
"Aron, ada peraturan di perusahaan kita, karyawan yang baru bekerja harus mentraktir semua orang, kamu punya rencana mau kumpul dimana?”
Sepulang kerja, Mona mencari Aron dan bertanya.
Saat itu, semua orang yang ada di ruangan menatap Aron, mereka sudah bersiap untuk ditraktir oleh Aron karena setiap ada karyawan baru mereka pasti akan diperas habis-habisan saat mentraktir!
“Ada peraturan seperti ini? Apakah ini peraturan yang resmi dibuat oleh Direktur?”
Arin mengernyitkan keningnya!
“Kak Aron, memang ada peraturan seperti ini, saat saya baru masuk saya juga mentraktir mereka semua, dan sudah menghabiskan hampir sepuluh juta, kalau tidak mentraktir takutnya di kemudian hari akan dipersulit.”
Rico berbisik kepada Aron dan mengingatkannya!
“Aron, karena kamu sudah masuk ke departemen pemasaran, maka harus menaati peraturan yang ada, peraturan ini saya buat saat saya menjadi manajer!”
Billy berjalan menghampiri dan berkata kepada Aron!
“Peraturan yang kamu buat?” Aron mendengus : “Maaf, saya tidak punya uang, kalau kalian ingin makan kan bisa bayar sendiri, kalian juga bukan pengemis, kenapa harus saya yang mentraktir kalian makan?”
Setelah Aron selesai berkata, dia langsung berbalik pergi, mengabaikan raut wajah Billy yang sudah terlihat marah sejak tadi!
“Aron itu keterlaluan sekali, apa masalahnya, sementang dia punya hubungan dengan Pak Junio, dia kira dia bisa seenaknya saja, bahkan dia tidak menganggap keberadaan Pak Billy!”
Ivanna melangkah maju dan mewakili Billy bicara.
“Benar, meskipun dia mempunyai hubungan dengan Pak Junio, dia juga tidak boleh memperlakukan Pak Billy seperti ini, malah membandingkan kita dengan pengemis, siapa
juga yang perlu ditraktir olehnya!”
“Kelihatannya dia belum tahu kehebatan departemen pemasaran, besok kita beritahu!”
Sekelompok orang di departemen pemasaran mencaci maki!
Rico yang bersembunyi disamping sama sekali tidak berani mengeluarkan suara, dia merasa sangat tertekan, kelakuan Aron hari ini pasti akan membuat mereka membalas dendam, pada saat itu, dia juga pasti akan terkena imbasnya karena mereka berdua satu tim!
“Hm, hanya punya hubungan kecil saja sudah berlagak, saya sudah bertanya kepada Pak Junio, alasan Pak Junio mempertahankannya adalah untuk mempermalukannya….”
Mata Billy berkilat dingin.
Dia sudah bertanya kepada Junio, dan Junio juga berpesan kepadanya agar mempermalukan Aron saat di perusahaan, Billy tidak tahu alasan Junio memintanya melakukan hal ini, tapi dia tidak berani tidak mematuhi Direktur. Karena Aron tidak mentraktir mereka, maka orang-orang yang ada di departemen pemasaran juga hendak pulang, dan saat Billy berpamitan pada Mona yang juga sudah mau pulang, tiba-tiba ponsel Mona berdering!
Yang menelpon adalah ibunya Mona, Anita, dan saat melihat panggilan dari ibunya, Mona bergegas mengangkat.
“Mona, ibu akan memberitahumu sebuah kabar baik yang sangat luar biasa, Perusahaan Dekorasi Surya Mentari sudah melunasi semua hutangnya pada kita, sekarang perusahaan kita akan bertahan….”
Anita terdengar sangat bersemangat dan bahagia!
“Benarkah?” Mona juga menjadi bersemangat : “Kenapa Perusahaan Dekorasi Surya Mentari tiba-tiba membayar hutang mereka kepada kita? Bukankah kita selalu meminta pembayaran padanya dan selalu diabaikan.”
“Ayahmu sudah memeriksanya, katanya ada perintah dari Tuan Jekson yang membuat Perusahaan Dekorasi Surya Mentari terkejut setengah mati dan langsung melunasi hutangnya kepada kita!” Anita menjelaskan “Tuan Yansen Herlambang?” Mona tercengang : “Tapi keluarga kita tidak punya hubungan dengan dia, bahkan kita tidak mengenalnya, kenapa Tuan Jekson bersedia membantu kita?”
“Ibu juga bertanya-tanya? Saya ingat sepertinya kamu pernah bilang kalau Billy pernah meminta koneksinya untuk membantu kita memikirkan cara, apa mungkin Billy kenal dengan Tuan Jekson? Atau temannya Billy yang mengenalnya, makanya saya menelpon mu , kalau benar Billy yang membantu maka kamu ajaklah dia untuk makan bersama kita malam ini!”
Anita berkata.
