ARON

ARON
Saudara Seperguruan Viktor



“Guru, kakak seperguruan, kalian sudah datang……..”


Victor yang melihatnya bergegas menghampiri dan menyambut mereka.


Di lorong itu juga terdapat banyak orang yang langsung menyapa lelaki tua itu saat melihatnya.


Pria tua itu hanya mengangguk kecil sebagai balasannya, tidak ada senyuman yang terlihat di wajahnya, dan dia tampak sangat arogan!


“Guru, kuperkenalkan padamu, ini adalah Tuan Aron…….”


Victor bergegas memperkenalkan lelaki tua itu pada Aron!


Aron tersenyum ringan, dan mengangguk kecil pada lelaki tua itu, namun lelaki tua itu hanya melirik Aron sekilas lalu tidak merespon, dan berkata pada Victor : “Victor, sekarang kamu adalah murid dari Kungfu Delapan Mata Angin, dan di luar kamu mewakili reputasi Kungfu Delapan Mata Angin, kenapa kamu menyapa seseorang dengan sebutan Tuan begitu saja? Bukankah itu membuat orang lain meremehkan Kungfu Delapan Mata Angin?”


Victor yang mendengarnya membuka mulut dan berkata : “Guru, bukan seperti itu, ini……..”


“Adik seperguruan Victor, nasihat yang Guru sampaikan benar sekali, kedepannya kamu akan mewakili Kungfu Delapan Mata Angin, kamu harus lebih punya harga diri, di Kungfu Delapan Mata Angin kali ini Guru ingin kamu memenangkan kejuaraan, jangan sampai kamu mempermalukan Kungfu Delapan Mata Angin!”


Kata pemuda yang bertubuh kurus dan lemah itu.


“Kakak seperguruan, Tuan Aron juga akan berpartisipasi dalam Pertemuan Seni Bela Diri kali ini, dan kejuaraan sepertinya tidak akan bisa dimenangkan oleh orang lain!”


Victor berkata dengan canggung!


Victor sudah melihat sendiri kekuatan Aron, kalau Aron ikut bertanding sudah dipastikan Aronl akan menjadi pemenangnya!


“Victor, kamu ini ketakutan setengah mati ya?” Pria tua itu mengernyitkan keningnya : “Kuberitahu padamu, kamu harus memenangkan kejuaraan kali ini, atau jangan salahkan saya mengusirmu keluar dari perguruanku!”


Lelaki tua itu mendengus dingin, dan tidak memperdulikan Victor lagi, dia langsung berjalan menuju kamar di ujung koridor, dan pemuda kurus itu mengikuti lelaki tua itu di belakang dan saat melewati Aron, tekanan kuat terasa dan langsung menekan ke arah Aron!


Aron tersenyum sinis, dia tidak bergerak dan tidak membalas menekan kembali dan membiarkan tekanan itu menekannya begitu saja, dan ekspresinya tidak menunjukkan perubahan!


Sedangkan pemuda tinggi besar itu tersenyum pada Victor : “Adik seperguruan Victor, jangan gugup, kamu tahu watak Guru, berusahalah sebisamu, dengan kemampuanmu saat ini, kamu memiliki harapan untuk menjadi pemenang!”


“Victor, kamu ini ketakutan setengah mati ya?” Pria tua itu mengernyitkan keningnya : “Kuberitahu padamu, kamu harus memenangkan kejuaraan kali ini, atau jangan salahkan saya mengusirmu keluar dari perguruanku!”


Lelaki tua itu mendengus dingin, dan tidak memperdulikan Victor lagi, dia langsung berjalan menuju kamar di ujung koridor, dan pemuda kurus itu mengikuti lelaki tua itu di belakang dan saat melewati Aron, tekanan kuat terasa dan langsung menekan ke arah Aron!


Aron tersenyum sinis, dia tidak bergerak dan tidak membalas menekan kembali dan membiarkan tekanan itu menekannya begitu saja, dan ekspresinya tidak menunjukkan perubahan!


Sedangkan pemuda tinggi besar itu tersenyum pada Victor : “Adik seperguruan Victor, jangan gugup, kamu tahu watak Guru, berusahalah sebisamu, dengan kemampuanmu saat ini, kamu memiliki harapan untuk menjadi pemenang!”


Setelah menepuk pundak Victor, pemuda tinggi besar itu juga menyusul mereka!


“Guru……..”


Victor yang melihat gurunya berjalan menuju kamar yang ada di ujung koridor seketika terkejut, dan bergegas ingin mengejar mereka karena kamar itu dia siapkan untuk Aron.


Aron mengulurkan tangannya dan menahan Victor, lalu menggelengkan kepalanya!


Dia mengerti maksud baik Victor, tapi dia juga tidak mau Victor dimarahi oleh Gurunya karena dirinya, lagipula dia tidak punya permintaan terhadap tempat tinggalnya!


“Tuan Aron, saya benar-benar minta maaf………”


Victor berkata dengan canggung.


Victor hanya bisa memesan ulang kamar untuk Aron di sebelahnya, lalu menjelaskan situasi beberapa orang kepada Aron!


Melalui penjelasan dari Victor, Aron baru tahu kalau lelaki tua itu bernama Wanto, dia merupakan pemilik dari Perguruan Kungfu Delapan Mata Angin saat ini, pemuda tinggi besar itu bernama Jerry, dan pemuda yang kurus bernama Elton, dua pemuda itu berasal dari desa yang sama dan sudah menjadi murid Wanto sejak kecil!


Setelah mengobrol dengan Aron, Victor pergi ke kamar sebelah, dan tidak lama kemudian pertengkaran terjadi!


Pendengaran Aron saat ini melebihi orang biasa, oleh karena itu dia bisa mendengar dengan jelas suara dari kamar sebelahnya!


“Adik seperguruan Victor, jangan membuat Guru marah lagi, bocah itu terlihat biasa saja, untuk apa kamu begitu takut? Belum bertarung saja sudah ketakutan setengah mati, apa ini sikap dari seorang murid Kungfu Delapan Mata Angin?”


Elton berkata dengan tajam.