ARON

ARON
Mendatangi Erik



Di dalam keluarga Aston, beberapa hari ini Brad berada di dalam rumah dengan pengawasan ketat dari ayahnya, tidak membiarkan dia keluyuran!


Brad sedang menghitung waktu, dia mengerutkan keningnya: “Sudah berapa hari, mengapa tidak ada kabar sedikitpun dari Erick?”


Dalam hatinya mulai timbul kegelisahan karena sudah lewat beberapa hari, Erick masih belum menghubunginya, ini menjelaskan rencananya belum berhasil, jika berhasil berdasarkan sifat Erick yang tidak sabaran pasti sudah menuntutnya untuk menepati janji yaitu masalah penempatan perusahaan Wibowo di kota Sanur.


Tiara sedang sibuk memasak di dapur, Willy berjalan masuk dengan tergesa- gesa.


Melihat suaminya telah pulang, Tiara menjulurkan kepalanya dari dalam dapur: “Suamiku, mengapa hari ini ada waktu pulang makan siang?”


“Makan apa makan, sudah terjadi masalah, saya pulang untuk mengambil barang!”


Raut wajah Willy terlihat sangat gelisah!


“Sudah terjadi masalah apa?” Tiara berjalan keluar dari dapur.


“Ronal Jhonson sudah mati dibunuh orang, tetapi ini bukan masalah utama, yang penting sekarang putra keluarga Wisono dari Kota Taka, kakinya dipatahkan orang sekarang sedang dirawat di rumah sakit, saya rasa kali ini Keluarga Wisono pasti tidak akan menerima kenyataan ini begitu saja!”


Willy mengerutkan keningnya, kekuatan Keluarga Wisono dari Kota Taka tidak boleh dipandang enteng, mereka sangat eksis baik di bidang pemerintahan maupun urusan bisnis, kali ini putranya mengalami masalah di Kota Sanur, Ayahnya pasti tidak akan bertindak diam saja!


“Apa yang dilakukan anak itu di Kota Sanur? Siapa pula yang bernyali begitu besar, berani menyentuh Putra Keluarga Wisono?”


Tiara berseru dengan terkejut!


​Ketika Brad yang berada disana mendengar kabar ini, dia terkejut setengah mati sampai tubuhnya gemetaran, dan mukanya menjadi pucat seketika.


“Kamu jangan bertanya lagi, saya tidak bisa menjelaskan kepadamu!”


Willy mengayunkan tangannya, dia tahu pelakunya adalah Aron, tetapi dia berhutang nyawa kepada Aron sehingga tidak akan mengkhianatinya, dia akan berusaha mencari jalan untuk membantu Aron melewati masalah ini dengan aman!


“Baiklah, saya tidak akan bertanya lagi, tetapi kamu sendiri juga harus berhati-hati, jangan semua urusan dilakukan sendiri, dia berani menyentuh Keluarga Wisono, orang ini pasti berani melakukan apa saja!”


Tiara berpesan seperti itu kepada suaminya, orang yang berani bertindak kepada anggota keluarga Wisono, pasti adalah orang yang tidak takut mati, orang yang berani bermain dengan nyawa.


PRANG……….


Kata kata Tiara baru selesai diucapkan, tiba tiba terdengar suara pecahan kaca.


“Brad, ada apa denganmu?”


Tiara yang melihat tampang Brad saat itu, segera maju dan memegang keningnya: “Mengapa wajahmu begitu pucat, apakah kamu sakit?”


“Ibu, saya…..saya tidak apa apa, saya akan naik keatas!”


Tubuh Brad yang sedang gemetar bangkit berdiri, siap siap naik ke atas!


Willy mengerutkan keningnya melihat tampang Brad, dia seperti sedang berpikir!


Pada saat inilah, pintu rumah sudah didobrak orang, dan Aron berjalan masuk ke dalam.


Tubuh Aron penuh hawa nafsu membunuh, dan juga membawa bau amis darah, begitu masuk ke dalam dan melihat bayangan Brad, dia menyipitkan matanya!


“Tuan Aron……..”


Willy bertanya dengan bingung melihat kedatangan Aron dengan tubuh penuh bau amis darah!


Sedangkan Brad yang melihat kedatangan Aron langsung terduduk di lantai, terkejut sampai terkencing kencing!


Melihat putranya terkejut sampai sedemikian rupa, hati Willy sudah mulai takut, dia sepertinya sudah mengerti apa yang telah terjadi!


“Saya tanya kamu, apakah benar kamu yang mencari Erick untuk menyandera Nuri Utomo?”


Aron sama sekali tidak menghiraukan Willy, dia langsung berjalan ke depan Brad dan menuntut jawabannya.


“Apa? Erick, Erick menyandera Nuri?”


Brad membesarkan matanya, dia tidak menduga Erick berani melakukan hal ini, dengan cepat dia menggelengkan kepalanya: “Tidak, saya tidak menyuruhnya menyandera Nuri, benar saya tidak melakukannya!”


​Melihat anaknya ketakutan sampai sedemikian rupa, Tiara merasa tidak tega dan berkata kepada Aron: “Tuan Aron, apakah ada kesalahpahaman dalam hal ini?”


“Tutup mulut!” Willy berteriak terhadap istrinya, kemudian menatap tajam kearah Brad: “Saya tanya kamu, mengapa Erick bisa muncul di Kota Sanur, apakah kamu yang menyuruhnya datang?”