
“Tuan Jekson, jangan langsung membunuhnya, biarkan dia merasakan siksaan sebelum mati….”
Melihat Tuan Jekson yang sudah tiba, Ronal langsung berteriak heboh.
“Kamu sedang mengajariku melakukan sesuatu?”
Tuan Jekson mengernyitkan keningnya dan menatap Ronal!
Tatapan itu membuat Ronal kaget hingga pipis dicelana, dan melangkah mundur : “Tidak berani, saya tidak berani…..”
“Sampah, berani sekali kamu berbicara pada Tuan Jekson dengan nada seperti itu!” Nandar menatap Ronal dan menamparinya dengan keras, lalu kembali menoleh pada Tuan Jekson dan tersenyum : “Tuan Jekson, maafkan putraku yang tidak tahu apa-apa, semoga Tuan Jekson tidak tersinggung!”
“Nandar, saya beritahu, saya Jekson memang berhutang budi pada Keluarga Jhonson, tapi tidak berarti saya ini bawahan kalian, semoga
kamu bisa membedakannya!”
Tuan Jekson berkata dengan dingin!
“Saya mengerti, saya mengerti, Tuan Jekson adalah tamu kehormatan di Keluarga Jhonson, mana mungkin dianggap bawahan!”
Nandar terkejut, dia bahkan berkeringat dingin, dan langsung menatap putranya dengan tajam!
Ronal yang lengannya patah sudah merasa kesakitan sejak tadi, ditambah satu tamparan dari Nandar, membuatnya langsung menunduk dan tidak berani berkutik lagi!
Tuan Jekson melihat respon dari Nandar yang lumayan, dan kembali menatap kearah Aron!
“Tuan Jekson, Tuan Aron bertindak gegabah, pengantin wanita adalah pacarnya Tuan Aron yang direbut oleh Ronal, hal ini membuat Tuan Aron merasa kesal!”
Jhonatan bergegas maju dan menjelaskan kepada Tuan Jekson dengan senyuman di wajahnya!
“Oh!” Tuan Jekson mengangguk, dia akhirnya memahami kenapa seorang yang terlihat biasa-biasa saja berani membuat onar di
pernikahan putra keluarga Jhonson, ternyata karena pacarnya direbut.
Tapi segera, Tuan Jekson menyadari dan tercengang, dia kemudian bertanya kepada Jhonatan : “Kamu memanggilnya apa?”
Jhonatan termasuk orang terkaya di Kota Sanur, mana mungkin dia menyebut seorang pemuda berusia dua puluhan tahun dengan sebutan Tuan tanpa alasan!
“Tuan Aron!” Jhonatan menjawab kebingungan, namun dia juga segera menyadari maksud Tuan Jekson dan menjelaskan : “Tuan Aron ini menyelamatkan nyawaku, karena itulah hari ini saya harus melindunginya apapun yang terjadi!”
Tuan Jekson akhirnya menyadari duduk perkara, sebenarnya masalahnya tidak besar, hanya saja Keluarga Jhonson dan Keluarga Utomo ikut mencampuri permasalahan dan membuat masalah ini menjadi besar hingga Keluarga Jhonson harus menelpon dirinya!
“Hanya masalah sepele seperti ini pun kalian ributkan, lihatlah kedua keluarga kalian, sudah seperti apa? Kalian ini termasuk orang terkemuka di Kota Sanur, harusnya kalian memperhatikan efek jangka panjangnya, hanya karena seorang bocah membuat onar di acara pernikahan dan memukul putra keluarga Jhonson, memang tidak boleh dibiarkan tapi tidak berarti dia harus mati, cukup minta dia mematahkan satu lengannya sebagai tanda permintaan maaf lalu usir saja, kan selesai!”
Tuan Jekson menceramahi Jhonatan dan Nandar, dan mereka berdua tidak berani membantah!
Tuan Jekson bisa menjadi Ketua Mafia di Kota Sanur tidak hanya mengandalkan tinju dan pukulannya, tapi juga mengandalkan otaknya, hanya masalah sepele seperti ini, Tuan Jekson bisa saja langsung melenyapkan Aron, tapi kalau dia berbuat seperti itu akan menyinggung keluarga Utomo , meskipun dia tidak takut pada mereka, tapi menimbang konsekuensinya sepertinya tidak sepadan, lagipula Keluarga Jhonson hanya gengsi, membuat Aron mematahkan satu lengannya juga sebenarnya sudah cukup untuk mengembalikan gengsi Keluarga Jhonson!
Dengan seperti ini, Keluarga Jhonson akan tetap menjaga gengsi mereka dan tidak menyinggung Keluarga Utomo, menurut Tuan Jekson ini adalah solusi paling sempurna!
kepadanya.
“Mereka tidak pantas…..”
Aron mengeluarkan 3 kata itu dengan santai
Ssshhh……….
Seketika suasana menjadi hening, semua orang terdiam, sejak dulu tidak ada yang berani membantah perintah Tuan Jekson di Kota Sanur ini, tapi hari ini, Aron yang terlihat biasa-biasa saja berani membantahnya!
