas, akan tetapi tidak tahu siapa identitas bocah tengik itu sehingga begitu banyak orang di Kota Sanur yang melindunginya, karena tidak dapat membunuhnya di dalam Kota Sanur, maka kita tunggu sampai dia keluar Kota baru membunuhnya, kalian tinggal disini untuk mengawasinya, begitu dia keluar dari Kota Sanur, langsung hubungi saya!”
Arka berkata dengan dengan penuh kebencian.
“Siap!” beberapa anak buahnya menganggukkan kepala!
………
Masalah cacatnya kaki Erick telah berlalu begitu saja, Arka tidak datang ke Kota Sanur untuk mencari masalah lagi, sedangkan saudara seperguruan Timotius juga tidak datang ke Kota Sanur, tidak jelas apakah mereka tidak tahu kabar meninggalnya Timotius ataukah memang tidak bermaksud membalas dendam untuknya.
Aron memanfaatkan waktu senggangnya giat meramu Pil Peremajaan, dibawah kendali Jekson harga penjualan pil ini semakin meningkat, sehingga pasokannya telah berkurang.
Di tengah tengahnya Aron sempat pergi ke Yayasan Sahara sekali untuk membantu menghisap keluar hawa dingin dari tubuh anak perempuan Pemimpin Bu Xu, ini juga membantu Aron mengakumulasi tidak sedikit energi spiritual, sehingga dia dapat melanjutkan meramu Pil Peremajaan.
Melihat dana yang terkumpul semakin banyak, Aron merasa sudah saatnya pergi melihat lihat ke Kota Namae, siapa tahu bisa mendapatkan sejumlah bahan obat langka dari kota tersebut!
Karena asing terhadap Kota Namae, Aron memutuskan untuk mengajak Jekson menemaninya, pertama ada seseorang di sampingnya yang bisa disuruh suruh, selain itu Jekson juga lebih mengenal situasi Kota Namae!
Setelah membuat keputusan akan pergi ke Kota Namae, Aron pergi ke kediaman Utomo untuk pamit kepada Nuri dan Jhonatan Utomo, karena perjalanannya kali ini membutuhkan waktu yang agak panjang.
“Apa, kamu mau pergi ke Kota Namae? Saya ikut denganmu!”
Mendengar kabar ini Nuri langsung berkata dengan antusias.
Selama ini, Nurk sudah berhasil keluar dari trauma karena disandera, cinta diantara mereka juga semakin mendalam!
“Kamu seorang gadis muda jangan pergi, siapa tahu perjalanan ini juga mengandung bahaya!”
Aron tahu Arka tidak akan begitu saja melepaskan dia, selama ini dia tidak bertindak karena sedang menunggu kesempatan!
“Saya tidak mau tahu, saya harus pergi!”
Jhonatan tersenyum dan diam diam meninggalkan mereka berdua yang sedang bermanja manjaan, dia merasa tidak enak berada disana!
Melihat tampang Nuri yang menggemaskan Aron tidak berdaya dan tersenyum lalu menganggukkan kepala menyetujui, tetapi dipikir pikir mereka pergi berdua, mungkin saja harus tidur dalam satu kamar, mungkin juga bisa berbuat sesuatu yang lain, berpikir sampai disini Aron merasa bergairah sehingga menampilkan senyuman nakal!
Nuri melihat Aron yang sedang duduk dan tersenyum senyum sendiri, senyumnya malah terkesan cabul, dia maju dan memukul kepalanya: “Saya beritahu kamu, jangan berpikiran macam macam, karena kita pergi bersama dan tinggal di hotel kita juga masing masing satu kamar, kamu jangan mengambil keuntungan dalam kesempitan!
“Kalau saya lihat malah sebaliknya? Kamu yang ingin tidur sekamar denganku, saya malah tidak mau!”
Aron sengaja berlaku cuek, dan membuat Nuri kesal!
“Kamu…….”
Benar saja Nuri terlihat marah: “Akan saya pukul kamu……..”
Kedua orang itu saling bertengkar mulut dan ribut ribut seperti sepasang kekasih yang sedang pacaran!
Pagi pagi di hari kedua, Jekson mengemudi mobil, Aron dan Nuri duduk di barisan belakang, mereka berangkat ke Kota Namae!
“Perjalanan kali ini ke Kota Namae, saya akan membawa kamu keliling keliling, saya juga sudah lama tidak mengunjungi kota ini!”
Nuri berkata kepada Aron dengan antusias.
“Apakah kamu akrab dengan kota ini?”
Aron menatap Nuri.
“Tentu saja, waktu kecil saya pernah tinggal di kota itu untuk waktu yang lama, bibiku adalah orang Kota Namae, waktu kecil saya sering pergi ke rumah bibi, tetapi sudah banyak tahun tidak pernah kesana lagi…….
Sambil bercerita, tiba tiba perasaannya menjadi sedih!