ARON

ARON
Di Pancing Junio Ke Restoran



“Billy, kamu harus menunjukkan kinerjamu dengan baik kali ini, kalau kamu bisa mengambil hati Pak Junio bisa saja dia memindahkanmu menjadi Manajer bagian pembelian, itu akan sangat baik…”


Mona mengingatkan Billy!


“Ya, tenang saja, saya pasti akan berusaha keras, agar bisa membeli rumah di Perumahan Bumi Sejuk untuk rumah pengantin kita…”


Billy mengangguk!


Mona yang mendengarnya langsung menunjukkan senyuman bahagia di wajahnya!


Aron yang mendengar Junio tiba-tiba ingin mentraktir mereka makan mengernyitkan keningnya, dia tahu kalau Junio pasti memanfaatkan kesempatan ini untuk melawannya.


Namun trik apapun yang digunakan Junio, Aron tidak takut sedikitpun! Seketika, para karyawan departemen pemasaran sudah selesai bersiap-siap dan berjalan keluar dari perusahaan menuju Restoran Lima!


Karena sebagian orang datang ke kantor dengan menggunakan mobil, hanya Aron dan Yenni yang menggunakan taksi!


“Yenni, ayo naik…”


Mona mengemudikan mobilnya dan melambaikan tangannya kepada Yenni!


Yenni naik ke mobilnya dan tersenyum pada Mona : “Terimakasih banyak Kak Mona…”


“Untuk apa sungkan-sungkan, duduk yang benar ya…”


Selesai berkata, Mona langsung menginjak pedal gasnya!


“Eh, Kak Mona, Kak Aron belum naik ke mobil…..”


Yenni mengira kalau Mona akan sekalian mengantar Aron, tapi tidak disangka dia langsung melajukan mobmobilnya!


“Saya tidak mau mengantarnya, membuat kotor mobilku saja, masih banyak yang menyetir, biar dia ikut orang lain saja!”


Mona berkata dengan pedas!


Yenni juga tidak mengatakan apapun lagi, masih banyak orang yang menyetir, Aron ikut siapa saja juga sama!


Dan pada saat Mona melaju pergi, orang-orang yang dibelakang juga ikut melajukan mobilnya melewati Aron, tidak ada seorang pun yang memberhentikan mobilnya dan mengajak Aron untuk naik ke mobil mereka.


Rico yang mengemudikan mobil Avanza bekas juga lewat didepan Aron, awalnya dia ingin menghentikan mobilnya dan menjemput Aron, tapi Billy yang ada dibelakangnya terus menekan klaksonnya dan membuat Rico merasa terdesak!


Rico yang terus didesak hanya bisa menatap Aron dengan pasrah dan melajukan mobilnya.


Dan saat Billy melewati Aron, dia berhenti dan menurunkan kaca mobilnya lalu berkata pada Aron dengan tatapan mengejek : “Aron, lihatlah popularitasmu sendiri, begitu menjijikkan sampai tidak ada orang yang mau mengantarmu….”


Aron hanya tersenyum sinis dan tidak mengatakan apapun!


Melihat Aron tidak mengatakan apapun, Billy menjadi lebih berpuas diri lagi : “Cepat panggil taksi, jangan lupa minta struknya dan klaim biayanya padaku besok.”


Melihat Billy yang menjadi-jadi, Aron mendengus : “Tidak perlu klaim, bisa jadi saya akan lebih dulu sampai dibanding kalian!”


“Cih, bagaimana kamu bisa sampai duluan dibanding kami? Kecuali kalau kamu terbang.”


Billy tersenyum menghina dan langsung menginjak pedal gasnya dan melajukan mobilnya dengan cepat, dia tidak mau mendengar omong kosong Aron lagi!


Setelah Billy pergi, Aron juga memusatkan energi spiritualnya pada kakinya, walaupun dia tidak bisa terbang tapi dia bisa berlari lebih cepat daripada mobil!


Dan saat Aron hendak berlari, sebuah mobil Bentley tiba-tiba berhenti didepannya, Jekson keluar dari mobil!


Aron yang melihat Jekson merasa aneh dan bertanya : “Jekson, kenapa kamu ada disini?”


“Penguasa, setelah saya menghubungi beberapa debitur, mereka terkejut dan langsung mengantarkan uang kemari tapi bagian keuangan perusahaan kalian sudah pulang, jadi tidak ada yang bisa menerima pembayaran, dan mereka memberikan uangnya kepadaku, jadi saya membawakannya kemari….”


Ternyata setelah Jekson menerima daftar yang dikirimkan oleh Aron dan menelepon orang-orang itu, mereka terkejut dan langsung membayarkan hutang mereka, karena bagian keuangan PT Damai Kimia sudah pulang, tidak ada yang bisa menerima pembayaran, jadi mereka segera membayarkannya kepada Jekson!


“Penguasa, Anda mau kemana? Apa perlu saya antar ya?” Jekson bertanya.


