ARON

ARON
Tidak Akan Bisa Menangkap Aron



Aron tersenyum, dia mengangkat gelas tehnya dan meminumnya dengan pelan dan tidak mengatakan apapun lagi!



“Apa yang sedang kalian berdua bicarakan?” Pada saat itu, Nuri sudah kembali!



“Oh, tidak ada kok!” Lina segera menjawab.



Bisa dilihat kalau Lina tidak ingin Nuri tahu hal ini!



“Aron, Tuan Kurniawan memanggilmu kesana, kebetulan saya dan Lina juga ingin bernostalgia!”



Nuri berkata sambil menepuk pundak Aron.



“Oh!” Aron mengangguk dan bangkit berdiri menuju ke tempat Kurniawan!



Pada saat itu Kurniawan sedang duduk bersama seorang pria paruh baya, dua orang itu duduk di sebuah meja, dan tidak ada orang lain disana.



Dan saat Aron menghampiri, Kurniawan segera memperkenalkannya pada Aron : “Tuan Aron, ini adalah Ketua Detasemen Perlindungan Hukum dari Kota Taka, Ketua Rudi!”



“Ketua Detasemen Rudi!” Aron menyapa dengan sopan!



Rudi menganggukkan kepala dan menginstruksikan Aron untuk duduk!



“Tuan Aron, Ketua Detasemen sejak tadi menanyakan padaku hal-hal tentangmu, dan sangat kagum padamu!”



Saat baru duduk, Kurniawan kembali berkata sambil tersenyum.



Aron menyeringai dan berkata dengan sinis : “Kalau ingin menangkapku, langsung datang saja padaku, untuk apa membuat perjamuan seperti ini, pemborosan!”



Perkataan Aron seketika membuat Kurniawan tercengang, Rudi juga tercengang, dia tidak menyangka Aron sudah tahu.



“Tuan Aron, apa maksudnya ini?



Kurniawan bertanya dengan bingung.



“Saya menghabisi Keluarga Wisono, dan mereka datang kemari untuk menegakkan keadilan bagi Keluarga Wisono!”



Aron berkata dengan tenang.



Seolah menghabisi Keluarga Wisono hanyalah sebuah masalah kecil yang tidak penting di mata Aron.




Rudi melihat Aron yang langsung mengaku seketika raut wajahnya menjadi dingin.



“Benar, saya yang menghabisi mereka, kalau saya sampai tahu masih ada orang dari Keluarga Wisono yang masih hidup, saya akan membunuhnya!”



Aron berkata acuh tak acuh.



“Karena kamu sudah mengaku, maka masalah ini akan gampang diurus, setelah makan malam ikut saya pergi dengan patuh!”



Emosi Rudi meledak dan menyelimuti Aron dengan emosinya!


​Sebagai Ketua Detasemen Perlindungan Hukum, kemampuannya tentu tidak terlalu buruk!



Aron tersenyum sinis dan tatapannya tampak tidak senang : “Hanya mengandalkan kalian?”



Tiba-tiba tubuh Aron juga gemetar, auranya yang berwibawa dan bergejolak langsung menguasai aura Rudi dan menekannya, niat membunuh terlihat pada tubuh Aron dan terus meningkat, Rudi yang merasakan aura pembunuh dari tubuh Aron seketika jantungnya berdegup kencang dan wajahnya penuh keterkejutan!



“Tuan Aron, jangan marah!” Kurniawan akhirnya mengerti dan bergegas membujuk Aron lalu berkata pada Ruri : “Rudi, kalau kamu datang untuk menangkap Tuan Aron, sebaiknya kamu pergi saja, kamu tidak akan pernah bisa membawa pergi Tuan Aron, lalu anggota Keluarga Wisono sudah melakukan banyak kejahatan dan sudah sepantasnya mati sejak awal!”



“Tuan Kurniawan………..” Rudi menatap Kurniawan dengan wajah bingung.



Meskipun berstatus Ketua Detasemen Perlindungan Hukum, tapi Rudi tidak berani bersikap tidak hormat kepada Kurniawan, karena statusnya sebagai Ketua Detasemen juga merupakan bantuan dari Kurniawan, kalau tidak bagaimana mungkin Lina yang seorang detektif bisa terus berada di sisi Rudi!



Kurniawan mulai menjelaskan kepada Rudi tentang penculikan yang dilakukan Erick kepada Nuri, lalu Arka yang membawa orang ke Kota Sanur untuk membunuh Aron, dan mengenai masalah di Kota Namae, Kurniawan tidak tahu, jadi dia tidak menjelaskan hal itu kepada Rudi.



Rudi yang mendengarnya langsung terdiam, dan suasana menjadi canggung untuk sementara.



Di sisi lain, Nuri dan Lina sedang mengobrol dengan senang.



“Nuri, sudah berapa lama kamu kenal dengan Aron?”



Lina tiba-tiba bertanya pada Nuri.



“Sudah dua bulan, memang belum terlalu lama kenal!” Nuri berpikir sejenak.



“Dua bulan? Dan kalian sudah berpacaran? Apa kamu memahami sikap Aron? Apa kamu tahu dia orang seperti apa?”



Lina yang mendengar bahwa Nuri baru kenal dua bulan dengan Aron seketika langsung bergejolak.