
Mona yang mendengarnya hampir melompat kesenangan, wajahnya sangat bersemangat : “Benarkah? Tampaknya Aron tidak sepenuhnya tidak berguna juga ya.”
“Hm, dia hanya mengandalkan jalan yang sudah kita buka sebelumnya!” Billy mendengus, dia tidak akan mengakui kalau ini adalah hasil jerih payah Aron.
“Benar, kalau bukan karena kita sudah terlebih dulu membuka jalan, Aron tidak akan bisa menanda tangani kontrak ini dengan gampang….”
Mona juga segera menganggukkan kepalanya!
“Sudahlah, saya mau menyerahkan kontrak ini kepada Pak Junio, Pak Junio pasti akan memujiku, bisa saja dia memindahkanku menjadi manajer pembelian!”
Setelah berkata, Billy melangkah menuju ruangan Direktur dengan hati gembira!
Karena terlalu gembira, Billy lupa mengetuk pintu dan langsung melangkah masuk!
Pada saat itu, Junio sedang menelpon, dan melihat ada yang menerobos masuk dia langsung mematikan panggilannya!
Raut wajah Junio langsung berubah serius saat melihat Billy!
Billy seketika tersadar kalau dia sudah melakukan kesalahan, sekujur tubuhnya gemetar dan dia menunjukkan kontrak yang ada di tangannya : “Pak Junio, kami sudah berhasil menanda tangani kontrak dengan Laurents Cosmetic!”
Bagaimanapun ini adalah kontrak besar, mungkin saja Junio tidak akan marah setelah mendengarnya!
Tapi Billy salah sangka, seketika dia selesai berbicara, Junio langsung mengamuk : “Enyah, enyah dari hadapanku….”
Seketika, Junio melemparkan cangkir tehnya kearah Billy dengan kuat!
Bam…..
Mendengar suara cangkir yang pecah, Billy yang kaget langsung lari terbirit-birit!
Junio menggertakkan giginya, dan bernafas dengan kasar, sangat jelas kemarahannya sudah memuncak!
Dia sudah mendapatkan kabar kalau Aron berhasil menanda tangani kontrak dengan Laurents, awalnya dia berniat mempermalukan Aron, tapi tidak disangka yang dipermalukan malah si Ronal!
Panggilan masuk tadi juga panggilan dari Ronal, dia langsung memaki Junio, sekarang Junio sudah tidak ingin menetap di perusahaan milik Keluarga Utomo, jadi dia menghubungi Ronal untuk membuat koneksi, dan hari ini dia mengkhianati Keluarga Utomo dengan memberikan informasi mereka kepada Ronal, jadi walaupun Ronal memakinya, dia hanya bisa menahannya!
“Billy, apa kata Pak Junio? Apakah dia mengatakan berapa banyak bonusmu?”
Mona melihat Billy yang berjalan kembali segera menghampiri dengan bahagia.
“Membahas apanya, entah apa yang terjadi padanya hari ini, dia malah memakiku…”
Billy membawa kontrak itu dan kembali kedalam ruangannya dengan raut wajah tidak senang….
Mona bergegas mengikutinya kedalam ruangan untuk menghiburnya!
Sesampainya di jam istirahat, Aron membereskan barang-barangnya dan bersiap menuju kediaman Keluarga Utomo, karena dia sudah berjanji pada Nuri akan makan bersama dengannya dan Jhonatan!
“Kak Aron, karena kita berhasil menandatangani kontrak sebesar itu, ayo kita rayakan bersama, saya tahu sebuah restoran makanan barat yang ada didekat sini, makanannya sangat enak!”
Yenni menghampiri Aron dan berkata dengan wajah bahagia!
Aron tercengang lalu menjawab dengan canggung : “Saya ada sedikit urusan siang ini, kamu makan saja sendiri ya, kalau mau merayakannya, nanti malam saja kita rayakan bersama….”
Yenni yang mendengar itu hanya bisa menjawab dengan kecewa : “Baiklah…”
Melihat bayangan Aron yang berjalan keluar dari perusahaan, Yenni merasa selalu ada jarak diantara dirinya dan Aron, dia tidak bisa melihat menembus Aron, dan dia juga tidak bisa membuat jalan masuk kedalam hati Aron!
Setelah keluar dari perusahaan, Aron awalnya ingin mengendarai accord tua miliknya, tapi dia melihat tidak jauh dari sana, Nuri sedang duduk didalam mobil dan tidak berhenti menekan klakson!
Aron melihat Nuri yang datang menjemputnya langsung menyimpan kembali kunci mobilnya dan berjalan menghampiri Nuri!
“Kamu tidak sibuk? Kenapa bisa datang menjemputku?”
Setelah naik ke mobil, Aron bertanya sambil tersenyum!
“Saya kan takut kamu akan menelantarkanku, Tuan Kurniawan sudah sampai, kalau kamu sampai tidak hadir, betapa memalukannya saya….”
Setelah berkata, Nuri langsung menginjak pedal gas dan melajukan mobilnya!
Pada saat itu, Yenni sedang melihat keluar jendela dari lantai atas, dia melihat Aron naik ke sebuah mobil mewah berwarna merah, dan yang menyetir adalah seorang wanita, hanya saja karena jaraknya lumayan jauh, Yenni tidak melihat dengan jelas wajah wanita itu, dan seketika hati Yenni terasa ditarik dengan kuat!