“Saya akan tanyakan kepadanya, tutup dulu ya bu…” Mona memutuskan sambungan teleponnya.
“Ada apa? Kelihatannya kamu sangat senang?” Billy melihat wajah Mona yang berseri-seri dan bertanya dengan penasaran
“Billy, apa kamu meminta tolong kepada Tuan Jekson mengenai masalah hutang keluarga kami? Perusahaan Dekorasi Surya Mentari tiba-tiba membayar seluruh hutangnya kepada kami, sekarang perusahaan kami sudah selamat, dan ayahku mengatakan kalau itu adalah perintah dari Tuan Jekson.”
Mona bertanya dengan penasaran kepada Billy.
“Tuan Jekson?” Billy tercengang, dia memutar bola matanya dengan bingung tapi dengan segera dia merespon : “Oh, saya pernah memberitahukannya kepada Tuan Jekson tidak disangka cara menyelesaikan masalahnya Tuan Jekson sangat efisien, karena mereka sudah membayar kepada kalian, saya pun sudah lega.! “Billy, tidak disangka kamu benar-benar mengenal Tuan Jekson, kamu hebat sekali…” Mona melemparkan dirinya kearah Billy dan mencium Billy : “Ibuku tadi berpesan untuk menyuruhmu ikut makan malam bersama, saya ingin lihat apakah ayahku masih akan memandang rendah kamu!”
Mona merangkul Billy dengan senang dan berjalan bersama menuju parkiran mobil!
Di sisi lainnya, Aron yang sudah sampai dirumah langsung ditanyai dengan panik oleh Sheli : “Aron, bagaimana wawancaranya? Apa jabatan yang diberikan kepadamu?”
“Bu, wawancaranya sangat sukses, saya menjabat sebagai staf pemasaran, pekerjaannya lumayan….”
Aron tersenyum santai.
“Wah, kalau begitu baguslah, kamu bisa langsung menjadi seorang staf pemasaran benar-benar berkat Mona, nanti kalau ada waktu kita harus berterimakasih kepada dia, kamu sudah mendapatkan pekerjaan yang layak, ibu pun sudah lega…”
Wajah Sheli menunjukkan senyuman yang sangat puas!
Melihat wajah ibunya yang begitu bahagia, Aron juga tidak berkata apa-apa!
“Aron, mandilah dulu, lalu ganti pakaianmu dan bersiap untuk makan diluar, Paman Denny menelpon dan menyuruh kita untuk makan bersama….”
Wahyu yang berjalan masuk dengan ponsel ditangannya berkata kepada Aron.
“Wahyu, kenapa Denny mentraktir kita untuk makan? Sesuai logika, seharusnya kita yang mentraktir mereka karena sudah membantu Aron mendapatkan pekerjaan!” Sheli bertanya dengan bingung.
“Sepertinya permasalahan piutang perusahaannya Denny sudah dilunasi seluruhnya, dan perusahaannya sudah terselamatkan…”
Wahyu berkata.
“Syukurlah kalau begitu, orang baik pasti akan mendapatkan balasan baik…”
Sheli yang mendengarnya juga ikut merasakan kebahagiaan Denny!
Setelah Aron mendengarnya, dia hanya
tersenyum lalu masuk ke kamar dan mengganti pakaiannya.
Awalnya dia berencana menelpon Jekson untuk bertanya, tapi tidak disangka bocah itu sangat efisien, sepertinya mengenai masalah piutang PT Damai Kimia, juga memerlukan bantuan Jekson untuk menagihnya, itu adalah uang Aron sendiri!
…………
Hotel Sadewa, Denny sangat bahagia, dia secara khusus memesan satu meja, dia sudah sangat lama tidak datang kesini untuk makan, karena harga makanan disini sangat mahal, ditambah lagi masalah piutang perusahaannya, membuat dia tidak selera makan diluar!
“Hotel Sadewa memang mewah, saya sepertinya baru pertama kali makan disini?”
Mona memandang hotel mewah yang ada didepannya, dia sangat bersemangat dan hampir melompat kesenangan!
“Ini adalah bisnis milik Keluarga Utomo, bisa dibilang kita ini satu bos, kalau makan disini dan menunjukkan kartu identitas kantor, saya bisa mendapatkan potongan diskon 20% persen…”
Billy berkata dengan sedikit bangga.
“Benar, kita makan disini juga termasuk menambah omset pendapatan bos!”
Mona menggandeng tangan Billy dan berjalan masuk.
Sesampainya di ruang VIP, mereka berdua masuk kedalam, pada saat itu Denny dan Anita sudah sampai!
“Halo, Paman dan Bibi…”
Saat melihat Denny dan Anita, Billy langsung menyapa dengan sungkan!
“Iya, iya…” Anita segera bangkit berdiri : “Billy, ayo cepat duduk, kita semua sudah seperti keluarga, untuk apa sesungkan itu!”