ARON

ARON
Mendatangi Kediaman Ronal



Nuri tertegun melihat ekspresi Erick, di dalam hatinya timbul firasat yang tidak baik: “Erick Wisono ,apa maksudmu?”


“Kamu ingin tahu maksud saya?” Raut wajahnya berubah menjadi ganas dan licik: “Saya sudah lama menaksirmu, tetapi kamu sama sekali tidak memberi kesempatan kepada saya, sekarang kenapa kamu malah suka dengan seorang pria miskin, dimana kekuranganku dibandingkan Aron itu?”


Erick berteriak keras sambil mencengkeram erat-erat pundak Nuri!


“Siapa yang mengatakan semua ini kepadamu?”


Nuri akhirnya mengerti mengapa Erick yang berada jauh di Kota Taka, bisa mengetahui dengan jelas apa yang belakangan ini terjadi di Kota Sanur, pasti ada orang yang memberitahunya.


“Kamu tidak usah mengurusi masalah ini, kamu hanya perlu memberitahuku, apa kekuranganku dibandingkan orang yang bernama Aron itu?”


Tenaga di tangannya bertambah beberapa bagian sehingga menyebabkan Nuri merasa kesakitan sampai mengerutkan keningnya!


“Lepaskan saya, kamu sudah membuat saya kesakitan, kamu tidak bisa dibandingkan dengannya dalam segala hal!


Nuri memandang Erick dengan penuh kebencian!


“Wanita ******!” Erick menyebutnya, sambil memberi sebuah tamparan ke wajah Nuri, seketika pipinya menjadi merah.


“Saya beritahu kamu, hari ini saya akan membuatmu melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana yang bernama Aron itu mati di tanganku, wanita milikku, jangan harap bisa direbut oleh siapapun!”


Erick berkata sambil menggertakkan gigi dan mendelikkan matanya!


“Erick, saya tidak akan mengampunimu kalau kamu berani mengganggunya!”


Nuri berteriak dengan penuh kemarahan!


“Semakin kamu emosi, saya semakin ingin membuatnya menderita!”


Selesai berbicara, dia langsung berjalan keluar dari kamar dan mengunci pintu dari luar!


“Erick, keluarkan saya, keluarkan saya, saya tidak akan mengampunimu kalau kamu berani mengganggu Aron!”


Nuri menggedor pintu dengan sekuat tenaga, tetapi tidak mendatangkan efek apa apa.


Akhirnya dia merasa lelah sendiri, sambil bersandar di dinding diam diam berdoa untuk Aron: “Aron, semoga kamu jangan datang kemari!”


…………


Dua perusahaan properti itu sudah mencakup hampir setengah kekayaan Keluarga Jhonson, begitu saja diberikan kepada orang lain, dia merasa tidak rela tetapi sama sekali tidak berdaya!


"Untuk selanjutnya keluarga Jhonson harus pandai membawa diri di luar sana, jangan mencari masalah lagi, sekarang kondisi Keluarga Jhonson sudah tidak sama dengan dulu lagi, selain itu mengenai penempatan pegawai perlu diatur kembali!”


Nandar Jhonson yang duduk di kursi utama berkata kepada semua orang dengan wajah yang serius.


“Tuan, masalah serius Tuan, ada orang mengepung Kediaman Jhonson!


Pada saat ini, seorang bawahan terburu buru datang melapor!


“Siapa?” Nandar kelihatan sangat marah: “Walaupun Keluarga Jhonson sudah tidak sejaya dulu lagi, tetapi juga tidak bisa begitu saja ditindas orang, ayo ikut saya keluar!”


Dengan sepatah katanya, semua orang telah mengikutinya keluar untuk melihat situasi.


Baru berjalan sampai di depan pintu, Nandar sudah dibuat tertegun, wajahnya yang semula penuh dengan kemarahan seketika berubah menjadi senyum manis: “Rupanya Tuan Aron dan Tuan Jekson yang datang, ayo silahkan masuk ke dalam!”


Selesai berkata Nandar melirik bawahannya dengan tajam, sialan mengapa tidak memberi laporan yang lebih terperinci, jika dia mengetahui yang datang adalah Aron dan Tuan Jekson, dia pasti tidak berani membawa segerombolan orang menyerbu keluar dengan ganas!


Bawahannya merasa dirinya tidak bersalah, karena sebelum dia selesai melapor, Nandar telah menyerbu keluar dengan marah!


Raut wajah Aron dingin dan tidak enak dipandang, sedangkan pandangan mata Jekson mengandung hawa nafsu pembunuhan, dia bertanya kepada Nandar: “Dimana anakmu Ronal? Suruh dia menggelinding keluar!”


Mendengar perkataan itu, hati Nandar terkesiap, dia tahu pasti anaknya telah membuat masalah lagi!


​“Tuan Jekson, anak saya tidak berada di rumah, barusan saya suruh orang menghubunginya tetapi tidak berhasil.”


Nandar menyampaikan dengan gemetaran!


Barusan dia memang sudah menyuruh orang menghubungi Ronal karena mereka akan mengadakan rapat keluarga, dan Ronal harus hadir, tetapi sama sekali tidak bisa dihubungi akhirnya rapat dimulai tanpa menunggunya!


“Keparat kamu membodohi siapa?”


Jekson maju dan mencengkeram Nandar tinggi- tinggi