
“Brad Aston yang memberitahu saya semuanya, sehingga saya berada disini……….”
Erick memberitahu Nuri sambil menahan ssakitnya
Saat ini Erick masih mempunyai pertimbangan sendiri, dia sengaja menyebutkan nama Brad karena statusnya sebagai putra dari walikota, dia hendak melihat apakah Arom berani pergi mencarinya, jika Aron pergi mencari Brad maka dia bisa menonton keramaian tanpa turun tangan!
Mendengar nama Brad Aston, timbul niat membunuh di mata Aron, Nuri yang melihatnya seketika merasa menyesal dia tidak seharusnya bertanya tadi.
“Aron, masalah sudah selesai, kamu jangan mencari siapa siapa lagi!”
Nuri merasa takut Aron akan pergi mencari Brad!
“Iya!” Aron mengiyakan lalu memeluk Nuri!
Nuri menyandarkan kepalanya ke dada Aron dan merasakan kehangatannya, ada rasa aman yang tidak terkatakan menyebabkan Nuri begitu menikmatinya!
“Mulai sekarang dan seterusnya, saya tidak akan membiarkan seorangpun melukaimu, selamanya tidak akan…………”
Aron melihat Nuri yang berada dalam pelukannya dengan perasaan bersalah.
“Saya percaya kepadamu!” Nuri mengulurkan sepasang tangannya mengelilingi leher Aron, lalu memberikan sebuah kecupan di wajahnya!
Ini adalah pertama kalinya mereka melakukan tindakan yang begitu intim, walaupun sebelumnya mereka mempunyai pemahaman diam diam terhadap pasangan, saling menyukai satu sama lain, tetapi tindakan intim seperti tadi baru pertama kali terjadi!
Aron menggendong Nurk masuk ke mobil, lalu mengemudi menuju kediaman Keluarga Utomo.
Di dalam ruangan pabrik yang terbengkalai, Erick berusaha untuk bangkit berdiri, tetapi tindakkannya selalu gagal!
Melihat kakinya yang berlumuran darah, Erick berteriak dengan ganas: “Aron, saya bersumpah tidak akan melepaskanmu………”
…………
Vila kediaman Utomo, Jhonatan Utomo sudah merasa gelisah sepanjang hari, dia hidup hanya berdua dengan putrinya sehingga keselamatan Nuri lebih penting daripada nyawanya sendiri,
Dengan cepat, mobil yang dikendarai Aron sudah berhenti di depan pintu rumah, ketika Nuri turun dari mobil dia sudah melihat ayahnya berada di depan pintu, dia langsung mencampakkan diri kepada ayahnya!
“Ayah……..”
“Putriku, kamu tidak apa apa bukan?” mata Jhonatan juga basah oleh airmata, di dalam matanya juga terlintas niat membunuh: “Siapa yang melakukannya? Saya akan menghabisinya dengan segenap kemampuan Keluarga Utomo!”
“Paman, masalah sudah selesai, sisanya biar saya yang bereskan!”
Aron berkata kepada Jhonatan Utomo.
Jhonatan memandang Aron dan menganggukkan kepala: “Aron, semua aset kekayaan Keluarga Utomo akan saya serahkan kepadamu, dengan resiko apapun kamu harus memberi pelajaran kepada pihak lawan……..”
Nuri adalah segalanya bagi Jhonatan, dia dapat menahan semua masalah yang terjadi, kecuali jika ada orang yang turun tangan terhadap putrinya maka masalah ini tidak bisa diterimanya!
“Saya mengerti!” Aron menganggukkan kepalanya.
Waktu Aron naik ke mobil ingin meninggalkan tempat itu, Nuri menarik tangannya: “Aron, Ronal telah mati dan Erick juga sudah mendapatkan pelajaran, kamu jangan pergi mencari yang lain lagi.”
Nuri takut Aron akan pergi mencari Brad, kalau terjadi apa apa maka masalah akan menjadi semakin rumit!
“Tenanglah!” Aron tersenyum sambil mengelus kepala Nuri!
Setelah naik ke mobil dan meninggalkan tempat itu, Aron menelepon Jekson.
“Jekson, kamu beritahu Nandar untuk menjemput mayat anaknya, ada lagi suruh Keluarga Jhonson keluar dari Kota Sanur dalam waktu 3 hari, setelah 3 hari saya tidak ingin melihat ada seorangpun anggota Keluarga Jhonson yang berada di Kota Sanur, jika Nandar ingin membalas dendam, beritahu dia silahkan datang mencari saya kapan saja………”
Nada bicara Aron tegas dan berwibawa!
“Baiklah, serahkan kepadaku…..”
Jekson menganggukkan kepalanya!
Menghadapi Keluarga Jhonson yang sudah merosot, Jekson merasa kekuatan sendiri sudah cukup menghadapinya, lagipula dia tidak akan memberi kesempatan kepada Nandar untuk membalas dendam kepada Aron!
Sedangkan mobil Aron langsung menuju ke rumah Willy Aston, Brad Aston adalah biang keladi masalah ini, sehingga Aron tidak akan begitu saja melepaskan dia, walaupun ayahnya adalah orang nomor satu di kota Sanur, juga tidak terkecuali!