
“Keduanya silahkan masuk!”
Kurniawan mengangguk sedikit pada Aron, seolah sedang menyapa!
Menurut yang dia lihat, seorang pemuda di berumur di awal dua puluhan, yang dapat dipanggil Jekson dengan sebutan tuan, seharusnya memiliki uang dan kekuasaan dari keluarganya, sehingga dia dihormati oleh Jekson, bukan karena dia memiliki keahilan dan kekuatan dari dirinya sendiri!
Jekson dan Aron masuk ke dalam rumah Kurniawan. Begitu mereka memasuki rumah itu, Aron merasakan energi yang kuat. Beberapa pohon besar yang ada di halaman menutupi sinar matahari!
Berjalan terus kedalam, air terjun palsu, pavilion, yang masing-masing memancarkan energi kuno yang kuat!
“Berapa umur pohon-pohon tua ini?”
Melihat pohon-pohon besar itu, Aron tidak bisa menahan dirinya untuk tidak bertanya.
Karena energi yang kuat itu terpancar dari pohon-pohon besar ini!
“Tuan Aron, pohon-pohon kuno ini semuanya berusia ratusan tahun. Justru karma pohon-pohon inilah, halaman kuno ini dibangun disini.”
Jekson mengikuti Aron dan menjelaskan!
Aron mengangguk sedikit, yang bisa dianggap sebagai alasan mengapa Kurniawan, seorang gubernur provinsi, memilih untuk datang ke kota Sanur kecil ini untuk menikmati masa tuanya!
Tempat ini memiliki energi yang berlimpah, yang benar-benar cocok untuk menikmati masa pensiun. Selain itu, jika anda tinggal di tempat ini untuk waktu yang lama dan menerima nutrisi dari energi itu, maka tubuh anda akan menjadi lebih muda dan kuat!
Setelah melewati koridor, Kurniawan membawa Jekson dan Aron untuk masuk ke dalam ruang tamu. Di dalam ruang tamu itu berisi beragam perabot kuno, semuanya memiliki sejarah lebih dari seratus tahun, dan bahkan ada sebuah kursi yang diukir sembilan naga besar ada di tengah ruang tamu itu! Di atas kursi naga itu diletakkan sebuah alas duduk berwarna emas, sepertinya kursi itu sangat sering diduduki oleh seseorang!
Aron mengerutkan keningnya ketika melihat kursi naga itu, dan ekspresi wajahnya terlihat berubah menjadi sedikit aneh!
“Keduanya silahkan duduk!”
Kurniawan melambaikan tangannya dengan biasa, kemudian dia sendiri berjalan dan duduk di atas kursi naga tersebut!
Setelah Jekson dan Aron duduk, Kurniawan memanggil bawahannya untuk menuangkan teh!
“Tuan Jekson, tidak mungkin anda datang tanpa menginginkan sesuatu, jika ada yang bisa saya bantu, tak usah ragu untuk mengatakannya!”
Kurniawan tahu kedatangan Jekson, pasti ada alasan untuk mencarinya!
Jekson melihat ke arah Aron, Aron berkata: “Kami tahu tuan Kurniawan suka untuk mengoleksi barang kuno, jadi kami datang ingin bertanya kepada anda apakah disini ada kuas spiritual, yang pernah digunakan oleh
penulis William Shakespeare dan batu sidebar yang terbuat dari darah hewan!
“kuas spiritual?” Kurniawan mengerutkan alisnya sambil berpikir.
“Tuan Kurniawan, pastinya kita tidak akan meminta barang itu dengan tangan kosong. Kalau tuan Kurniawan mempunyai barang itu di tempat ini, Tuan boleh membuka harga sesuka Tuan, saya, Jekson pasti tidak akan menolaknya!”
Jekson demi tidak membuat Kurniawan khawatir, dengan bergegas berkata.
“Tuan Jekson, apa yang sedang kamu katakan?” Kurniawan tertawa tipis: “Kalau saya punya barang itu, saya juga akan memberinya kepada kalian, uang bagiku apa ada artinya?”
