
Pada saat ini, sebuah mobil lewat di depan mereka, jendela terbuka, wajah Aron terlihat menyeringai pada Santi dan dua temannya.
“Aron, orang yang ada di mobil itu kan Aron!”
Gusra adalah orang pertama yang melihat Aron dan berteriak.
Santi dan Yuna juga melihat Aron, lalu melihat seringaian di wajah Aron dan membuat Santi merasa jengkel!
“Bagaimana bajingan ini bisa masuk? Apakah para petugas keamanan itu semuanya tidak berguna?”
Santi mengamuk!
“Apa jangan-jangan bajingan itu benar-benar penghuni disini? Coba lihat yang menyetir itu juga petugas keamanan, mereka diantar masuk!”
Yuna mengernyitkan keningnya, dan wajahnya kebingungan.
“Mereka menuju keatas gunung, apakah mereka tinggal di vila yang ada di puncak gunung itu?”
Gusra juga mendongakkan kepalanya dan melihat mobil itu melaju menjauh, semakin lama semakin tinggi!
“Tidak mungkin, bagaimana mungkin Aron membeli rumah disini, detail keluarganya saya sangat jelas!”
Santi menyangkal , dia tahu Aron tidak mungkin punya uang untuk membeli rumah!
“Jangan-jangan itu pemberian Keluarga Utomo kepadanya? Saya ingat Tuan Jhonatan pernah mengatakan kalau Aron menyelamatkan nyawanya!”
Yuna menganalisa dengan cermat.
“Mungkin!” Gusra mengangguk : “Bocah itu entah mendapatkan keberuntungan apa, bisa bertemu dan menyelamatkan Tuan Jhonatan, kalau tidak dia pasti sudah mati di Hotel Sadewa tadi!”
Santi menggertak kan giginya, lalu membuka pintu mobil dan berkata : “Ayo kita ikuti dan lihat!”
Santi harus melihat sendiri apakah Aron benar-benar punya rumah di Perumahan Bumi Sejuk.
Santi mengikuti mereka dari belakang dengan Benz-nya, matanya menatap kearah Aron yang menuju ke puncak tertinggi!
“Rumah…..rumah Aron bukan vila yang ada di puncak tertinggi dan yang termahal itu kan?”
Yuna melihat mobil itu terus melaju kearah puncak tertinggi, wajahnya penuh keterkejutan.
“Tidak mungkin, vila dipuncak gunung itu paling mahal, harganya mencapai seratus miliar, menjual seluruh keluarga Aron pun tidak akan bisa membelinya, dan Keluarga Utomo tidak mungkin menghadiahinya rumah seharga seratus miliar!”
Gusra sedikit tidak percaya.
Tapi, segera, mobil yang ada didepan berhenti di puncak gunung, sedangkan Mercedes Benz nya Santi diberhentikan!
“Halo, Nona, maaf Anda tidak diizinkan untuk keatas, karena itu adalah area pribadi!
Seorang petugas keamanan memberhentikan mobil Santi!
Aron sudah lama menyadari kalau Santi mengikuti mereka di belakang, dan melihat mereka diberhentikan Aron menyeringai!
Setelah tiba di puncak gunung, seluruh puncak gunung dikelilingi oleh awan dan kabut, seperti negeri dongeng!
Wahyu dan Aron takjub, sedangkan Sheli tidak bisa melihat, namun dia bisa merasakan udara yang ada disekitarnya begitu segar, dan membuatnya seolah dimabuk oleh udara segar itu!
Beberapa petugas keamanan membantu Aron menurunkan barang-barang dan memindahkannya kedalam rumah, pemimpin petugas keamanan itu kembali meminta maaf pada Aron lalu pamit undur diri!
“Ibu, mulai hari ini kamu dan ayah tinggal disini saja, udara disini sangat baik, sangat cocok untuk memulihkan kesehatan!”
Aron menarik tangan Sheli, dan membawanya menuju kedalam vila!
Wahyu masuk kedalam vila dan tercengang, dia tidak pernah melihat rumah semegah ini dalam seumur hidupnya!
Wahyu menganga, dia ingin meminta maaf pada Aron, dari awal dia sudah salah paham terhadapnya, tapi tidak peduli seberapa keras dia mencoba, dia tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun.
Setelah berkeliling sebentar didalam rumah, Aron berkata : “Ayah, Ibu, ayo saya bawa kalian berkeliling diluar, sekalian untuk mengenali jalan, jangan sampai nanti kalian tersesat!”
“Baik, baik, kamu beritahu ibumu dengan baik, walaupun dia tidak bisa melihat, tapi dia bisa merasakan!”
Senyuman Sheli terlihat diwajahnya yang penuh keriput!
“Ibu, tenang saja, saya akan menyembuhkan matamu!”
Aron membawa Ayah dan Ibunya keluar dari vila dan berkeliling di puncak gunung yang diselimuti pemandangan Sejuk!