“Saya mau makan di Restoran Lima, kebetulan sekali, kamu antarkan saja saya….”


Dengan seperti ini Aron tidak perlu berlari lagi, lagipula energi spiritualnya belum cukup banyak saat ini, untuk melatihnya pun tidak mudah!


“Ke restoran Lima?” Jekson tercengang : “Penguasa, itu adalah bisnis milik Geng Serigala Api, Anda sudah memukuli Roney, hati-hati mereka bisa saja membalas dendam!”


Aron tidak menyangka kalau Restoran Lima adalah bisnis milik Geng Serigala Api, namun dia tidak merasa takut dan berkata dengan tenang : “Hanya kesana untuk makan, tidak aka nada masalah, kalau mereka ingin balas dendam, yang terluka pasti mereka.”


Jekson juga merasa demikian, dengan kemampuan Aron, bahkan Roney yang merupakan pemimpin Geng Serigala Api saja tidak menjadi lawannya, apalagi bawahannya yang tidak berarti itu, sama sekali bukan masalah!


Jekson membuka pintu mobil dan mempersilahkan Aron masuk, lalu melajukan mobil itu menuju Restoran Lima!


Dalam perjalanan, Billy tidak berhenti menyenandungkan lagu, hatinya merasa puas setelah melihat Aron dipermalukan, dia menjadi lebih bahagia lagi!


Namun pada saat itu, sebuah mobil melaju dengan cepat melewatinya dari samping!


“Astaga, sialan, mau mati ya….”


Setelah Billy memaki, dia melihat mobil Bentley itu dan langsung terkejut dan menutup rapat mulutnya, yang bisa memiliki mobil Bentley di Kota Sanur pasti bukan orang biasa, kalau sampai menyinggung mereka, dia bisa sial!


Pada saat Aron sedang menuju Restoran Lima, di dalam ruangan kantor mewah di Restoran Lima, seorang pria paruh baya dengan janggut sedang duduk di kursi!


Pria paruh baya itu memiliki bekas luka di sudut matanya, dan dia sedang memegang cerutu di tangannya, di belakang pria paruh


baya itu ada empat pria kekar dengan wajah yang sanggar dan dingin!


Pria paruh baya itu adalah manajer Restoran Lima, Hercules, yang juga merupakan seorang master di yayasan milik Geng Serigala Api, bisa menjadi pengurus Restoran Lima menunjukkan kalau Hercules sangat dipandang oleh Roney!


Dan dihadapan Hercules, manajer utama PT Damai Kimia, Junio, juga sedang duduk disana, tatapan mata Junior terasa sedikit canggung, di sampingnya terletak sebuah koper hitam, dan melihat orang-orang yang ada dihadapannya membuat Junio merasa gugup.


Hercules sedang merapikan cerutunya lalu menyalakannya dan berkata : “Ada urusan apa mencariku, cepat katakan!”


“Kak Hercules, saya ingin meminta bantuan Kak Hercules untuk menghabisi seseorang….” Kata Junio.


“Apa kamu tahu aturanku?” Hercules bertanya dengan tenang.


“Tahu, tentu tahu, disini ada 1 miliar, tidak kurang satu sen pun, dan orang yang ingin saya habisi juga bukan orang penting, hanya orang biasa, tidak akan ada masalah!”


Junio berkata sambil membuka koper itu dan menunjukkan tumpukan uang yang menyilaukan!


Melihat tumpukan uang didalam koper itu, Hercules menyeringai : “Baik, berikan saja data tentang orang itu kepadaku, dalam tiga hari kamu tidak akan melihatnya lagi di dunia ini….”


“Kak Hercules, saya sudah mengajak bajingan itu untuk makan di Restoran Lima, saya harap Kak Hercules bisa mencari sebuah alasan dan menghabisinya di tempat, kalau tidak saya takut orang lain akan mencurigai saya!”


Junio takut kalau kabar tentang hilangnya Aron akan membuat Nuri mencurigai dirinya, maka dia meminta agar Hercules mencari kesempatan untuk menghabisi Aron saat makan nanti, dengan begitu Nuri tidak akan mencurigai dirinya!


“Kamu memintaku untuk membunuh di Restoran Lima?” Hercules mengernyitkan keningnya : “Kamu tahu itu akan berdampak buruk pada bisnisku...“Kak Hercules, setelah masalah ini selesai saya akan memberimu tambahan sebanyak 500 juta, mohon bantuannya….”


Junio bergegas memohon!


“Baiklah, kali ini saya akan membantumu karena uang itu!” Hercules mengangguk : “Nanti saat kalian makan, saya akan mengutus orang untuk kesana.”


“Terima kasih Kak Hercules, terima kasih Kak Hercules….”


Junio terus berterima kasih, dan berbalik pergi!


Saat keluar dari ruangan Hercules, cahaya dingin terlintas di mata Junio, dia menyeringai dan bergumam : “Tunggu saja Aron, kamu pasti akan mati, saya akan membuat Nuri tidak bisa menolak...