“Benar benar benar, uang dimata tuan Kurniawan bagaikan pasir saja bukan!” Jekson terus menerus menganggukkan kepalanya.
“Karena kuas kaligrafi seperti itu adalah barang habis pakai, jadi hampir tidak mungkin untuk menyimpan kuas yang sudah digunakan, namun mengenai batu sidebar yang dibuat dari darah hewan itu, saya tidak pernah mendengarnya.” Kurniawan menggelengkan kepalanya, tetapi dia melanjutkan dan berkata: “Tapi, jika ingin mencari barang seperti itu, sepertinya di kuil-kuil akan lebih banyak daripada disini. Lagipula barang seperti itu digunakan untuk mengusir setan, kuas yang mereka gunakan pasti berbau mistis!”
Ketika Kurniawan mengatakan hal tersebut, dengan seketika Aron terlihat gembira. Dia bahkan melupakan tentang hal itu. Kuas yang digunakan para ahli untuk mengusir setan, pasti memiliki unsur mistis, bahkan batu sinabar juga. Sepertinya dia bisa pergi ke kuil untuk mencarinya, untuk apa untuk mencarinya di Pasar Antik!
“Terima kasih atas nasihat dari tuan Kurniawan!” Aron berdiri dan memberikan hormat kepada Kurniawan!
“Hahaha, tidak perlu begitu segan, saya hanya berkata belaka saja!”
Kurniawan tertawa!
“Mengapa? Apakah kamu melihat kursi naga itu bukan seperti kursi biasa?” terlihat rasa bangga di wajah Kurniawan dan berkata: “Kursi ini dikirim dari luar negri dengan harga yang cukup mahal, ini adalah kursi naga yang asli, benda dari dinasti Ming, yang pernah diduduki oleh kaisar.”
Kurniawan meraba tangan kursi naga itu dengan lembut, kelihatan dia sangat memenyukainya.
Kursi naga itu adalah simbol status. Jika duduk di atas itu maka tubuh kita akan terasa sangat berwibawa. Meskipun barang koleksi Kurniawan sangat banyak, tetapi kursi naga ini adalah barang favoritnya. Hampir setiap hari dia duduk di atas kursi itu, dan merasakan martabat bak malaikat!
“Tuan Kurniawan, saya menyarankanmu sebaiknya untuk membakar kursi naga itu, bisa saja kamu akan hidup lebih lama!”
Aron berkata kepada Kurniawan.
“Apa maksud kamu?” Kurniawan mengerutkan alisnya: “Bocah sepertimu, apakah kamu sedang mengutukku untuk mati?”
Kurniawan marah. Jika bukan karena melihat adanya Jekson, Aron bahkan tidak pantas untuk masuk ke dalam kediaman Kurniawan. Bagaimana mungkin Kurniawan tidak marah, karena Aron tiba-tiba mengatakan hal bodoh itu!
“Tuan Kurniawan jangan marah. Tuan Aron bisa berkata seperti itu, pasti dia memiliki alasannya. Jekson buru-buru bangun dan menghalangi Kurniawan, lalu dia menatap Aron dan berkata: “Tuan Aron, sepertinya kamu telah melihat beberapa petunjuk, kuharap kamu bisa menjelaskannya dengan jujur. Tuan Kurniawan juga bukan orang lain!”
Tentu saja Jekson tahu bahwa Aron memiliki kemampuan. Jika tidak, dia tidak mungkin menjadi Penguasa Istana Naga!
“Kamu, jika kamu hari ini tidak bisa memberitahu saya alasan dari perkataan mu itu. Tidak ada yang bisa menyelamatkanmu!”
Kurniawan mendengus dingin, dan berdiri dari kursi naganya!
Aron tidak terburu-buru. Dia tersenyum ringan dan berkata: “Kursi naga ini adalah barang asli dari kaisar, dan juga merupakan barang dari dinasti Ming. Tapi sayang sekali kursi naga ini penuh dengan energi kebencian. Jika saya tidak salah menebak, kaisar meninggal di atas kursi Naga ini, kalau tidak, tidak akan ada energi kebencian tersebut.”
