
“Beraninya….”
Jekson yang ada disamping bergegas melangkah keluar dan bersiap melawan Pemimpin Wu Wei!
Aron adalah Calon Penguasa Pulau Naga, sebagai bawahannya Jekson tidak mungkin membiarkan orang bertindak seenaknya pada Aron.
Aron menahan Jekson : “Dia bukan lawanmu!”
Melihat sekilas saja Aron sudah tahu kalau Pemimpin itu bukanlah tandingannya Jekson.
“Kakak seperguruan, kamu jangan marah, diluar masih banyak orang yang menunggumu, kalau kamu sampai memukuli orang dan terdengar diluar, maka reputasimu akan hancur!”
Pemimpin Bu Xu mengenggam Kuas Hossu dan membujuk Pemimpin Wu Wei!
Mendengar ucapan Pemimpin Bu Xu, Pemimpin Wu Wei segera menyimpan kembali Kuas Hossunya dan mencibir : “Segera usir mereka dari sini, jangan sampai saya yang turun tangan!”
“Tuan Kurniawan, sebaiknya kalian pergi saja, mengenai Kuas Spiritual dan Batu Sinabar, saya akan mengutus orang untuk membawakannya padamu setelah putriku selesai diobati!”
Pemimpin Bu Xu berkata pada Indrawan dengan sedikit canggung.
Indrawan menatap Aron lalu bertanya : “Tuan Aron, bagaimana kalau kita pergi saja?”
Karena Pemimpin Bu Xu sudah berjanji akan memberikan Kuas Spiritual dan Batu Sinabar, maka mereka pun tidak perlu berlama-lama lagi disana!
Aron menggelengkan kepalanya : “Karena saya sudah disini, saya tidak bisa membiarkan satu nyawa melayang begitu saja dihadapanku!”
Aron berencana menyelamatkan nyawa putri dari Pemimpin Bu Xu!
Ini juga termasuk balasan baik bagi Pemimpin Bu Xu, karena dia berjanji akan memberikan Kuas Spiritual dan Batu Sinabar padanya, membuktikan kalau dia bukan orang yang jahat!
“Bocah, apa lagi maumu?”
Pemimpin Wu Wei mengernyitkan keningnya, dan menatap Aron dengan kejam!
Pemimpin Bu Xu terlihat serba salah, dia tidak tahu harus berbuat apa!
“Kamu juga tidak perlu buang-buang waktu, buktikan saja perkataanku itu benar atau tidak!”
Aron mencibir.
“Kamu hanya perlu menggunakan Giok Ruyi-mu untuk menyerap energi dingin dari tubuhnya lagi, kalau Giok Ruyi-mu hancur itu artinya perkataanku tadi benar, tapi kalau tidak, maka saya akan segera enyah dari sini!”
Aron berkata sambil menunjuk Giok Ruyi.
“Baik, saya akan memuaskan keinginanmu!”
Pemimpin Wu Wei berkata sambil mengambil Giok Rugi, dan melafalkan mantranya lalu mengetukkannya pada kening putri Pemimpin Bu Xu!
Satu ketukannya membuat Hawa Yin terlihat terserap kedalam Giok Ruyi!
Jejak penghinaan terlihat di mata Pemimpin Wu Wei, dia menatap Adon dengan sinis : “Bocah, masih tidak mau enyah? Giok Ruyi ku tidak pecah kok!”
Pemimpin Wu Wei berkata sambil mengambil Giok Ruyi dan mengetukkannya lagi pada kening putri Pemimpin Bu Xu, dan tiba-tiba suara retakan yang nyaring terdengar seperti sesuatu yang pecah!
Sesaat itu, semua orang membuka mata lebar-lebar dan menahan nafas!
Pemimpin Wu Wei gemetar, dia bergegas memeriksa Giok Ruyi dan ternyata memang ada sebuah retakan yang terlihat diatas Giok Ruyi, dan itu membuat Pemimpin Wu Wei merasa sangat menyayangkannya!
“Giok Ruyi-ku…….”
Pemimpin Wu Wei membelai Giok Ruyi itu seperti anaknya sendiri, dan sentuhan ringan pada Giok Ruyi itu langsung membuat Giok Ruyi itu hancur berkeping-keping.
“Pecah, benar-benar pecah…..”
Nuri menarik lengan Aron dengan sangat bersemangat!
Giok Ruyi itu pecah, dan membuktikan kalau perkataan Aron benar, dan ini sama seperti menampar wajah Pemimpin Wu Wei dengan keras.
Pemimpin Wu Wei memelototi Nuri, benda pusaka kesayangannya hancur dan itu membuatnya sedih, Nuri malah berteriak dan melompat kesenangan, bagaimana Pemimpin Wu Wei bisa tidak marah!
Melihat tatapan dari Pemimpin Wu Wei, Nuri terdiam tapi kebahagiaan di wajahnya sama sekali tidak disembunyikan!
“Sekarang kamu sudah percaya kan? Giok Ruyimu itu tidak bisa menahan Hawa Yin itu, kalau bukan karena tubuh kristal es yang dimiliki putri Pemimpin Bu Xu, dia tidak mungkin bertahan sampai hari ini.”
Aron berkata dengan santai.