ARON

ARON
Di campakkan



“Kenapa? Ada apa sebenarnya? Kenapa Aron menjadi sehebat….”


Ronal berusaha meneriakkan kekesalannya, dia tidak mengerti, Aron hanyalah seorang Pecundang miskin, kenapa begitu banyak orang yang menghormatinya!


Piak!


Nandar kembali menampari Ronal dengan kuat, agar Ronal menutup mulutnya!


“Kuberitahu padamu, mulai hari ini kamu tidak diizinkan untuk mencari masalah dengan Aron, kalau kamu bertemu dengannya kamu harus bersikap sopan, saya tahu kamu membencinya, tapi belum terlambat untuk membalaskan dendammu setelah 10 tahun, sekarang kamu tidak sebanding dengannya, jadi lebih baik kamu menunjukkan rasa hormatmu, jangan sampai kamu terseret kedalam masalah…”


Nandar berdiri dan menegur Ronal dengan serius!


Mata Ronal berkilat dingin, lalu dia menganggukkan kepalanya, dia tidak akan membiarkan Aron begitu saja, tapi sekarang dia memang belum sebanding dengan Aron, jadi dia tidak akan gegabah untuk sementara waktu.


Kalau tidak, hanya beberapa orang yang tadi datang sudah cukup untuk menghancurkan Keluarga Jhonson dengan mudah, mereka semua bekerja sama membuat Keluarga Jhonson tidak berdaya!


Melihat Ronal akhirnya mengerti ucapannya, Nandar menghela nafas lalu menepuk pundak Ronal : “Ayo, kita pergi, semoga setelah kali ini kamu bisa menjadi lebih dewasa….”


“Kak Ronal, Kak Ronal….”


Melihat Nandar dan Ronal hendak beranjak, Santi bergegas memeluk kakinya Ronal!


Dia sekarang sudah memiliki Ronal, dan demi Ronal, dia mengkhianati Aron, kalau Ronal tidak lagi memperdulikannya, dia harus bagaimana?


Ron menatap Santi, tatapan matanya sedikit tidak rela! “Enyah….” Nandar yang ada disampingnya menendang Santi dengan kuat : “Wanita ******, sejak awal saya sudah ingin menyingkirkan sampah sepertimu…”


Sejak awal Nandar memang tidak menyetujui hubungan Ronal dan Santi, karena kedua keluarga mereka tidak sepadan, hanya saja Final bersikeras ingin menikahi Santi, dan Nandar tidak bisa berbuat apa-apa!


Sekarang, Santi mengakibatkan masalah seperti ini, bagaimana mungkin Nandar akan membiarkan Santi tetap bersama dengan Ronal!


Melihat Nandar dan Ronal yang beranjak pergi, Santi hanya bisa menangis meraung!


Di sisi lain, Aron dan Nuri sedang menuju jalan pulang, dan Aron bertanya dengan penasaran : “Bagaimana kalian bisa tahu kalau Geng Serigala Api sedang mencari gara-gara denganku?”


“Paman dan Bibi yang menelponku, setelah saya mengetahuinya saya meminta ayahku untuk menghubungi Jekson dan Tuan Kurniawan….”


Jawab Nuri!


“Ayah dan ibuku menelponmu?”


Aron tercengang!


Namun dia segera teringat pasti Mona yang memberitahukan ayah dan ibunya, lalu ayah dan ibunya yang tidak berdaya mau tidak mau harus menghubungi Nuri, karena mereka tahu bagaimanapun Nuri adalah anak orang kaya, jadi pasti memiliki kekuatan!


Dan saat mereka tiba didepan area perumahan Aron, Nuri langsung melaju pergi, dia tidak turun karena bagaimanapun kedua orang tua Aron sepertinya sedikit salah paham padanya!


Setelah Aron turun dari mobil, dan baru melangkah dua langkah, dia menyadari Yenni yang diam-diam mengamatinya sambil bersembunyi dibalik pohon besar!


Yenni melihat Aron yang menyadari keberadaannya awalnya ingin kabur, tapi Aron segera menghadangnya..“Yenni, sudah selarut ini kenapa kamu ada disini?”


Aron bertanya dengan bingung.


“Oh, tidak apa-apa, tadi saya baru makan dan keluar untuk berjalan-jalan, kamu cepat pulang, paman dan bibi sangat mengkhawatirkanmu…”


Yenni berkata dan bergegas pergi!


“Apa yang salah dengan anak ini?” Aron melihat punggung Yenni dan menggelengkan kepalanya, lalu melangkah menuju rumahnya!


Saat itu, didalam rumah Aron, Sheli sedang berlinang air mata, dan Wahyu sedang merokok, wajahnya terlihat sendu, Denny dan Mona juga ada disana, lalu Lissa juga sedang menenangkan Sheli!


“Sheli, tenang saja, Aron akan baik-baik saja, dia pasti sedang dalam perjalanan pulang!”


Lissa memang sedang menghibur Sheli, tapi wajahnya sendiri juga terlihat cemas.