ARON

ARON
Billy memanfaatkan keadaan



Dexter menjadi sosok yang penuh rasa hormat dan mencuri pandang kearah Aron!


Aron sudah menyadari Dexter yang meliriknya, dan diam-diam melambaikan tangannya untuk menyuruh Dexter keluar!


Setelah Dexter pergi, suasana di ruangan VIP tiba-tiba meledak!


“Wah, Louis XIII, ini anggur terkenal, dengar-dengar harganya mencapai ratusan juta….”


“Saya bahkan tidak pernah bermimpi akan meminum anggur mewah seperti ini!”


“Luar biasa, ini semua berkat Pak Billy, kalau bukan karena Pak Billy kita mana bisa meminum anggur sebaik ini!”


“Saya tidak akan berani meminum anggur ini, seteguk saja sudah setara dengan gajiku selama sebulan…”


Seketika, mereka semua mengerumuni anggur Louis XIII itu dengan mata mereka yang sudah hampir terlepas dari kepala mereka, bagaimanapun mereka adalah karyawan biasa, kalau bukan karena kesempatan seperti saat ini, mungkin seumur hidup mereka tidak akan pernah merasakan anggur sebaik ini.


Mata Billy juga ikut memerah, meskipun gajinya selama sebulan mencapai belasan juta tapi dia juga tidak rela mengeluarkan ratusan juta hanya untuk sebotol anggur merah, itu terlalu boros!


Tapi Billy tidak boleh menunjukkan ekspresi yang terlalu heboh, kalau tidak dia akan kehilangan muka!


“Sudahlah, untuk apa kalian mengerumuni anggur itu? Jangan membuat diri kalian terlihat kampungan, hanya Louis XIII saja tidak perlu dihebohkan…” Billy berkata dengan lagaknya : “Saya dan temanku itu juga sudah sering meminum anggur seperti ini, termasuk Remy Martin dll, sudah pernah saya cicipu…”


Billy sedang menggunakan teman khayalannya itu untuk berlagak saat ini, karena kemampuannya saat ini belum mencapai tahap dimana dia bisa sering meminum anggur Louis XIII!


“Pak Billy, temanmu itu punya bisnis apa? Sepertinya dia sangat kaya ya? Koneksinya juga luas, sampai bisa mengenal Yansen…”


Ada seseorang yang bertanya kepada Billy.


“Ah….temanku…temanku itu…” Billy terbata-bata, ini adalah teman khayalannya, dia sedang mengarang dan tiba-tiba tidak tahu bagaimana menjawab pertanyaan mendadak itu!


“Temanku itu punya bisnis ekspor impor, dia sering berada diluar negeri…” Billy yang tiba-tiba mendapat ide, segera menjelaskan!


Dengan begitu, kalau mereka ingin bertemu dengan temannya Billy, tentu akan sulit karena orangnya selalu berada di luar negeri!


Setelah mendengarnya, mereka semua langsung mengangkat dan memuji Billy dan membuatnya terbang ke langit sembilan!


Setelah membuka Louis XIII, Billy menuangkannya kedalam kecil untuk semua orang kecuali Aron, dia saja belum membuat perhitungan soal Aron yang tadi melirik tajam padanya dan mengagetkannya, bagaimana mungkin dia akan mengizinkan Aron untuk minum anggur sebaik ini, satu teguknya mencapai jutaan! Aron juga tidak mempermasalahkan hal itu, melihat sekelompok pria dewasa dengan bagian ************ celana yang basah sedang sibuk bersenang-senang bersama membuat Aron hampir tertawa terbahak-bahak!


“Yenni, sudah larut, ayo kita pulang..”


Aron berkata pada Yenni.


Yenni melirik jam lalu mengangguk.


Billy juga tidak peduli kalau Aron pergi bersama dengan Yenni, karena kehadiran Aron pun tidak ada artinya baginya!


“Mona, kamu juga jangan pulang terlalu malam, jangan membuat paman Denny mengkhawatirkanmu..”


Sambil berjalan pergi, Aron berpesan kepada Mona!


Mona seketika menunjukkan raut wajah tidak senang : “Bukan urusanmu, apa kamu ayahku ? atau ibuku? Atau tetuaku? Saya mau pulang jam berapapun tidak perlu kamu urus!”


“Aron, antarkan saja pacarmu sendiri kerumahnya, pacarku tidak perlu kamu urus, kepo sekali!”


Billy mencibir pada Aron.


Aron juga tidak mengatakan apapun lagi, dia sudah mengingatkan Mona, tapi karena Mona tidak menghiraukannya, Aron pun tidak banyak bicara lagi.


Setelah Aron dan Yenni kembali ke rumah, Lissa sedang menunggu Yenni didepan pintu perumahan!