Aron memberitahukan kepada Sheli, sambil merasakan jejak kesegaran dari alam, yang juga bercampur dengan energi spiritual !
Perlu diketahui kalau pelatihan Aron membutuhkan energi spiritual, energi spiritual yang ada di puncak gunung jelas lebih kaya dibandingkan di bawah, benar-benar membantu pelatihan Aron!
“Ini benar-benar tempat yang bagus untuk berlatih!”
“Apa katamu?” Sheli bertanya.
“Oh, tidak apa-apa saya mengatakan ini benar-benar tempat yang bagus untuk beristirahat!”
Aron tersenyum datar.
Saat mereka berbalik kearah mereka datang tadi, Santi , Yuna dan Gusrs masih disana, dan saat itu mereka juga melihat Aron, tatapan mereka langsung jatuh pada Aron.
Aron menyeringai sambil menatap Santi dan yang lainnya, sebuah pintu pagar menengahi mereka, tapi pintu pagar itu juga menjadi simbol pembeda status kedua sisi itu!
Aron menatap mereka dengan jijik.
Santi melihat sikap Aron, dan menggertak kan giginya, dia tidak mengerti sama sekali bagaimana Aron bisa menjadi penghuni vila yang ada di atas gunung itu.
“Aron, temanmu ini benar-benar sangat baik, sampai meminjamkan vila sebagus ini padamu, nanti sesekali ajaklah temanmu untuk makan bersama!”
Sheli sama sekali tidak tahu kalau Santi ada dihadapan mereka dan berkata pada Aron.
“Baik!” Aron mengangguk.
“Ah, ternyata hanya rumah pinjaman, saya kira itu miliknya!”
Santi mendengarnya dan langsung merasa lega!
“Saya sudah bertanya pada temanku, katanya vila ini milik Keluarga Utomo, dan dipinjamkan kepada Aron untuk pamer!”
Gusts memegang ponselnya sambil membaca pesan yang dikirimkan padanya.
“Bocah ini, hanya menyelamatkan Tuan Jhonatan sekali dia malah berencana menjadi benalu seumur hidup pada Tuan Jhonatan ya, bahkan berani meminjam vila untuk pamer!”
Yuna tersenyum sinis.
Tiga orang itu menatap Aron dengan tatapan jijik, perasaan mereka yang merasa sangat kecil tadi seketika hilang!
“Meskipun vila ini hanya pinjaman, tapi saya masih lebih hebat dari kalian, kalau kalian bisa, naik saja kemari!”
Aron mendengar ejekan mereka bertiga, lalu berkata sambil mengaitkan jarinya terhadap mereka!
“Aron, jangan sok hebat, saya tidak percaya Keluarga Utomo akan melindungi mu seumur hidup!”
Santi menggertak kan giginya lalu berbalik pergi!
Mereka tidak suka memandang Aron sambil meninggikan kepala mereka seperti sekarang.
“Aron, kamu jangan berhubungan lagi dengan si Santi itu, wanita ular seperti dia, akan mengigit siapapun yang mendekatinya!”
Sheli yang mendengar suara Santi langsung membujuk Aron.
“Iya Bu, saya sudah tahu, ayo kita berkeliling lagi!”
Aron memapah Sheli dan melanjutkan jalan-jalan mereka, Wahyu juga melipatkan kedua tangannya dibelakang sambil berjalan!
Setelah lelah berkeliling, mereka kembali ke vila dan beristirahat, disaat itu sebuah Porsche merah berhenti didepan pintu rumah!
Aron melirik sekilas, ternyata Nuri datang!
“Nona Nuri, kenapa Anda kemari?”
Aron terkejut dan bertanya padanya.
“Jangan terus menerus memanggilku dengan sebutan Nona Nuri, cukup panggil namaku saya, Nuri!”
Nuri berkata pada Aron : “Tadi saya ditelepon petugas keamanan disini yang mencurigai kalau kamu mencuri kunci, dan menghalangi mu, saya takut ada keslah pahaman apa, jadi segera kemari!”
Aron melihat Nuri yang menyempatkan diri untuk segera kemari merasa terharu : “Tidak apa-apa, hanya keslah pahaman, sudah dijelaskan juga, tapi sebenarnya saya perlu bantuan mu!”
“Ada apa, katakan saja!” Nuri mengangguk.
“Saya memberitahu orang tua ku kalau rumah ini dipinjamkan kepadaku, karena kamu sudah kemari, sekalian bantu saya mengiyakan kalau rumah ini kamu pinjamkan kepadaku, banyak hal yang saya tidak ingin mereka tahu!”
Aron berbisik.
“Oh, gampang!”
Nuri tersenyum dan melangkah masuk kedalam vila, baru berjalan tidak jauh, dia membalikkan badan dan menatap Aron : “Coba beritahu saya, apakah saya termasuk sedang menemui calon mertua?”
“Eh……”
Aron terdiam dan mematung di tempat!.