
“Ronal!” Nandar bergegas memapah Ronal, dan memeriksa lengan Ronal yang patah, ini akan membutuhkan beberapa bulan untuk pulih.
“Bajingan, berani memukul putraku, saya akan membunuhmu….”
Ronal awalnya hanya ingin memberi pelajaran kepada Aron, asalkan bisa membalas Aron saja sudah cukup, karena bagaimana pun resepsi pernikahan masih harus berlangsung, tapi sekarang, Nandar hanya memiliki satu tujuan yaitu membunuh Aron, kalau tidak dia pasti akan sangat malu dipermalukan seperti ini didepan orang-orang terkemuka di Kota Sanur.
Nandar mengeluarkan ponselnya dan menelpon para pengawal yang ada dirumah untuk datang kemari, pengawal-pengawal itu merupakan ahli bela diri yang dia bayar dengan harga mahal!
Mereka jauh lebih kuat dibandingkan dengan Doddy dan bawahannya, Doddy dan bawahannya hanyalah preman jalanan yang terus mengikuti Ronal dan mengambil hati Ronal, yang notabenenya adalah konglomerat generasi kedua!
Saat melihat Nandar menelpon pun Aron tidak panik, dia malah kembali duduk di kursinya, dan menyeruput tehnya, tindakan Aron membuat Ronal semakin marah, ini jelas-jelas sedang meremehkan Keluarga Jhonson!
“Ayah, bunuh dia, saya mau membunuhnya……..”
Ronal yang lengannya sudah patah berteriak penuh amarah!
“Ronal, kamu tenang saja, hari ini saya pasti akan membunuh bajingan ini dan melemparkannya ke laut untuk dimakan ikan!”
Nandar menatap putranya dengan sedih, dan berjanji padanya!
Nandar tahu kalau Aron pasti mempunyai kemampuan, maka dia tidak langsung turun tangan dan menunggu para pengawalnya tiba terlebih dulu!
Disaat itu, pintu aula pernikahan dibuka oleh seseorang, Nuri bergegas masuk kedalam dia
ingin tahu siapa yang sebenarnya membuat keributan disini!
“Paman Nandar, apa yang terjadi ?”
Setelah masuk, Nuri langsung menghampiri Nandar dan bertanya padanya.
“Bocah ini berani datang membuat onar di pernikahan putraku, bahkan memukul putraku, saya akan me mutilasinya di hotel kalian hari ini……”
Nandar menunjuk Aron yang duduk tenang menyeruput teh di mejanya.
Dan saat Nuri melihat kearahnya, dia langsung tercengang.
Bagaimana pun dia tidak habis pikir, orang yang membuat keributan adalah Aron, Aron belum pergi!
“Tuan Aron?” Nuri bertanya dengan wajah keheranan : “Mengapa kamu bisa ada disini?”
"Nona Nuri, apakah sangat aneh?” Aron tersenyum pada Nuri.
“Nuri, kamu kenal dengan orang ini?”
Nandar mengernyitkan keningnya!
“Paman Nandar, sepertinya ada ke salah pahaman disini, ini adalah Tuan Aron yang datang untuk mengobati ayahku, pasti ada ke salah pahaman!”
Nuri menjelaskan.
“Mengobati?” kerutan yang ada di kening Nandar semakin jelas terlihat!
“Kamu siapa? Bicara omong kosong apa? Bocah ini mana tahu mengobati penyakit, dia baru bebas dari penjara hari ini, penyakit apa yang bisa dia obati, saya sudah lama mengenalnya dan tidak pernah tahu kalau dia bisa mengobati penyakit, kalian jangan mau ditipu olehnya!’
Santi berteriak kesal pada Nuri.
Wajah Nuri seketika menjadi dingin, tapi saat melihat Santi yang mengenakan gaun pengantin, dia menyadari kalau Santi adalah calon menantu Keluarga Jhonson, Nuri menahan emosinya dan berkata : “Tuan Aron bisa mengobati atau tidak, saya punya pendapat saya sendiri, kamu tidak pernah mengetahuinya tidak menjamin Tuan Aron tidak bisa!”
