ARON

ARON
Anak yang di pungut



“Ibu, rumah peninggalan leluhur itu akan segera dikembangkan, akan bisa menghasilkan banyak uang!”


Sebenarnya Aron tidak menginginkan uang itu, hanya saja dia tidak mau memanfaatkan Erwin sekeluarga!


“Apa? Akan dikembangkan? Benarkah?”


Sheli yang mendengarnya seketika bersemangat, kalau yang dikatakan Aron benar maka mereka bisa mendapatkan banyak uang saat menjual rumah peninggalan itu!


“Benar, semuanya sedang direncanakan, saya sudah melihat laporannya Walikota Willy!”


Aron berkata jujur.


“Aron, apa maksudmu? Jadi maksudmu saya ini sedang membohongi kalian untuk meraup keuntungan? Kamu melihatnya dalam laporan Walikota Willy? Kamu sedang membual ya, kenapa tidak sekalian kamu katakan kamu pernah makan di rumah Walikota Willy?”


Erwin menatap Aron dengan marah dan berteriak padanya.


“Saya memang pernah makan dirumah Walikota Willy!”


Aron menganggukkan kepalanya.


“Hahahaha………”


Perkataan Aron mengundang gelak tawa dari semua orang.


Bahkan Charles yang tidak berkata apapun dari tadi juga mencibir : “Saya pernah bertemu dengan banyak pembual tapi yang seperti kamu ini baru pertama kali saya temui, apa kamu tahu siapa saya? Berani mengatakan hal seperti ini didepan saya? Saya akan memberitahumu dengan jujur, sebentar lagi Walikota Willy akan datang kemari untuk makan, ayahku juga akan menemaninya, bukankah tadi kamu bilang kalau kamu pernah makan di rumah Walikota Willy? Kalau begitu saya akan mengajakmu menemuinya dan bersulang dengannya, dan lihat apakah dia mengenali siapa kamu?”


“Baik!” Aron mengangguk tanpa ragu!


​“Aron!” Sheli segera menarik lengan baju Aron, bercanda dalam hal lain tidak masalah, tapi kalau candaannya menyangkut pemimpin kota, itu namanya cari mati!


Wahyu juga berkata dengan dingin : “Aron, duduk kamu!”


Wahyu juga tidak percaya Aron pernah makan di rumah Willy, karena Aron hanyalah rakyat biasa, bisa makan dirumah Walikota adalah hal yang tidak mungkin!


Mendengar perkataan Wahyu, Aron hanya bisa duduk!


“Kakak ipar, Aron hanya sedang beromong kosong, kalau disana akan dikembangkan saya mana mungkin tidak tahu, kalau menurutku dia tidak ingin mencari pekerjaan dan tidak ingin melewati kehidupan yang baik, makanya dia berkata seperti itu, dengan statusnya sebagai seorang mantan narapidana, apa dia bisa makan bersama dirumah Walikota?” Erwin menatap Aron dengan sinis lalu melanjutkan perkataannya : “Kakak ipar, dengan status Aron, apa kamu tahu membantunya mencari pekerjaan sangat beresiko untukku? Hanya saja tidak masalah, saya akan mencarikannya pekerjaan, saya tidak akan mengambil rumah peninggalan leluhur dari kalian begitu saja, saat itu saya akan memberikan kalian 100 juta itu sudah cukup untuk biaya hidup kalian selama beberapa tahun, sewalah rumah sendiri, tidak perlu tinggal di rumah orang lagi!”


Sheli yang mendengar Erwin akan memberikan 100 juta kepada mereka seketika matanya bersinar, perlu diketahui bahwa rumah peninggalan leluhur itu sama sekali tidak berguna, dan bisa mendapatkan 100 juta dari rumah itu juga sudah bagus!


“Erwin, mendengar perkataanmu ini saya sebagai kakak iparmu juga tidak akan mengatakan apapun lagi, lagipula rumah peninggalan itu sudah sangat bobrok, kamu ambil saja!”


Sheli berkata dengan wajah gembira.


Melihat Sheli menyetujuinya, secercah kegembiraan juga terlihat di mata Erwin!


Alasan kenapa dia setuju untuk datang makan siang kali ini adalah karena masalah rumah peninggalan leluhur, lokasi itu akan segera dikembangkan dan dia sudah mendapatkan informasi dari orang dalam, asalkan bisa mendapatkan rumah peninggalan leluhur, sampai waktunya itu akan menghasilkan keuntungan baginya!


“Ibu………..”


Kening Aron mengernyit, dan dia berteriak pada Sheli!


“Sudahlah, kamu tidak perlu ikut campur, saya sudah memutuskan untuk memberikan rumah peninggalan leluhur itu kepada paman keduamu!”


Sheli mengibaskan tangannya pada Aron dan menyuruhnya untuk tidak berbicara lagi!


Wahyu yang sedang merokok disamping juga tidak mengatakan apapun, sepertinya dia juga setuju saja!


“Saya tidak setuju kalau rumah peninggalan leluhur itu diberikan kepada mereka!” Aron tiba-tiba berteriak marah!


Dia tidak pernah meneriaki ibunya sebelumnya, tapi kali ini dia tidak boleh membiarkan Erwin mencapai tujuannya!


“Aron, kamu kira kamu siapa? Kamu tidak setuju lalu bisa apa, ini adalah peninggalan keluarga Collin, apa hubungannya denganmu? Kamu hanyalah anak haram yang dipungut!”


Erwin berteriak marah dan memaki Aron!