ARON

ARON
Tinggal 1 Rumah



“Jangan terlalu percaya diri, siapa yang merindukanmu, ada sesuatu yang ingin kuberikan padamu, datanglah ke vila!”


Aron membantah.


Sebenarnya mereka berdua saling merindukan satu sama lain walaupun hanya berpisah untuk beberapa detik.


“Hm, bantah saja, apa yang ingin kamu berikan padaku? Apa kamu tidak bisa datang sendiri untuk memberikannya padaku?”


Nuri tersenyum.


“Barang ini harus kamu ambil sendiri, cepat datang kemari!”


Kata Aron, dan tanpa menunggu jawaban Nuri dia langsung mematikan teleponnya!


Sebenarnya Aron memiliki alasan sendiri menyuruh Nuri datang, dia ingin Nuri tahu kalau orang tuanya tidak di rumah dan meminta Nuri untuk tinggal bersamanya!


“Hm, anak ini sudah berani mematikan teleponku!”


Nuri cemberut, dia bangkit berdiri dan berganti pakaian lalu menyetir menuju Perumahan Bumi Sejuk!


Dan setelah tiba, Nuri berkemas lalu berjalan masuk dengan senyuman di wajahnya, karena dia tahu Aron bersama dengan orang tuanya dan kalau bertemu dengan orang tua Aron dia harus menunjukkan senyuman dan berbicara dengan sopan!


Namun saat Nuri berjalan masuk ke dalam vila, dia tidak menemukan satu orang pun di dalam ruang tamu, hanya Aron yang sedang berjalan keluar dari dapur.


Nuri melihat sekelilingnya sekilas seolah sedang mencari keberadaan orang tua Aron!


Kalau orang tua Aron ada di rumah Nuri tidak boleh terlalu sembrono!


“Tidak usah dilihat lagi, ayah dan ibuku sudah pulang ke rumah lama, tidak disini!”


Aron yang melihat Nuri seperti itu hanya tersenyum.


​“Huf…..” Nuri yang mendengarnya seketika merasa lega.


“Besar juga nyalimu berani menutup teleponku!” Nuri yang sudah tahu orang tua Aron tidak ada di rumah akhirnya menjadi dirinya sendiri, dia lalu berjalan menghampiri Aron dan menjewer telinganya.


“Aduh!” Aron meraung kesakitan dan segera minta maaf : “Saya salah, saya salah, saya tidak akan berani mematikan teleponmu lagi.”


Melihat Aron meminta ampun Nuri akhirnya melepaskan tangannya : “Apa yang mau kamu berikan kepadaku?”


Aron mengeluarkan liontin giok : “Pakailah ini, kedepannya kalau kamu berada dalam bahaya saya akan langsung tahu!”


Nuri menerima liontin giok itu dan melihat-lihat lalu bertanya dengan bingung : “Kenapa hanya setengah? Dimana setengah lagi?”


​“Dasar bodoh, setengah lagi tentu saja ada padaku!” Aron mengeluarkan kepingan liontin giok miliknya dan menyatukannya pada kepingan Nuri, dan saat liontin giok itu disatukan membentuk kepingan yang utuh, cahaya keemasan juga samar-samar terlihat.


“Kuanggap kamu punya hati nurani!” Nuri tertawa dan memakai liontin giok itu kemudian bertanya : “Paman dan bibi tidak ada di rumah, siapa yang memasak untukmu?”


“Kamu, itu sebabnya saya memanggilmu kemari!” Aron tersenyum jahat.


Nuri melirik Aron dengan malas : “Saya tidak peduli denganmu, kita juga belum menikah, saya juga bukan pacarmu, kenapa saya harus memasak untukmu!”


“Kamu sudah menerima liontin giok dariku, itu adalah tanda cinta kita berdua, saat ini kamu sudah menjadi pacarku, lalu yang memberimu tugas untuk menjagaku bukan saya yang menentukannya, itu adalah pesan dari ibuku!”


Aron berkata lalu mengeluarkan surat yang Sheli tinggalkan dan memperlihatkannya kepada Nuri!


Saat Nuri membaca hingga akhir, Sheli berkata dia ingin menggendong cucu, wajah bulatnya seketika merona, dan langsung mengembalikan surat itu kepada Aron : “Karena itu pesan dari bibi, maka saya akan tinggal disini untuk menjagamu beberapa hari, tapi sebelumnya saya tegaskan dulu, tidur di kamar masing-masing, kamu tidak boleh melakukan hal-hal jahat di malam hari!”


“Tenang saja, menurutmu apakah saya terlihat seperti orang yang akan melakukan kejahatan!” melihat Nuri bersedia tinggal Aron seketika merasa bahagia!


Saat bersama dengan Nuri, Aron adalah seorang pemuda yang dimabuk cinta, dari sisi mana juga tidak terlihat kalau dia adalah seseorang yang bisa membunuh orang lain tanpa memejamkan matanya, seseorang yang bisa membantai habis satu keturunan orang lain.


Di malam hari, Aron duduk di sofa dan perlahan-lahan menyerap energi spiritual dari langit dan bumi, meskipun energi spiritual itu sangat tipis, itu jauh lebih baik daripada tidak ada sama sekali, dan bahan obat berharga yang bisa membantu kultivasinya juga tidak selalu ada!