"Diam saja kamu, bocah seperti dia kalau punya kemampuan bagaimana mungkin saya tidak tahu? Kami sudah berteman 4 tahun sejak kuliah, juga sudah berpacaran selama beberapa tahun, setiap kali saya sakit, dia selalu membawaku ke rumah sakit, suatu kali saat hujan deras, dia menggendongku ke rumah sakit, kalau dia bisa mengobati kenapa harus ke rumah sakit?”
Santi terlihat menghina, dimatanya Aron sudah tidak lagi berharga!
Mendengar ucapan Santi, Nuri menatap Aron, dan akhirnya mengerti kenapa Aron bisa membuat onar disini.
“Nuri, masalah ini kamu tidak perlu ikut campur, mengenai penyakit ayahmu, saya akan mendatangkan dokter spesialis ternama dari luar negeri, pokoknya hari ini bajingan ini harus mati!’
Nandar berkata dengan nada yang sama sekali tidak segan.
Bagaimanapun dia termasuk tetuanya Nuri, tentu dia tidak akan segan-segan!
“Tidak boleh, kalian tidak boleh menyentuh Tuan Aron……….”
Nuri langsung berjalan ke hadapan Aron dan menghalangi!
Nyawa Ayahnya masih bergantung pada bantuan Aron, Nuri tidak akan membiarkan apapun terjadi pada Aron!
Wajah Nandar menjadi dingin : “Nuri, apa kamu sedang memaksaku turun tangan?”
Aura pembunuh terlihat jelas di mata Nandar, dan saat dia menyelesaikan perkataannya, sepuluh orang pengawal yang terlihat sangar menerobos masuk, saat melihat para pengawalnya sudah tiba, tatapan Nandar pada Aron menjadi lebih dingin lagi!
“Paman Nandar, bagaimanapun juga saya tidak akan membiarkanmu menyentuh Tuan Aron!”
Setelah berkata, belasan petugas keamanan hotel juga datang menghampiri Nuri dan melindungi Nuri dengan ketat.
Suasana di aula pernikahan semakin keruh, banyak tamu-tamu yang mulai meninggalkan tempat itu karena takut situasi itu akan mempengaruhi mereka!
"Bocah sialan, kalau bukan karena ayahmu,
saya dapat dengan gampangnya menghabisi mu, cepat enyah dari hadapanku, hanya berbekal petugas keamanan mu itu mau mencoba menghalangiku?”
Nandar mengamuk, dia sama sekali tidak segan-segan pada Nurii!
Dan disaat Nandar selesai berkata, sepuluh pengawal Keluarga Jhonson terlihat semakin garang, aura garang mereka sudah cukup untuk menakuti belasan petugas keamanan hotel dan membuat mereka memucat!
Raut wajah Nuri juga terlihat jelek, tapi dia tetap melindungi Aron, tatapan matanya sangat teguh!
“Nandar, sudah setua ini masih menakuti anak-anak, sepertinya sedikit keterlaluan ya!”
Saat itu, pintu aula kembali terbuka, Jhonatan melangkah masuk dan wajahnya terlihat tidak senang.
Saat melihat Jhonatan, Nandar tersenyum sinis : “Jhonatan, tepat sekali kamu kemari, cepat bawa pergi putri kesayanganmu ini, hari ini saya mau menghabisi bajingan ini !”
Jhonatan tidak memperdulikan Nandar dan menatap kearah Aron dan berkata : “Tuan Aron, Anda pasti terkejut!”
Jhonatan membungkuk hormat pada Aron dan membuat semua orang yang melihatnya tercengang!
“Tidak apa-apa, hanya Keluarga Jhonson, masih belum cukup untuk mengagetiku!”
Aron tersenyum santai!
Ucapan Aron sekali lagi membuat Nandar semakin marah : “Bajingan, kalau saya tidak membunuhmu hari ini, Keluarga Jhonson tidak akan bisa berpijak di Kota Sanur!”
Selesai berkata Nandar langsung memerintahkan kepada para pengawalnya : “Siapa yang bisa membunuh bajingan itu akan dihadiahi 1 Miliar!”
Setelah mendengar hadiah 1 miliar, sepuluh pengawal itu menjadi semakin tergiur, mereka mengepalkan tinju mereka dengan erat!
Jhonatan berkata dengan marah : “Jangan lupa, disini adalah wilayah kekuasaan ku, hotel ku!”
