ARON

ARON
Putramu?



Pada saat itu, pintu ruangan VIP King dibuka, Jekson membawakan sebotol arak terbaik masuk kedalam!


Saat mereka melihat orang yang masuk adalah Jekson, mereka semua tercengang, karena mereka tahu orang seperti Jekson dan apa yang dilakukan olehnya!


Willy yang adil dan jujur, awalnya juga tidak suka berurusan dengan orang seperti Jekson.


Tapi kali ini Willy yang membuka mulut dan mengundang Jekson datang.


“Walikota, dan para pejabat, terima kasih sudah bersedia berkunjung di restoran kecilku, makanan hari ini saya yang akan membayarnya!”


Jekson tersenyum sambil membuka botol arak itu!


Dia sudah lama berada di masyarakat, dan dia tahu caranya menjamu tamu, hanya saja dia tidak mengerti kenapa Willy mengutus seseorang untuk memanggilnya kemari!


“Jekson, saya memanggilmu kemari bukan untuk menyuruhmu membayar, duduk dan mengobrol lah!”


Willy melambaikan tangannya pada Jekson!


Jekson segera duduk di samping Willy dan membuat beberapa orang lainnya tercengang!


Mereka tidak mengerti apa yang terjadi pada Willy hari ini!


“Walikota, ada pesan apa katakan saja!”


Setelah Jekson duduk, dia segera berkata dengan penuh hormat pada Willy.


“Hari ini saya datang untuk makan di restoranmu, dan mengutus seseorang untuk memanggilmu, karena saya ingin memintamu membuatkan janji temu dengan Tuan Aron, saya ingin berterima kasih langsung kepada Tuan Aron!”


Willy berkata dengan sangat segan.


Jekson yang mendengarnya segera mengerti apa yang terjadi pada Willy, ternyata ada hubungannya dengan masalah kemarin.


​“Walikota, kebetulan sekali hari ini Tuan Aron juga sedang menjamu tamu di lantai bawah!”


“Benarkah?” Willy terkejut dan merasa gembira : “Kalau begitu saya mau pergi bersulang dengan Tuan Aron!”


Willy berkata sambil mengangkat gelasnya dan hendak berjalan keluar!


Mereka yang melihat sikap Willy seketika termenung, mereka tidak bisa memikirkan orang penting mana yang datang ke Kota Sanur dan membuat Willy begitu segan dan langsung ingin menghampirinya untuk bersulang!


Hanya saja, orang yang begitu disegani oleh Willy pasti bukan orang biasa, jadi orang-orang ini juga ingin ikut, dan mereka mengangkat gelas bersiap pergi bersama!


Namun pada saat mereka bersiap beranjak keluar, pintu ruangan tiba-tiba dibuka, Erwin dan sekeluarga berjalan masuk kedalam!


Melihat ada yang tiba-tiba menerobos masuk, Willy tercengang dan mengernyitkan keningnya : “Siapa kalian?”


“Pak Walikota, nama saya Erwin, kepala bidang kesehatan di Dinas Kesehatan, saya tahu kalau Pak Walikota sedang makan disini jadi saya datang untuk bersulang dengan Pak Walikota!”


Erwin berkata sambil menunjuk orang-orang yang ada dibelakangnya : “Ini adalah anggota keluarga saya, mereka semua juga ingin bertemu dengan Pak Walikota!”


Erwin terlihat gugup, tangannya yang memegang gelas arak sedikit gemetaran!


Sedangkan Darrel dan Dora serta yang lainnya tampak menatap Willy dengan bersemangat!


Willy seketika terlihat marah, dan dia menatap Salman : “Salman, apa yang terjadi disini?”


Willy dan pejabat lainnya makan serta minum di restoran Jekson merupakan rahasia, karena bagaimanapun reputasi Jekson sangat jelek, kalau sampai ada orang yang mengetahui Willy datang untuk makan di restoran Jekson, bisa saja menjadi pengaruh buruk, oleh karena itu dia hanya memanggil beberapa orang dan tidak menghubungi yang lainnya!


Sedangkan sekarang, Erwin sekeluarga datang kemari ini jelas menunjukkan mereka sudah mendapatkan informasi orang dalam, dan Salman juga merupakan Kepala Dewan Dinas Kesehatan, yang berarti Erwin adalah bawahannya, maka orang yang membocorkan informasi ini pastilah Salman!


Melihat Willy marah, Salman terkejut dan gemetaran, dia memelototi anaknya Charles dan menjelaskan : “Walikota, saya hanya memberitahukan pada putraku, saya memberitahunya kalau saya tidak makan dirumah siang ini, dan akan makan di Restoran Daffa, tidak disangka dia juga sedang makan disini dan membawa orang untuk datang bersulang dengan Anda!”


Salman mencoba membuang tanggung jawab, di saat seperti ini dia tidak akan memikul tanggung jawab demi siapapun, walaupun itu putranya sendiri, hal ini terkait dengan karirnya!


“Putramu?” Willy mengernyitkan keningnya : “Kamu tidak sedang mengatakan kalau Erwin adalah putramu kan?”