ARON

ARON
Geng Lyla sudah sepenuhnya tunduk



Lyla menggelengkan kepalanya : “Penguasa, Istana Naga Langit memiliki total 13 cabang sebagai pintu masuk, hanya saja sesama cabang kami tidak pernah saling berhubungan, oleh karena itu kami juga tidak saling mengenal, lantas Penguasa lama tidak memberitahukan padamu?”


Saat mengingat Liu, Aron hanya terdiam, Liu yang berada di dalam penjara selalu mengajarinya berlatih setiap hari, kalau tidak berlatih dia hanya minum alkohol dan tidur, entah dari mana pria tua itu mendapatkan alkohol, bahkan dia meminum setiap hari!


Dan pada akhirnya dia menyerahkan Cincin Pusaka Naga kepadanya dan tidak memberitahukan kepada Aron cincin apa itu, dan dimana cabang pintu masuk itu.


Kalau bukan karena bertemu dengan Jekson, Aron bahkan tidak tahu kalau cincin itu adalah Cincin Pusaka Naga!


“Jangan dibahas lagi!” Aron menghela nafas : “Hanya saja sekarang saya sudah menemukan dua pintu masuk, yang satu adalah Geng Lyla milik kalian, lalu yang satu lagi adalah Geng Sanur yang ada di Kota Sanur.”


“Penguasa, maksud anda adalah Ketua Mafia di Kota Sanur, Jekson?” Lyla sedikit kaget.


“Benar, itu dia!”


Aron menganggukkan kepalanya


“Ternyata Jekson dan saya sama, benar-benar tidak menyangka!” Lyla sedikit kaget dan tersenyum lalu bertanya pada Aron : “Penguasa, Anda mengatakan kalau anda dipaksa datang ke Kota Taka, apakah Anda mendapatkan masalah?”


“Saya menghabisi Keluarga Wisono, sekarang Keluarga Rangga berkata kalau mereka akan membunuh seluruh keluargaku, jadi demi keselamatan keluargaku, saya datang ke Kota Taka.”


Aron menjelaskan dengan tenang dan tersenyum.


“Nama penguasa adalah Aron?” Lyla tiba-tiba meninggikan suaranya dan terlihat sangat kaget.


“Kenapa, kamu juga mengenalku?”


Aron bertanya dengan bingung setelah melihat ekspresi Lyla.


“Tentu saja, nama Penguasa sudah menyebar ke seluruh keluarga kalangan atas Kota Taka, hampir tidak ada orang yang tidak tahu, bahkan saat pertemuan Aliansi Seni Bela Diri, Keluarga Rangga telah berkali-kali berkata dengan maksud tersirat, agar semua keluarga membantu mereka Keluarga Rangga untuk menangkapmu, lalu Keluarga Rangga juga tidak mengizinkan siapa pun ikut campur dalam seluruh bisnis Keluarga Wisono!”


“Namun semua perkataan Keluarga Rangga selalu saya anggap seperti kentut, saya akan melakukan apa yang saya mau, untuk apa saya harus berada disekitar Keluarga Rangga, saya juga sudah diam-diam mengutus seseorang untuk mengambil alih properti Keluarga Wisono, lalu saya juga sudah mengatakan kalau kami Geng Lyla sudah bertemu dengan Penguasa, siapa pun tidak boleh membantu Keluarga Rangga, keluarga Wisono itu memang pantas dibinasakan, itu karma mereka!”


“Tidak disangka, semua ini dilakukan oleh Penguasa, saya malah selalu berpikiran ingin bertemu dengan pahlawan muda itu, sekarang akhirnya sudah bertemu, namun Penguasa tidak perlu khawatir, selama Geng Lyla masih ada, kami tidak akan membiarkan Keluarga Rangga menyentuhmu sedikitpun, paling kami dan Keluarga Rangga bertarung hingga mati, siapa yang menang atau kalah juga belum bisa dipastikan!”


Melihat Lyla yang memuji dirinya, Aron merasa tidak enak hati lalu tersenyum : “Kalau saya memerlukan bantuan Geng Lyla, saya pasti akan menghubungimu, sekarang identitasku masih belum boleh diungkapkan, oleh karena itu saat berada diluar cukup panggil saya Tuan Aron saja!”


"Baik!” Lyka mengangguk!


Dan setelah berbincang dengan Lyla, Aron bersiap pulang, kalau tidak Lina pasti akan sangat khawatir!


Dan saat Aron dan Lyla berjalan keluar dari bar, orang-orang disekitar yang sudah dijaga ketat oleh anggota Geng Lyla langsung berkerumun, saat melihat Lyla keluar, Paolo bergegas menghampiri : “Master, Anda tidak apa-apa?”


“Minggir!” Lyla mendorong Paolo lalu berkata dengan penuh hormat kepada Aron : “Tuan Aron, silahkan!”


Aron mengangguk kecil dan berjalan keluar dari bar, melihat Lyla yang bersikap hormat kepada Aron, semua orang tercengang, terutama Paolo si mata satu, dagunya bahkan sudah hampir lepas.


“Seluruh anggota Geng Lyla, dengarkan perintah!”


Lyla tiba-tiba berteriak!


Brak brak…….


Seluruh anggota geng Lyla berlutut dengan satu kaki dan bersiap menerima perintah!


"Mulai hari ini dan seterusnya, semua orang harus mematuhi perintah Tuan Aron, dan siapa saja yang berani melanggar perintah akan dieksekusi ..."


“Siap laksanakan!” seluruh anggota Geng Lyla berkata serempak!


Paolo seketika gemetaran, dia terkejut dan hampir mengompol!


Setelah berdiri dengan gemetaran, Paolo tidak berani menatap Aron sama sekali.


Aron tersenyum kecil, dia menepuk pundak Paolo, dan pergi tanpa mengatakan apapun!