Setelah suara Jhonatan terdengar, belasan petugas keamanan masuk lagi, bahkan pengurus rumah Keluarga Utomo juga kewalahan.
“Tuan besar, saya sudah melakukan sesuai dengan perintah mu, semua petugas keamanan Keluarga Utomo dan juga yang ada di pabrik sudah dipanggil kemari, para pengawal Keluarga Utomo juga sudah dalam perjalanan!”
Pengurus rumah melaporkan pada Jhonatan.
Jhonatan mengangguk, dan pengurus rumah pun mundur !
Ronal mendengar laporan pengurus rumah Keluarga Utomo dan mengernyitkan keningnya : “Jhonatan, hanya karena seorang bocah seperti ini, kamu berencana bertarung hidup dan mati denganku.
“Nandar, kalau kamu berencana membunuh Tuan Aron, maka tidak ada salahnya kalau Keluarga Utomo bertarung melawan kalian kan, kamu kira saya akan takut padamu?”
Jhonatan berkata tanpa takut.
Kekuatan Keluarga Utomo dan Keluarga Jhonson tidak beda jauh, kalau benar-benar bertarung, kedua belah pihak pasti akan mengalami kerugian yang imbang!
Para tamu seketika bersembunyi jauh-jauh, mereka membuat perhitungan mereka dalam hati, kalau Keluarga Utomo dan Keluarga Jhonson benar-benar bertarung, maka keluarga lain pasti akan diuntungkan.
Wajah Nandar memerah, aura pembunuh di matanya semakin jelas!
“Jhonatan, karena kamu memaksaku, saya juga tidak akan segan-segan lagi, ada satu hal yang kamu lupakan, yaitu hutang budi Tuan Jekson pada Keluarga Jhonson!”
Mendengar nama Tuan Jekson langsung membuat orang-orang yang ada disekitar bergidik ngeri, mereka tidak bisa menahan aura dingin yang langsung menyelimuti hati mereka.
Tuan Jekson yang mereka sebut adalah Jekson Herlambang, Penguasa Geng Sanur, Jekson Herlambang adalah Ketua Mafia yang sebenarnya di Kota Sanur!
Ada sebuah pepatah di Kota Sanur: “Lebih baik menyinggung Raja Iblis daripada menyinggung Jekson!” , kalimat ini sudah cukup untuk menjelaskan betapa berkuasanya Geng sanur di Kota Sanur!
Sedangkan pendiri Gemg Sanur itu sendiri, Jeksonn Herlambang, satu hentakan kakinya saja sudah cukup untuk membuat para petinggi Kota Sanur gemetaran!
Melihat ekspresi takut Jhonatan, Nandar tertawa terbahak-bahak: “Jhonatan, kalau kamu pergi sekarang, maka saya akan menganggap kamu tidak pernah ada disini , jangan paksa saya menelpon Tuan Jekson!”
Sudut bibir Jhonatan terus berkedut, dia ragu-ragu karena mendengar nama Tuan Jekson yang terlalu kuat untuk dilawan oleh Keluarga Utomo.
“Tuan Jhonatan, ini masalah pribadiku, saya yang akan mengurusnya, kamu bawa orang-orang mu pergi dari sini!”
Aron melihat keraguan dalam hati Jhonatan dan membuka mulut.
Jhonatan menggertak kan giginya dan berkata : “Tuan Aron, kamu adalah orang yang menyelamatkan nyawaku, kalau kamu berkata seperti ini sama saja dengan me nampari ku, kalau nanti benar-benar terjadi pertarungan, saya akan menyuruh Nuri untuk membawa Tuan Aron pergi dari sini, saat itu, baik Tuan Jekson maupun Nandar tidak mungkin berani membunuhku.”
“Ayah……” Nuri menarik lengan baju ayahnya dengan erat!
“Nuri, setelah kamu membawa Tuan Aron pergi dari sini, pergilah ke ruangan rahasia Keluarga Utomo, kamu tahu lokasinya, dan setelah situasi tenang, baru keluar!”
Jhonatan berpesan dengan serius pada Nuri.
“Jhonatan, bagaimana menurutmu? Apa saya perlu menelpon Tuan Jekson?”
Nandar melihat Jhonatan yang masih belum bersuara, dan mendesaknya.
