ARON

ARON
Diremehkan kan dan ditawari pekerjaan rendahan



“Aron, kamu kenapa kemari?”


Sedangkan Yuna yang melihat Aron langsung mengernyitkan keningnya, beberapa waktu lalu saat Jacky dan beberapa orang lainnya dipukuli oleh Aron, Yuna juga sudah tidak berani macam-macam.


“Oh, kami bertemu dengannya diluar, jadi mengajaknya masuk, lagipula kita semua kan teman, semuanya juga saling kenal!”


Benhard tersenyum santai!


Saat ini, mereka mulai menyadari keberadaan Aron yang ada dibelakang Benhard, dan setelah melihat penampilan Aron, tatapan mata mereka mulai memperlihatkan penghinaan, bahkan salah satu pemuda berdiri dan bertanya dengan semangat : Kak Aron apa kabar mu?”


Wilfred? Kamu juga datang?”


Aron melihat pemuda itu dan sedikit terkejut!Pemuda itu adalah Wilfred Collin, dia juga merupakan teman kuliah Aron dan pernah tinggal satu asrama dengan Aron, karena mereka memiliki marga yang sama, jadi hubungan mereka menjadi lebih akrab.


Hanya saja saat mereka sedang kuliah, kondisi keuangan keluarganya Wilfred tidak terlalu baik, dan sering dibantu oleh Aron, jadi Aron tidak menyangka kalau Wilfred akan ikut hadir di acara reuni, bagaimanapun tujuan dari acara reuni sudah berubah, acara reuni sekarang hanya dipergunakan sebagai ajang pamer bagi orang-orang kaya.


“Kak Aron, sudah lama sekali kita tidak bertemu, saya sangat merindukanmu, ayo cepat duduk!”


Wilfred menarik Aron duduk disampingnya, wajahnya terlihat sangat bersemangat : “Kak Aron, kamu kenapa tidak menghubungiku? Saya kan bisa mentraktirmu untuk merayakan Pertemanan kita!”


“Saya baru muncul beberapa hari, itu terlalu merepotkan, saya tidak ingin merepotkan kalian!”


Aron tersenyum, suasana hatinya jauh lebih baik, awalnya dia mengiyakan permintaan


Benhard untuk ikut acara reuni karena ingin melihat betapa sombongnya teman-teman kuliahnya ini, lalu mempermalukan mereka, namun sekarang dia bertemu dengan Wilfred, Aron merasa pilihannya untuk ikut tidak salah.


“Makan bersama dengan Gembel, benar-benar membawa sial!”


Beberapa teman kuliahnya berbisik-bisik, namun terdengar oleh semua orang!


Tentu saja Aron juga mendengarnya, dia tidak marah dan menatap temannya itu dengan tatapan dingin, sedangkan teman-teman lainnya menatap Aron dengan tatapan menghina!


“Belum!” Aron menggelengkan kepalanya.


“Bagaimana kalau kamu ikut denganku? Sekarang saya memiliki tim kontraktor kecil dibawah komandoku, dan saya adalah ketuanya, meskipun pekerjaannya berat tapi paling tidak kamu bisa menghasilkan 300-500 ribu sehari!”


Tujuan Wilfred menghadiri acara reuni kali ini juga agar dia bisa mendapatkan sedikit proyek dari teman-temannya ini!


“Wilfred, mana mungkin seorang Ketua Dewan Mahasiswa yang terhormat mau bekerja kasar seperti itu? Lagipula, kamu menyebut beberapa bawahanmu itu sebagai tim kontraktor? Dan kamu menyebut dirimu ketua? Baru memiliki beberapa buruh kasar saja mengira dirimu sudah sangat hebat?”


Benhard yang sedang menyebat sebatang rokok di mulutnya dan meletakkan kunci Mercedes dihadapannya, bertanya dengan jijik pada Wilfred.


Wilfred seketika juga tersenyum pahit dan berkata : “Kalau dibandingkan dengan Kak Benhard, saya tentu bukan siapa-siapa, kelak saya masih membutuhkan bantuan Kak Benhard untuk mendapatkan nafkah!”


Wilfred tersenyum dengan sopan dan segera membantu Benhard menyalakan sebatang rokoknya!


Benhard merasa puas dengan sikap Wilfred dan menganggukkan kepalanya : “Gampang,


Satu proyek dariku sudah cukup untuk menafkahimu selama setahun!”


“Terima kasih banyak Kak Benhard, ini kartu nama saya!”


Wilfred menyerahkan kartu namanya pada Benhard, sedangkan Benhard langsung melemparkannya keatas meja tanpa meliriknya!


Benhard menyebat rokoknya dalam-dalam lalu membuang asapnya pada Aron : “Aron, kamu dulu pernah menjadi Ketua Dewan siswa, dan saya demi teman-teman kuliah akan memberikanmu pekerjaan di perusahaanku sebagai satpam, gaji sebulan 3 juta, bagaimana? Dengan begitu saya bisa mengganti Tibetan Mastiffku yang menjaga pintu, kamu harus tahu Tibetan Mastiff-ku itu tidak murah, sayang sekali kalau disuruh menjaga pintu!”


Perkataan Benhard jelas membuat semua orang tertawa keras.


Terumata Yuna, dia tertawa paling bahagia, awalnya dia tidak suka karena Aron ikut acara reuni, namun sekarang, karena Aron sudah disini, tentu dia harus melihat Aron dipermalukan