“Alasan mengapa ketika tuan Kurniawan duduk di kursi Naga itu tetapi tidak merasakan apapun adalah karena tempat ini penuh dengan energi gaib yang luar biasa, dan itu adalah energi tanah yang sementara menekan energi kebencian itu. Namun, jika energi kebencian itu keluar, jika kamu terus menyimpannya, saya takut kamu akan segera mati. Tidakkah kamu melihat bahwa kepala sembilan naga di kursi naga ini telah menjadi gelap!”
Setelah Aron selesai berkata, Kurniawan seketika gemetar. Dia bergegas untuk melihat ke arah kursi naga nya. Dia pun melihat bahwa kepala dari sembilan naga itu agak berbeda dari tempat lain, dan menjadi sedikit gelap!
“Nak, jangan menggertak ku. Kepala naga ini bisa menghitam karena dia sudah berabad-abad dan disebabkan oleh oksidasi. Apa yang kamu sebut dengan energi kebencian yang telah keluar, semua itu omong kosong!”
Kurniawan terlihat emosi dan berkata sambil memukul meja.
“Baiklah jika kamu tidak percaya!” Aron menyeringai : “Saya menyelamatkan hidupmu karena atas dasar kamu mengingatkanku tadi, tapi kamu tidak menghargainya. Ini mungkin takdirmu. Meskipun kamu merasa sehat sekarang, tetapi kamu mimpi buruk setiap malam. Kamu bermimpi dijerat oleh ular piton dan akhirnya tercekik dan kamu bangun. Kamu telah memiliki mimpi seperti itu setidaknya sudah selama 1 bulan!”
Setelah Aron mengatakan hal itu, dia pun berbalik badan dan pergi!
“Tuan Aron!” Jekson tampak malu dan bergegas untuk mengejarnya!
Saat itu, Kurniawan terlihat tercengang ditempat. Dan sekarang dia merasakan gemetar bak mengguncang air. Untuk mengetahui tentang mimpinya, dia bahkan tidak pernah membahas hal itu kepada orang lain. Tetapi mengapa Aron bisa tahu akan hal itu? Bahkan dia tahu semuanya dengan jelas?
“Tunggu sebentar!”
Kurniawan bergegas mengejar Aron.
“Kenapa? Apa yang saya katakan itu benar?”
Aron bertanya pada Kurniawan.
Kurniawan terlihat malu. Dia akhirnya mengangguk dan berkata: “Nak….apa yang dikatakan Tuan Aron itu benar. Akhir-akhir ini saya selalu dihantui oleh mimpi buruk,hampir setiap harinya. Ini telah mengganggu untuk waktu yang lama!”
“Ular piton yang ada dalam mimpimu itu adalah sembilan naga yang ada di kursi naga itu. Sekarang energi marah sembilan naga itu telah keluar, tetapi belum sepenuhnya berubah menjadi hitam. Jika semua sembilan naga itu berubah menjadi hitam, bahkan jika Dewa Penyembuh turun ke bumi, saya takut dia juga tidak bisa menyelamatkanmu!"
Aron berkata!
“Jadi, jadi apa yang harus saya lakukan sekarang?” Kurniawan sudah sepenuhnya mempercayai Aron saat ini!“ Bakakarlah kursi naga ini. Tapi kamu tidak bisa membakarnya dengan api biasa saja, tetapi harus dengan menggunakan uang kertas untuk menyalakannya, dan harus membakarnya sampai habis.” Aron berkata.
“Ini…..” Kurniawan menatap kursi naga itu. Matanya penuh dengan penyesalan. Jika dia berpikir lagi bahwa butuh banyak usaha untuk membeli kursi itu dari luar negeri, tiba-tiba harus dibakar. Kurniawan terasa sedikit enggan, oleh karena itu dia bertanya kepada Aron: “Tuan Aron, apakah ada cari lain selain dengan cara membakar kursi naga ini?.