Wajah Tuan Jekson menjadi serius, kedua matanya menatap Aron dengan aura pembunuh!
Ronal yang ada disamping sudah tertawa geli, dalam hatinya berteriak : “Bunuh dia, bunuh dia…..”
“Tuan Aron, kamu…..kamu cepat minta maaf pada Tuan Jekson!”
“Bocah, kamu berani membantah Tuan Jekson, cari mati…..”
Bawahan Tuan Jekson yang ada dibelakangnya meraung, dia melayangkan tinjunya kearah Aron!
“Tuan Jekson, saya mewakili Tuan Aron meminta maaf kepadamu!”
Jhonatan melihat bawahan Tuan Jekson turun tangan dan dia menjadi panik, tapi dia juga tidak berani memerintahkan bawahannya untuk turun tangan, bahkan meskipun dia membuat perintah, belasan bawahannya itu tidak akan berani, dan tidak menjadi tandingan bawahan Tuan Jekson yang berjumlah ratusan orang, hal itu jelas-jelas akan membunuh Keluarga Utomo!
Tuan Jekson hanya diam, dia mengabaikan Jhonatan, juga tidak memerintahkan bawahannya untuk berhenti!
Bawahan Tuan Jekson itu sangat kuat, hanya satu pukulan dari mereka kalau mendarat di tubuh Aron yang lemah itu, kalau tidak langsung membunuhnya pun setidaknya akan membuat dia cacat!
Ronal dan Santi tertawa sinis menatap Aron, mereka senang melihat penderitaan Aron, Gusra dan Yuna juga sedang menonton sambil menertawai Aron, apalagi Gusra yang tadi ditampar hingga terbang, sampai sekarang dia masih merasa kesakitan, dan dia ingin lihat bagaimana Aron dihabisi oleh mereka.
Dan saat tinju itu melayang hingga kehadapan Aron, Aron mengulurkan tangannya dan menahan tinju yang bagaikan samsak pasir besar itu, tidak peduli seberapa kuat tenaga yang dikerahkan oleh bawahan itu, dia tidak bisa menggerakkan tinjunya!
Saat itu, semua orang yang melihatnya terkejut, bahkan Tuan Jekson sendiri juga tidak bisa menahan diri untuk melirik kearah Aron!
Tapi saat dia melirik lagi, Tuan Jekson merasa kepalanya sudah hampir terbelah!
Dia melihat cincin yang ada ditangan Aron, cincin kepala Naga yang bertuliskan aksara Mandarin yang berarti Penguasa!
Cincin Pusaka Naga, itu Cincin Pusaka Naga!
Orang yang mengenakan Cincin Pusaka Naga artinya adalah Penguasa Istana Naga!
Tuan Jekson terdiam, dia langsung berteriak marah : “Enyah kau, siapa yang menyuruhmu turun tangan!”
Setelah berkata, dia melayangkan tendangan kearah bawahan nya sendiri !
“Tuan Aron, maafkan bawahan ku yang tidak tahu diri, dan menyinggung Tuan!”
Tuan Jekson sibuk meminta maaf pada Aron, dia tidak menyangka Kota Sanur yang kecil ini akan didatangi langsung oleh Penguasa Istana Naga, perlu diketahui kalau Istana Naga merupakan organisasi paling misterius yang ada di dunia, hanya satu pijakannya bisa menggemparkan dunia sebanyak tiga kali.
Geng Sanur milik Tuan Jekson juga sebenarnya milik Istana Naga, Istana Naga memiliki total 13 pintu masuk di seluruh Negara Arunika, dan Geng Sanur adalah salah satunya, hanya saja tanpa perintah atau panggilan dari Penguasa, semua Geng bergerak secara independen dan tidak boleh membocorkan identitas mereka!
Maka Tuan Jekson hanya boleh menyapa Aron dengan sebutan Tuan Aron!
Melihat Tuan Jekson yang tiba-tiba menunjukkan reaksi yang berbeda pada Aron membuat orang kebingungan, mereka menebak-nebak apa yang sedang direncanakan oleh Tuan Jekson!
Bahkan Aron sendiri tampak sedikit kebingungan!
“Saya tidak perlu meminta maaf lagi?”
Aron menatap Tuan Jekson dan bertanya dengan ragu.
“Tidak berani, saya tidak berani meminta Tuan Aron untuk meminta maaf, apapun permintaan Tuan Aron, cukup sampaikan pada saya!”
Tuan Jekson terkejut dan segera menggelengkan kepalanya, dibunuh pun dia tidak akan berani memerintahkan Penguasa Istana Naga untuk meminta maaf kepada orang lain!”
“Saya sudah pernah bilang, kalau saya menghadiri pernikahan ini maka pernikahan ini tidak akan terjadi.”
Aron berkata dengan santai
Tuan Jekson mengangguk, dia membalikkan badannya dan berteriak mengumumkan : “Pernikahan hari ini dibatalkan, semuanya enyah dari sini……..”
“Tuan Jekson….
Nandar tercengang dan menatap Tuan Jekson!
Kalau pernikahannya dibatalkan maka Keluarga Jho akan menjadi bahan olokan seisi Kota Sanur.