
Aron mengulurkan tangannya dan berhasil menangkap pergelangan tangan Ronal: “Saya memamerkan diri di hadapanmu bukan mengandalkan orang lain, melainkan diri sendiri!”
Krek………….
Lengannya yang satu lagi telah dipatahkan oleh Aron!
“Ahhh………”
Rasa sakit yang sangat hebat menyebabkan Ronal menjerit hingga suaranya menggema di dalam ruangan pabrik!
BAM…….
Dilanjutkan dengan tendangan kaki Aron yang keras mengenai perut Ronal!
Bruk………
Ronal memuntahkan darah segar dari mulutnya, tubuhnya langsung terbang keluar dan meringkuk seperti udang!
“Kamu…….”
Matanya penuh amarah menatap Aron!
“Saya sudah memberimu kesempatan, kamu yang tidak bisa menghargainya……..”
Aron berjalan menghampirinya dengan wajah yang dingin!
“Bunuh dia, bunuh dia…….”
Melihat tampang Aron yang menyeramkan, hati Ronal menciut dan timbul rasa takutnya.
Dua orang pengawal melirik kearah Erick karena mereka hanya mendengar perintahnya.
Erick menganggukkan kepalanya: “Bunuh dia……."
Keduanya saling menatap sejenak langsung menyerbu ke arah Aron!
Langkah kaki Aron sama sekali tidak berhenti, begitu kedua orang pengawal itu sampai di depannya, tiba tiba Aron mengeluarkan jurusnya langsung mencengkeram tenggorokan keduanya!
Dua orang pengawal yang bertubuh kekar itu, begitu mudah lehernya telah dicengkeram dan diangkat tinggi tinggi keatas oleh Aron.
“Uhh……..”
Wajah keduanya berubah menjadi merah, mereka meronta ronta karena tidak dapat bernafas!
Krek, Krek……….
Terdengar dua kali suara tulang yang patah, dua pengawal yang semula masih meronta tiba tiba kepalanya telah terkulai dan kehilangan nyawa!
BAM!
Aron melonggarkan tangannya, kedua mayat itu langsung jatuh terjerembab diatas tanah, menyebabkan debu debu berterbangan!
Kali ini Ronal dan Erick melihat sampai terbengong!
Dua orang pengawal dengan ilmu tenaga dalam yang paling hebat, tidak berhasil mengeluarkan satu juruspun di depan Aron?
Dengan menahan sakit Ronal merangkak ke depan Erick, dengan suara gemetar dia berkata: “Tuan Muda Erick, tembak, lekas tembak mati dia……..”
Erick baru tersadar, lalu mengangkat tangannya mengarahkan pistolnya hendak menembak Aron!
“Hati-hati Aron!”
Nuri berteriak memperingati, dia membuka mulut dan menggigit lengan Erick!
“Ahh…………..”
Rasa sakit menyebabkan Erick berteriak, lalu mendorong Nuri menjauhinya!
“Aron………”
Nuri lari menuju kearah Aron!
Wajah Erick terlihat garang, dia mengangkat pistol di tangannya lalu menembak ke arah Nuri!
BAM…….
Terdengar suara tembakan, sepasang mata Aron membeku, tubuhnya berkelebat seketika telah menghadang di depan Nuri, melindunginya dengan tubuhnya!
Shuuttt………………
Peluru meleset melewati kepala Aron, Nuri yang berada di belakang tubuhnya juga bisa merasakan desingan yang ditimbulkan oleh suara peluru!
Melihat tembakannya yang tidak mengenai sasaran, Erick menggertakkan giginya, lalu berturut turut melepaskan dua tembakan lagi!
BAM……BAM…..
Setelah terdengar dua kali tembakan, Erick merasa terkejut dan heran ketika menyadari Aron tetap menatapnya dengan dingin, selangkah demi selangkah mendekati mereka, sama sekali tidak ada tanda tanda sudah kena tembakan!
“Lumpuh, mengapa sudah kena……..”
Erick berteriak marah, sekali lagi kedua tangannya menggenggam erat pistol, menenangkan diri sendiri lalu membidik Aron sekali lagi!
Sekali lagi peluru ditembakkan, tetap tidak mengenai sasaran.
Kali ini Erick sudah mulai panik, pelurunya seperti mempunyai mata, sama sekali tidak mau meleset kearah Aron!
Ketika Erick sekali lagi menarik pelatuk, pistolnya mengeluarkan suara krek krek tanda kehabisan peluru!
Erick panik melihat Aron yang berjalan mendekatinya, dia melemparkan pistolnya kearah Aron, kemudian memutar badan hendak melarikan diri!
“Tuan Muda Erick, tolong saya, tolong saya……..”
Saat ini Ronal tergeletak di atas tanah, rasa sakit yang hebat menyebabkan dia tidak bisa bangkit berdiri, dengan sekuat tenaga dia memegang kaki Erick dan berharap Erick akan membawanya pergi bersamanya.
Mana mungkin Erick mengurusi dia lagi, dengan emosi dia menendang Ronal dengan sekuat tenaga: “Lumpuh, lepaskan tanganmu, lepaskan……”