
“Tuan Aron, jangan berkata begitu, jangan berkata begitu, saya sebenarnya tidak melakukan apapun!” Rudi berkata dengan canggung, dan mulai mengganti sapaannya terhadap Aron!
“Kamu bisa datang kemari itu juga sudah membantuku!
Aron tidak menyalahkan Rudi yang tidak ikut turun tangan, karena menghadapi teknik sihir yang digunakan oleh Inspektur Kiri dari Lembah Ilusi, kalau Rudi ikut turun tangan itu juga namanya bunuh diri!
“Tuan Aron, saya punya sebuah pemikiran yang belum terlalu matang, saya berharap Tuan Aron mau bergabung dengan Detasemen Perlindungan Hukum, sampai saatnya saya pasti akan mengatur posisi Wakil Ketua Detasemen untuk Tuan Aron!”
Rudi berencana menarik Aron untuk bergabung dalam Detasemen Perlindungan Hukum, kalau orang seperti Aron bergabung dengan Detasemen Perlindungan Hukum, maka status Detasemen Perlindungan Hukum kedepannya akan meningkat, dan para keluarga ahli bela diri itu juga tidak akan berani memandang rendah Detasemen Perlindungan Hukum lagi!
“Saya masih punya banyak urusan, terima kasih atas niat baik Ketua Detasemen!”
Aron menggelengkan kepalanya, dia tidak akan bergabung dengan Detasemen Perlindungan Hukum, karena organisasi pemerintahan seperti ini peraturannya terlalu banyak!
“Tuan Aron, kalau Anda merasa posisi itu terlalu rendah, saya akan menyerahkan posisi saya sebagai Ketua Detasemen padamu, saya yang akan menjadi wakil ketua, dan membantu anda dari samping…..”
Rudi berkata dengan panik.
Aron menggelengkan kepalanya : “Ketua Detasemen sepertinya salah paham, sebenarnya saya memang punya banyak urusan pribadi yang harus saya selesaikan, dan tidak bisa bergabung dengan Detasemen Perlindungan Hukum, hanya saja, kalau Ketua Detasemen memerlukan bantuan apapun saya pasti akan membantu!”
Rudi yang mendengarnya seketika merasa senang : “Kalau begitu saya akan berterima kasih dulu kepada Tuan Aron, kalau Anda memerlukan Detasemen Perlindungan Hukum, saya juga tidak akan menolak!”
Dan setelah mengobrol sesaat dengan Rudi, Aron pergi dan langsung menuju ke tempat tinggal Lina!
Dia sudah menerobos untuk beberapa hari, Nuri terus tinggal di rumah Lina!
Dan setelah sampai, Aron menemukan pintu yang terkunci, sepertinya dua orang ini tidak di rumah, lalu dia menelpon dan setelah mengetahui keberadaan keduanya, Aron langsung menyusul!
Ternyata selama beberapa hari ini, Lina dan Nuri terus berbelanja setiap hari, hari ini juga demikian, mereka sedang berkeliling di pusat perbelanjaan!
“Aron………..”
Setelah Nuri melihat Aron, dia melambai-lambaikan tangannya!
Aron bergegas berlari menuju Nurj dan langsung memeluknya lalu memutarnya!
Lina yang disamping memutar matanya dengan malas!
“Kamu juga carilah seorang pacar, dengan begitu kamu juga bisa memamerkan kemesraan!”
Nuri berkata sambil tersenyum.
“Hm, saya tidak mau, mereka semuanya kasar, kalau bisa menemukan yang seperti Aron alangkah bagusnya!”
Lina mensuarakan isi hatinya.
Setelah selesai berkata, Lina merasa ada yang salah dengan ucapannya, lalu wajahnya merona merah, tanpa sadar dia sudah menganggap Aron sebagai pria idaman dalam hatinya.
Melihat Lina yang tersipu, Nuri tertawa : “Kalau kamu begitu menyukainya, bagaimana kalau kita berdua jadi pacarnya?”
Lina yang mendengarnya semakin tersipu dan memelototi Nuri : “Jangan bicara sembarangan, jangan membuat dia berbesar kepala!”
Aron yang mendengar ucapan Nuri juga kehabisan kata-kata dan hanya bisa tertawa pahit!
“Apa yang kamu tertawakan? Saya hanya bercanda, kamu menganggapnya serius?”
Melihat Aron yang tertawa, Nuri langsung bertanya balik pada Aron.
“Saya hanya akan menuruti semua perkataanmu…..” Aron tidak langsung menjawab pertanyaan Nuri, dia menghindarinya dengan cerdik dan membuat Nuri merasa puas!
Dan benar saja, setelah mendengar perkataan Aron, wajah Nuri dipenuhi senyuman : “Ayo, saya bawa kamu berkeliling…..”
Tiga orang itu berkeliling di pusat perbelanjaan, karena belum pernah berkeliling pusat perbelanjaan di Kota Taka, Aron merasa agak segar, pusat perbelanjaan ini sangat besar, dan di dalamnya menjual segala jenis barang, bakan ada tempat bermain!
Dan saat tiga orang itu berjalan ke sebuah lorong, mereka melihat ada sekelompok orang disana yang sedang berteriak, entah sedang melakukan apa!