ARON

ARON
Istana Raja Obat ingin mendekati Aron



Energi spiritual dalam tubuhnya mengalir keluar dengan deras, dan langsung masuk ke dalam tubuh Aron, lalu disempurnakan oleh Seni Konsentrasi Jiwa untuk dipakai oleh Aron sendiri!


Setelah menguras energi spiritual dalam tubuh Pelindung Kiri, Aron mengurus mayatnya dan melemparkannya ke dalam lembah!


Setelah merapikan ruangan, dia melirik ke pintu kamar yang tertutup rapat, Aron naik dan mendorong pintunya tapi pintu itu masih terkunci!


“Nuri, ini saya, sekarang sudah aman!”


Aron berkata dan mengetuk pintunya.


Nuri membuka pintu, dan wajahnya terlihat panik, dan saat melihat Aron dia langsung melemparkan diri ke dalam pelukan Aron!


Aron menepuk punggung Nuri dengan pelan, dan menghiburnya dengan lembut!


Pada saat ini, Liontin Giok yang Nuri pakai sudah kehilangan warnanya, dan kehilangan kemampuannya!


Aron mengernyitkan keningnya, dia harus mencari cara untuk membuat senjata pelindung diri yang lebih kuat lagi, kalau tidak keselamatan Nuri akan terancam.


Saat ini kelemahan Aron adalah Nuri, dia terus mengkhawatirkan keselamatan Nuri!


Di saat yang bersamaan, di aula Lembah Ilusi, Penguasa Lembah Ilusi, Picak sedang bermain catur dengan seorang pria tua, tapi tiba-tiba ada suara yang terdengar dari pot hitam miliknya, saat Picak membuka pot dia menemukan ada dua ekor kelabang yang mati lagi, dan sudah dimakan oleh kelabang lainnya!


“Sepertinya saya benar-benar meremehkan bocah itu…..”


Picak mengernyitkan keningnya.


“Ada apa? Pelindung Kiri dan Pelindung Kanan juga mati?” Pria tua itu bertanya.


Picak mengangguk, raut wajahnya sangat jelek, dan dia tidak mengatakan apa pun!


“Sepertinya orang tua seperti kita yang harus melihat langsung!” Pria tua itu berkata dan tiba-tiba melambaikan lengan bajunya, dan bidak catur yang ada di depannya juga menghilang dalam sekejap!


Pria tua itu berbalik dan pergi, sedangkan tatapan mata Picak terlintas cahaya dingin.


Di saat bersamaan, di villa Perumahan Bumi Sejuk, Nuri sudah tidur dengan lelap, satu tangannya mencengkram sudut pakaian Aron dengan erat, dia terlihat sangat ketakutan, takut kalau Aron akan pergi lagi!


Melihat Nuri seperti itu, Aron menghela nafasnya pelan, matanya penuh dengan rasa kasihan, kalau bukan karena dirinya, Nuri tidak akan mengalami keterkejutan seperti itu.


Keesokan harinya!


Lyla mengirim pesan yang mengatakan bahwa uangnya sudah ditransfer ke Istana Raja Obat, dan sekarang sedang menunggu Istana Raja Obat untuk mengirimkan barangnya!


Aron tidak membalasnya, dia berencana menggunakan beberapa hari ini untuk menemani Nuri agar dia perlahan keluar dari ketakutannya.


Di saat yang bersamaan, di Kota Tawil, Istana Raja Obat, setelah menerima uang dari Lyla, pengurus rumah, Budi, segera mencari Tuan Rumahnya, Lucas!


“Tuan Rumah, uangnya sudah ditransfer, apa kita akan mengirimkan barangnya?”


Tanya Budi.


“Tentu saja harus dikirim, dan tidak boleh kurang sedikit pun!”


Kata Lucas.


“Tuan Rumah, kenapa? Doddy sudah mati, dan uang ini dikirimkan oleh Lyla atas nama Keluarga Rangga untuk bertransaksi dengan kita, kenapa kita harus mengirimkan barang kepada mereka? Lyla itu tidak punya dukungan di Kota Dama!”


Budi terlihat bingung!


“Lyla memang tidak punya dukungan di Kota Dama, tapi di belakangnya ada seseorang yang kuat, baru berusia dua puluh tahunan saja bisa membunuh Doddy, serta Master Aring dari Lembah Ilusi, menurutmu apakah dia ahli sihir?”


Sudut bibir Lucas sedikit berkedut.


“Yang Tuan Rumah maksud adalah Aron? Saya dengar alasan kenapa dia bisa membunuh Doddy adalah karena Doddy sudah kelelahan karena bertarung dengan Calvin dan Lyla, dan Aron memanfaatkan kesempatan itu!”


Budi berkata dengan sedikit jijik, seorang pemuda yang baru berusia dua puluh tahunan walau berkultivasi dari Rahim ibunya juga tidak mungkin bisa mencapai kemampuan Master Kekuatan Batin!


“Lalu bagaimana dengan Aring dari Lembah Ilusi? Dan belum lama ini, Inspektur Kiri dari Lembah Ilusi juga dibunuh oleh Aron, ingatlah, musuh dari musuh adalah teman, cepat atau lambat kita akan bertarung dengan Lembah Ilusi, dan sekarang Aron sudah terjerembab dalam perseteruan maut dengan Lembah Ilusi, oleh karena itu kita juga harus menariknya, dia ini adalah orang jenius yang langka!”


Semakin berbicara, Lucas semakin bersemangat, dan matanya bersinar!