ARON

ARON
Nuri Bahagia



“Jalan keadilan yang agung, seni derivasi surgawi, cahaya yang menghukum kejahatan!”


“Musnahkan mereka!”


Teriakan marah itu membuat cahaya itu melepaskan tekanan yang tidak terbatas, seperti matahari yang bersinar, cahaya keemasan itu melesat langsung ke kabut hitam.


Seperti tikus yang bertemu dengan kucing, seperti salju yang bertemu dengan matahari, kabut hitam yang bertemu dengan cahaya keemasan itu seketika ditelan dan langsung diserap kedalam tubuh Aron, perlu diketahui kalau semua ini akan membantu kultivasi Aron, Seni Konsentrasi Jiwa dapat memurnikan segalanya, dan ini adalah kehebatan dari Seni Konsentrasi Jiwa!


Cahaya itu menghilang dan seketika semuanya kembali normal.


Dan keheningan langsung menyelimuti ruangan itu, semua orang menatap kearah Aron!


Terutama Pemimpin Wu Wei yang seketika tersipu malu, dia mengingat penghinaannya tadi pada Aron, dan sekarang dia merasa kalau wajahnya terasa panas, dan sangat canggung!


Riko memegang Papan Tujuh Bintang dan berkata sambil memelototi Aron : “Apa….teknik apa ini? Lantas, lantas ini adalah Ilmu Dewa?”


Rasa dingin yang menusuk dan sedingin es langsung menembus tubuh Riko dan membuatnya gemetaran.


Saat ini Riko sudah tidak terlihat arogan seperti tadi, dan yang tersisa hanyalah ketakutan.


Ilmu Dewa seperti ini bahkan Kakek Gurunya pun tidak akan bisa menunjukkannya!


Riko mulai gemetaran dan dalam benaknya hanya ada satu pikiran, yaitu kabur….


Sejauh yang dia bisa!


Namun baru saja pemikiran itu terlintas di benak Riko, Aron tiba-tiba tersenyum dingin : “Kamu ingin kabur ya? Tapi sayang sekali kamu tidak akan punya kesempatan itu, berikan Papan Tujuh Bintang padaku, dan saya akan membuat kematianmu terasa lebih menyenangkan!”


Mata Riko tidak berhenti berputar, seolah sedang memikirkan sesuatu, dia melirik Papan Tujuh Bintang yang ada di tangannya dan berjuang dalam hatinya, lalu akhirnya memutuskan!


“Kamu hanya punya waktu 10 detik untuk mempertimbangkannya!”


“10!”


“9!”


“8!”


“…………”


Melihat Aron yang menghitung dengan acuh tak acuh membuat Riko semakin panik dan berkeringat dingin!


Lawan, atau tidak, hanya saja kalau memberikan Papan Tujuh Bintang kepadanya, dia akan sedikit tidak rela, dan Aron juga tidak akan melepaskannya, hanya akan membuat kematiannya terasa lebih menyenangkan.


Riko belum mau mati, dia baru memiliki kemampuan ini, dan belum puas berlagak!


Aron melontarkan kata 1 dengan santai!


“Papan Tujuh Bintang ini untukmu……”


Nico tidak berani ragu-ragu dan langsung melemparkan Papan Tujuh Bintang itu pada Aron!



Aron bangkit berdiri dan langsung meraih Papan Tujuh Bintang itu!


Nico memanfaatkan kesempatan saat Aron bangkit dan meraih Papan Tujuh Bintang itu untuk kabur, dan kecepatan larinya juga sangat cepat!


“Tuan Aron, Riko kabur…..”



Melihat Riko berlari keluar, Pemimpin Bu Xu bergegas berteriak!


“Kabur?”


​Aron menyeringai dan sekejap dia seperti sebuah peluru yang dilontarkan keluar!


Hanya beberapa detik saja, Aron kembali dengan membawa Riko yang kabur di tangannya!


Saat itu Riko yang perkasa terlihat seperti seekor anjing mati yang diangkat pulang oleh Aron!



Melihat Arok mengangkat Riko kembali dengan entengnya, semua orang kembali kaget!


Brak……


Aron melemparkan Riko keatas lantai dan menatapnya dengan acuh tak acuh, aura benci terlihat jelas pada tubuhnya, dan pandangan semua orang yang sepertinya sedang menunggunya untuk bersujud dan minta maaf!


Riko terengah-engah lalu menatap Aron dengan memelas : “Ka…Kakak seperguruan, tolong ampuni saya, saya sudah memberikan Papan Tujuh Bintang padamu, saya berharap Kakak akan mengampuniku!”


​“Mengampunimu?” Aron mencibir dan menarik Nuri yang masih tertegun : “Saat kamu berkata tidak sopan pada istriku tadi, apa kamu memikirkan akhir seperti ini? Naga memiliki sisik, dan yang menyentuhnya akan mati, dan istri saya adalah titik kelemahan saya, makanya hari ini kamu harus mati!”


Nuri melihat Aron yang menarik satu tangannya lalu menutupi satu wajahnya yang tersipu malu, nafasnya terlihat naik turun dan hatinya terasa sangat bahagia!