ARON

ARON
Pacar Salah Paham



“Baik saya akan menuruti perkataan Master Aring, master silahkan masuk ke dalam……”


Doddy membuat isyarat mempersilahkan dan mengundang master Aring ke dalam!


Master Aring masuk ke ruang tamu dan Doddy sendiri yang menuangkan teh dan memberikannya kepada Master Aring dengan penuh hormat!


Master Aring mengangguk dan merasa sangat puas dengan sikap Doddy.


“Master Aring, apakah sebelum anda kemari, Penguasa Lembah Palm sudah menyampaikan pesan kepadamu?”


Doddy bertanya dengan ragu.


“Hahaha, masalah Tuan Doddy sudah diberitahukan Penguasa kepadaku, sebelum saya kemari, saya juga sudah menyiapkan Pil Penambah Usia untuk Tuan Doddy, saya jamin Tuan Doddy akan hidup lebih dari seratus tahun.”


Master Aring tertawa.


“Terima kasih banyak Master Aring, Anda pasti sudah kelelahan dalam perjalanan panjang, sebaiknya anda istirahat dulu, saya sudah mengutus seseorang untuk menyiapkan bahan obat yang diperlukan untuk membuat pil obat, sepertinya dua hari lagi sudah akan tersedia!”


Doddy berkata dengan bersemangat.


Master Aring mengangguk dan bangkit berdiri hendak beristirahat, namun baru berjalan dua langkah dia kembali menoleh ke arah Doddy : “Entah Tuan Doddy tahu kesukaan saya atau tidak?”


“Tahu, saya tahu kesukaan Master Aring, dan sudah menyiapkannya sejak awal untuk Master Aring!”


Doddy menganggukkan kepalanya.


“Hahaha, kalau begitu baguslah!”


Master Aring diantar menuju kamar untuk beristirahat, lalu Doddy berpesan kepada Adi : “Adi, segera bawakan gadis-gadis yang kita rekrut untuk Master Aring, setiap hari dua gadis, jangan sampai lupa, lalu pastikan semua gadis yang disiapkan masih perawan!”


“Baik Tuan Besar!” Adi mengangguk lalu pergi!


​……………


Aron sedang berbaring di sofa dan beristirahat, Lina keluar untuk bertemu dengan Rudi untuk membicarakan bagaimana mereka harus menangani Aron, sekarang mereka tidak bisa membuat keputusan, hanya saja Lina tidak ingin menyerahkan Aron kepada Keluarga Rangga!


Dan saat Aron sedang berbaring dan beristirahat, ada suara yang terdengar dari pintu rumah, seseorang sedang membuka pintu menggunakan kunci, Aron mengira Lina sudah pulang jadi dia tidak memperdulikannya!


Tapi siapa tahu saat pintu terbuka, yang masuk adalah seorang pemuda berkacamata yang berusia sekitar dua puluh tahun!


Pemuda itu melihat Aron yang berbaring di sofa dan kebingungan : “Siapa kamu? Kenapa kamu ada disini?”


Pemuda itu bertanya pada Aron dengan wajah kagetnya.


Aron juga seketika panik, dia mengira pemuda ini adalah pacarnya Lina dan segera berkata : “Saya hanya beristirahat sementara disini, tidak ada maksud lain!”


“Kamu seorang pria dewasa, beristirahat di rumah kakakku masih mengatakan tidak ada maksud lain? Bagaimana kamu bisa masuk? Saya beritahu, kakakku adalah seorang detektif, kamu berani masuk ke dalam rumahnya dia pasti akan memukulimu sampai mati!”


Pemuda itu mengancam Aron lalu meraih sapu yang ada di sampingnya dan menatap Aron dengan waspada!


Aron yang mendengar kalau pemuda ini adalah adik Lina seketika merasa lega, melihat pemuda yang panik itu dia tidak bisa menahan tawanya : “Kamu adalah adiknya Lina ya? Saya dibawa kemari oleh kakakmu, dia keluar sebentar karena ada urusan dan menyuruhku menunggunya disini, kamu tidak perlu panik, saya bukan orang jahat, saya juga kenal dengan kakekmu, Kurniawan!”


Pemuda ini melihat Aron bahkan mengenal kakeknya, jadi jelas dia bukan pencuri atau sebagainya, dan meletakkan sapu dan menurunkan kewaspadaannya.


“Kamu adalah pacar kakakku ya?” pemuda itu melirik Aron : “Keluargaku sudah mendesak kakakku untuk mencari pacar, tapi dia selalu menolak, ternyata dia diam-diam sudah punya pacar, siapa namamu? Keluargamu punya usaha apa? Apa kalian kaya?”


Pemuda itu bertanya bagaikan sedang menginterogasi Aron.


Aron tercengang, dan saat dia hendak menjelaskan kalau dia bukan pacarnya Lina, di saat itu Lina sudah pulang.


“Evan, kenapa kamu datang lagi ke rumahku?”


Lina melihat adiknya dan berkata dengan tidak senang.