Yenni bergumam dalam hatinya, dan matanya mulai basah!
Vila kediaman Keluarga Utomo!
Jhonatan dan Kurniawan sedang duduk di ruang tamu sambil minum teh dan berbincang-bincang!
Dulu, dengan status Jhonatan sebagai orang terkaya di Kota Sanur pun dia akan punya kesempatan untuk duduk bersama dan mengobrol dengan Kurniawan!
Tapi sekarang status Jhonatan sudah berbeda, publik sudah mengenal Juan sebagai ayah mertuanya Aron, status ini jauh lebih hebat dibandingkan statusnya sebagai orang terkaya di Kota Sanur!
Segera, Nuri dan Aron sudah tiba, saat melihat Aron, Kurniawan bergegas bangkit berdiri : “Tuan Aron….”
“Tuan Kurniawan tidak perlu sesegan itu, kamu tampaknya makin tangguh akhir-akhir ini…”
Aron tersenyum!
“Semua ini berkat Tuan Aron, kalau bukan karena Tuan Aron, energi tulang-tulang tua ku ini pasti sudah habis disedot oleh naga kebencian sejak lama!”
Kurniawan tahu Aron adalah alasan tubuhnya menjadi semakin sehat, kalau bukan karena Aron turun tangan membereskan Kursi Serigala yang dia duduki setiap harinya, dia pasti sudah mati!
“Itu karena tubuh Tuan Kurniawan yang memang tangguh….” Aron tersenyum!
“Aron, saya dengar dari Nuri, kamu sekarang bekerja di PT Damai Kimia?”
Jhonatan bertanya pada Aron.
“Iya, menjadi seorang staf pemasaran!” Aron mengangguk!
“Untuk apa sesusah itu? Waktu saya bertanya apakah kamu suka berbisnis, kamu menjawab tidak suka, sekarang malah menjadi staf pemasaran, apa kamu mau belajar dari titik paling bawah?”
Tanya Jhonatan.
Aron menggelengkan kepalanya, dia tidak tahu bagaimana dia harus menjelaskannya, saat dia pergi wawancara, dia tidak tahu kalau perusahaan itu adalah milik Keluarga Utomo, lagipula dia juga tidak berniat untuk terus bekerja disana, ini hanya permasalahan sementara untuk menenangkan kedua orang tuanya saja!
Melihat Aron tidak menjawab, Jhonatan meneruskan perkataannya : “Saya sudah mengutus orang untuk mengurusnya, mulai hari Senin nanti, jabatan Nuri sebagai direktur akan diserahkan kepadamu, lagipula Nuri hanya pergi kesana beberapa bulan sekali, kalau semuanya hanya mengandalkan Junio, saya juga tidak tenang….”
Aron yang mendengarnya seketika tercengang, dia buru-buru melambaikan tangannya : “Pak Jhonatan, saya tidak mau, saya benar-benar tidak punya waktu untuk mengurus perusahaan, menjadi staf pemasaran disana hanya untuk menenangkan kedua orang tuaku saja, saya masih punya hal penting yang harus saya urus!”
Aron tidak ingin terjerat oleh hal-hal duniawi, dia harus bergegas untuk melatih diri, kalau tidak, pada hari ke 15 bulan ke tujuh menurut penanggalan lunar, dia tidak akan bisa mencapai pulau tak bernama!
“Kamu tidak boleh menolak, masalah ini sudah saya tetapkan, saya juga tidak menyuruhmu harus berangkat kerja setiap hari, kamu urus saja urusanmu….”
Jhonatan mengira Aron hanya malu-malu, jadi menolak dengan sopan, maka dia bersikeras untuk menyerahkan perusahaan itu pada Aron!
Aron yang melihat situasi itu juga tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Hidangan sudah disiapkan, dan mereka makan sambil mengobrol!
“Tuan Kurniawan, Anda mencariku apa karena masalah Kuas Spiritual?”
Aron mengiyakan permintaan Nuri karena Nuri mengatakan Kurniawan juga mencarinya.
Kurniawan menjawab dengan canggung : “Tuan Aron, saya sudah menghubungi pemimpin itu, dia sedang dalam perjalanan pulang, seharusnya dia akan tiba dalam beberapa hari!
“Merepotkan Tuan Kurniawan ya!” Aron sekarang sudah tidak sabar ingin segera menyembuhkan mata ibunya!
“Tidak masalah, malah saya yang memerlukan bantuan Tuan Aron….”
Kurniawan berkata!
“Tuan Kurniawan, ada masalah apa? Katakan saja, kalau saya bisa membantu, saya tidak akan pernah menolak…”
Aron mengangguk!
“Tuan Aron, saya tahu Tuan Aron punya kekuatan yang tidak bisa dibayangkan orang biasa, saya punya seorang teman lama, dia dan istrinya pergi berziarah, namun saat kembali, istrinya mulai menjadi gila, dia sudah mencari banyak dokter untuk berobat, tapi tidak ada yang bisa menyembuhkannya, jadi saya ingin bertanya apakah Tuan Aron bisa menyembuhkannya….”
Setelah Kurniawan melihat bagaimana Aron membereskan naga kebencian yang ada di Kursi Naga miliknya, dia sudah sangat kagum terhadap Aron!