ARON

ARON
Kepala Keluarga Wisono Berakhir



“Tahan dia!” Dian berteriak!


Dua orang ahli dari Keluarga Rangga langsung melompat, walaupun mereka tahu akan dikalahkan, tapi mereka harus berusaha keras menghalangi Aron!


Aron mengulurkan tangannya dan mencengkram pergelangan dua orang ahli itu, lalu mengaktifkan Seni Konsentrasi Jiwa dan Dantiannya membentuk sebuah pusaran besar, dua orang ahli dari Keluarga Rangga seketika merasakan semua energi dalam tubuh mereka terkuras!


Dua orang ahli dari Keluarga Rangga terkejut dan ingin membebaskan diri dari jeratan Aron, tapi mereka menyadari kalau mereka sama sekali tidak bisa melepaskan diri.


Hanya dalam belasan detik, dua orang ahli dari Keluarga Rangga berubah menjadi mayat kering, mata mereka terbuka lebar, dan bahkan tidak tahu bagaimana caranya mereka mati.


“Apa…..apa yang terjadi?”


Arka terkejut.


“Setan, kamu setan, kamu bukan manusia, bukan manusia………….”


Melihat dua ahli dari Keluarga Rangga berubah menjadi mayat kering, Dian hampir gila.


Aron menatap Arka dan istrinya dengan dingin, wajahnya tidak memiliki ekspresi sedikitpun.


“Dimana wanita yang kalian tangkap?”


Aron bertanya.


“Wa….wanita!” Dian terlihat takut, dan menunjuk ke vila belakang : “Di, di dalam kamar!”


“Bawa saya kesana!” Aron berkata dengan dingin.


“Baik, baik, baik……..”


Dian mengucapkan kata baik tiga kali berturut-turut, dan tidak lagi arogan seperti sebelumnya!


​Arka dan Dian menuntun Aron dengan gemetar, saat itu mereka berdua tidak memiliki niat untuk kabur lagi, karena mereka tahu mereka sudah tidak bisa kabur!


Awalnya merekaa berpikir walau dengan sedikit kemampuan bela diri mereka, walaupun tidak bisa menang melawan Aron tapi setidaknya masih bisa melawan, namun setelah melihat adegan tadi, Arka dan Dian langsung menghilangkan pemikiran untuk menyentuh Aron!


Setelah sampai di kamar tempat Yumi dikurung, Dian membukakan pintu.


Yumi yang sedari tadi menangis mendengar suara pintu dibuka segera mengangkat kepalanya, dan saat dia melihat Aron, wajahnya langsung terlihat senang dan hatinya kembali merasakan ada harapan!


“Aron…………”


“Terima kasih, karena sudah mewakili Nuri menderita!”


Melihat Yumi yang bergegas menghampiri, Aron merasa sangat berterima kasih.


Dian sedikit bingung dan tidak mengerti maksud perkataan Aron, tapi dia juga tidak berani bertanya.


“Aron, lihatlah dia disini dan tidak terluka, masalah hari ini tidak perlu diperpanjang lagi, asalkan kamu membiarkan kami, kami akan memberikan semua yang kamu minta!”


Aeka memohon belas kasihan dari Aron dengan wajah memelas.


Aron berkata dengan dingin : “Kamu rasa saya akan percaya?”


Arka tercengang dan belum sempat dia tersadar, Aron melayangkan tinjunya dan langsung menghantam kepala Arka, kepala Arka yang dihantam seketika hancur.


Dengan kemampuan Arka, dia bahkan tidak bisa mengelak pukulan dari Aron!


Darah bercampur dengan otak, dan langsung terciprat ke wajah Dian.


“Kamu……kamu……”


Dian menatap Aron dengan marah tapi tidak bisa mengeluarkan satu kata pun.


“Tenang saja, saya tahu kalian para wanita sangat mementingkan kecantikan, saya tidak akan menghancurkan kepalamu dan akan membiarkanmu mati dengan cantik!”


Kata Aron sambil menatap Dian yang masih mengenakan masker wajah.


Setelah selesai berbicara, Aron tiba-tiba mengulurkan tangannya dan mencengkram leher Dian!


Dian berjuang mati-matian, tetapi tidak berhasil, dan akhirnya mati dicekik oleh Aron!


Melihat Arka dan Dian yang sudah mati, wajah Aron tidak berubah sama sekali, malah Yumi yang ketakutan dan memegang Aron dengan erat, sekujur tubuhnya gemetar hebat!


“Masih ada satu lagi, setelah menghabisinya saya akan membawamu pulang!”


Aron menghibur Yumi lalu berjalan menuju kamar sebelah!


​Saat itu Erick yang berada di dalam kamar sedang mengenakan headphone dan menonton video, nafsunya sudah membara tadi namun Dian malah menggagalkan rencananya jadi saat ini Erick menonton video untuk melampiaskan nafsunya!