“Nandar, Tuan Aron, saya sudah memutuskan untuk tetap tinggal……….”
Jhonatan berkata dengan teguh.
“Baik, bajingan sepertimu berani juga!” Nandar menggertak kan giginya dan langsung menghubungi Tuan Jekson!
Awalnya Nandar tidak ingin menagih hutang budi ini, dia menyisakan nya untuk dikemudian hari kalau terjadi sesuatu pada Keluarga Jhonson, dulu, ayahnya Nandar, pernah membiarkan Jekson bermalam di rumah mereka pada saat hujan lebat malam itu, dan Jekson muda pernah mengatakan kalau dia berhutang budi pada Keluarga Jhonson, dan mereka boleh mencarinya kapan saja untuk menagih hutang budi ini!
Awalnya dia menyimpan kesempatan itu untuk digunakan saat Keluarga Jhonson mengalami kesulitan besar nantinya, tapi hari ini, dengan situasi seperti sekarang, Nandar tidak akan puas kalau tidak membunuh Aron, dan kalau tidak membunuhnya, Keluarga Jhonson akan menanggung malu yang luar biasa, maka Nandar memutuskan untuk menelpon Tuan Jekson dan meminta bantuannya.
Setelah sesaat, dari luar terdengar suara langkah kaki yang ramai dan keras, tatapan semua orang beralih ke luar, dan langsung
tercengang.
Orang-orang bersetelan jas hitam terlihat membawa parang dan mengepung Hotel Sadewa, di wajah mereka aura pembunuh terlihat dengan jelas!
Melihat pemandangan ini Jhonson merasa putus asa, sepertinya Aron tidak akan bisa kabur hari ini!
Suasana genting……..
Pintu aula pernikahan dibuka, dua puluh orang yang memiliki tinggi 1,9m menerobos masuk terlebih dulu, badan mereka kekar dan wajah mereka terlihat dingin, dua puluh orang itu membentuk dua barisan dan melangkah masuk dengan kepala dan dagu terangkat, lalu dua barisan itu terbagi!
“Selamat datang Tuan Jekson…….”
Dua puluh orang itu berteriak keras, sampai-sampai mengguncang lampu yang ada di langit-langit ruangan.
“Wah hebat sekali!”
“Memang Tuan Jekson tidak diragukan lagi!”
“Diam kalian, hati-hati nyawa kalian melayang……..”
Orang-orang mulai berbisik-bisik tapi tidak butuh lama, mereka langsung terdiam!
Tatapan mereka semua tertuju pada pintu, seorang pria paruh baya yang mengenakan setelan jas senada melangkah masuk dengan sepatu kulitnya!
Sepatu kulitnya bersinar terang, sampai bayangan orang pun bisa terlihat dari permukaannya, orang ini adalah Ketua Mafia di Kota Sanur, Penguasa dari Geng Sanur!
“Tuan Jekson…..”
Nandar bergegas maju dan menyambutnya dengan penuh hormat!
“Saya sangat sibuk, siapa yang kamu mau bunuh?”
Tuan Jekson langsung menanyakan pertanyaannya.
Nandar menunjuk kearah Aron : “Itu orangnya!”
Tuan Jekson melirik sekilas kearah Aron, dia terlihat biasa-biasa saja, dan tubuhnya malah terlihat sangat lemah, tidak ada yang spesial darinya, entah kenapa Nandar ingin membunuhnya!
Tuan Jekson berjalan kearah Aron, Jhonatam dan Nuri menghalangi didepan Aron, mereka melihat Tuan Jekson yang berjalan kearah mereka dan gemetaran.
“Enyah…..”
Tuan Jekson merasa aneh melihat Jhonatan dan Nuri menghalangi didepannya!
Hanya satu kata dari Tuan Jekson berhasil membuat Jhonatan dan Nuri yang mendengarnya gemetaran dan tidak bisa bernafas.
Aron yang melihat situasi ini, langsung menarik Jhonatan dan Nuri : “Tuan Jhonatan, Nona Nuri, kalian mundur saja, ini adalah urusanku, saya yang akan menyelesaikannya!”
Aron mendorong Jhonatan dan Nuri kesamping, lalu melangkah maju berhadapan dengan Jekson!