
Pada saat itu, diruangan manajer Restoran Lima, Ronal yang lengannya masih diperban sedang duduk bersama Hercules!
“Tuan Muda Ronal, kamu meminta orang untuk menghubungiku, apa ada urusan?”
Hercules bertanya sambil menuangkan teh untuk Ronal!
Keluarga Jhonson juga termasuk orang kaya di Kota Sanur, meskipun Geng Serigala Api tidak memerlukan Keluarga Jhonson, tapi orang kaya itu bak Dewa Uang, Hercules tahu kalau kedatangan Ronal hari ini pasti untuk mengantarkan uang padanya!
“Kak Hercules, saya mendengar kalau Kak Hercules itu sangat hebat, ternyata kabar itu memang benar, otot-otot Kak Hercules ini pasti bisa mengalahkan lima pria kekar dengan gampang!”
Ronal mulai menyanjung Hercules!
“Haha, Tuan Ronal bisa saja, kalau ada masalah, langsung sampaikan saja, kalau saya bisa membantu, saya tidak akan menolaknya…”
Hercules tertawa!
“Kak Hercules, jujur saja, saya mempunyai seorang musuh dan berharap Kak Hercules membantu saya untuk membalaskan dendam, setelah permasalahan diselesaikan, saya akan membayar 1 miliar, sekarang saya membawa 500 juta sebagai uang muka….”
Ronal berkata sambil meletakkan secarik giro dihadapan Hercules!
“Hahaha, tidak diragukan lagi memang putra orang kaya, royal sekali….” Hercules sedikit kaget, Ronal langsung membuka harga 1 miliar dengan gampang!
Namun setelah itu, senyuman Hercules tiba-tiba sirna, dan menatap Ronal dengan serius : “Saya tahu kalau Jekson berhutang budi kepada Keluarga Jhonson, kenapa kamu tidak mencarinya untuk membalas dendam kepada musuhmu? Lagipula pengawal Keluarga Jhonson juga tidak sedikit, kenapa sampai harus mencari kami Geng Serigala Api?”
“Kami Geng Serigala Api dan Geng Sanur dari dulu tidak pernah cocok, Tuan Ronal tidak mencari Gemg Sanur, malah datang pada Geng Serigala Api, bukankah ini sedikit aneh?”
Hercules tahu kalau Jekson berhutang budi pada Keluarga Jhonson, hal itu sudah bukan rahasia!
“Hm, jangan bahas Jekson yang tidak tahu balas budi itu lagi, kalau bukan karena Keluarga Jhonson, dia pasti sudah mati sejak dulu, sekarang dia malah menjadi budaknya Keluarga Utomo, dan memutuskan hubungan dengan Keluarga Jhonson!”
Ronal yang mendengar nama Jekson seketika mengamuk dan memaki : “Dan untuk para pengawal Keluarga Jhonson, saya tidak bisa menggerakkan mereka karena mereka hanya mendengar perintah ayahku, ayahku mengira saya masih memulihkan diri di rumah sakit!”
“Hehehe, baik, baik!” Hercules menganggukkan kepalanya.
“Belakangan ini Jekson memang terlihat lebih akrab dengan Keluarga Utomo! Apakah musuh Tuan Ronal adalah keturunan pejabat? Saya beritahu ya, kami Geng Serigala Api tidak akan berurusan dengan keluarga pejabat..!
Ronal menggelengkan kepalanya!
“Baiklah kalau begitu, besok saya akan menyuruh Febian membawa beberapa bawahan kami untuk mencari Tuan Ronal, karena dia musuh Tuan Ronal, biar Tuan Ronal saja yang memutuskan bagaimana mengurusnya….”
Hercules berkata dengan tenang.
“Kak Hercules, apakah bisa mengutus lebih banyak orang? Ronal yang mendengar Hercules akan mengutus belasan orang merasa tidak tenang.
Karena kekuatan Aron sangat besar, dia sudah melihat bagaimana Aron mengalahkan beberapa orang dengan sangat cepat.
“Kenapa? Apakah musuhmu sangat kuat? Belasan orang tidak cukup?”
Hercules termenung!
“Tidak, tidak sekuat itu, hanya saja membawa lebih banyak orang akan lebih baik, dengan begitu akan lebih berwibawa kan….”
Ronal sedikit waspada, dia tidak berani berkata jujur pada Hercules tentang kekuatan Aron, dia takut Hercules akan menolaknya, atau menyuruhnya membayar lebih banyak!
“Baiklah, kalau Tuan Ronal berkata seperti itu, maka saya akan mengutus 30 orang, agar Tuan Ronal terlihat lebih berwibawa, saya harap kerjasama kita akan lancar ya….”
Hercules bangkit berdiri dan menjabat tangan Ronal!
“Terima kasih Kak Hercules….”
Ronal berkata dengan bahagia.
Dan setelah keluar dari Restoran Lima, Ronal kembali ke mobilnya, Santi menunggunya didalam mobil!
“Kak Ronal, bagaimana?” Santi bertanya dengan panik.
“Hm, kita lihat saja besok, bagaimana Aron akan bersujud dan memohon ampun pada kita, saya akan menginjaknya dibawah kakiku dan menunjukkan padanya betapa hebatnya saya….”
Mata Ronal menunjukkan kilat dingin, dan tampak sangat bangga!