“Bibi Lissa, saya yang mengajak Yenni untuk menghadiri acara makan malam bersama rekan kerja, besok saya akan membawa Yenni untuk wawancara di kantorku…”


Aron sibuk menjelaskan kepada Lissa!


“Tidak perlu dijelaskan, kalau kamu yang membawa Yenni, saya tidak akan khawatir, sekalipun kalian berdua menginap diluar dan tidak pulang semalaman, saya tidak akan mengatakan sepatah katapun…”


Lissa menatap Aron dengan makna tersirat dalam matanya!


Hal itu langsung membuat Aron merasa malu, Melissa terlalu terus terang!


“Ibu, bicara apa ibu ini?” wajah Yenni merona merah dan segera menarik Lissa masuk!


Setelah berjalan dua langkah, Yenni berbalik dan menatap Aron sesaat, setelah kejadian tadi, cinta Yenni kepada Aron bertambah dalam!


Keesokan paginya!


Aron membawa Yenni pergi ke perusahaan, hanya saja meskipun sudah jam kerja, tapi tidak terlihat satu orang pun, Aron dan Yenni akhirnya menunggu setengah jam lebih, dan baru mulai terlihat karyawan yang datang satu per satu!


Mata mereka semua berlingkaran mata hitam, sepertinya mereka pulang terlalu larut semalam dan membuat mereka terlambat bangun pagi ini!


Bahkan Billy juga baru datang setelah jam sepuluh lewat, dia melangkah masuk ke ruangannya sambil menguap, dan terduduk di kursinya sambil menyeduh teh untuk dirinya sendiri


“Sudah jam berapa ini, apakah ini caramu bekerja?


Aron membuka pintu ruangannya dan bertanya pada Billy.


Ini adalah perusahaan milik Nuri, jadi bisa dibilang ini juga perusahaannya, mereka datang terlambat untuk bekerja, tentu saja Aron tidak senang!


Billy mengernyitkan keningnya, lalu tiba-tiba mengamuk : “Aron, kamu kira siapa kamu? Jangan lupa sayalah manajer disini, berani sekali kamu mengurusiku, urusi saja dulu dirimu sendiri, hm…”


Saat Billy berteriak, Mona membawa Yenni masuk : “Ada apa? Pagi-pagi sudah marah-marah saja.”


“Aron ini tidak tahu diri, berani mengurusi keterlambatanku, lucu sekali!” Billy menyeringai : “Aron, tugasmu hari ini adalah menagih satu per tiga dari total piutang kita, kalau tidak berhasil menagihnya kamu harus lembur malam ini…”


Billy sedang menggunakan kekuasaannya untuk menampari Aron agar dia sadar akan posisinya, membuat Aron menyadari betapa hebatnya dia!


Aron mendengus lalu berbalik pergi, jangankan satu per tiga, Aron pasti akan menagih kembali seluruh piutang itu, dia tidak suka ada orang yang berhutang padanya!


Setelah Aron berjalan keluar, Mona meminta Billy untuk mengurus beberapa dokumen Yenni, dan menempatkan Yenni sebagai asistennya sendiri!


Mona terlihat sangat menyukai Yenni.


Sebenarnya Mona juga bukan orang yang jahat, hanya saja dia memiliki sifat seorang nona muda yang suka meremehkan orang lain, tapi kalau dilihat dari perlakuan Mona kepada Yenni, dia tidak terlihat jahat!


Setelah Billy menyelesaikan dokumen kerja Yenni, dia bersandar pada kursinya dan tidur, mereka pulang terlalu larut semalam, dan sesampainya dirumah dia harus mencuci celananya yang basah karena dikecinginya, dia tidur sangat larut!


Dan pada saat Billy sedang tidur, manajer utama perusahaan, Junio membuka pintu dan masuk, melihat Billy yang sedang tertidur, dia langsung mengernyitkan keningnya!


“Siapa yang berani masuk ke ruanganku tanpa mengetuk dulu?” Billy yang sedang tidur terbangun karena suara ribut, matanya belum terbuka tapi dia sudah memaki.


Di departemen pemasaran, dia adalah rajanya, dia tidak perlu takut pada siapapun Setelah berkata dan menyadari tidak ada yang meresponnya, Billy membuka matanya dan menemukan Junio sedang menatapnya, membuatnya terkejut dan terjatuh dari kursinya!


“Pak….Pak Junio, Anda…Kenapa Anda kemari?”


Wajah Billy dipenuhi keterkejutan, Junio sangat jarang datang ke departemen pemasaran, entah angin apa yang meniupnya kemari hari ini!


Junio hanya melirik Billy dan tidak memarahinya, sebaliknya, dia menatap para karyawan melalui jendela ruangan, dan tatapan Junio terkunci pada Aron.!