
“Oh, manajer Wendy itu adalah orang penting, dia adalah orang yang menentukan pembangunan di daerah Kota Tuba, rumah siapa akan dihargai berapa, dan pada akhirnya semuanya butuh persetujuan darinya, asalkan dia menandatangani nya, maka bisa dibilang sudah berhasil, sekarang saya sedang mengontrak beberapa proyek yang ada di tangannya.”
Yudas menjelaskan.
“Wah, kalau begitu memang benar-benar orang penting, coba kamu lihat apakah kamu bisa berbicara pada Manajer Wendy dan membantu Aron mencari pekerjaan? Lagipula kita semua adalah keluarga.”
Bibi kedua Aron masih mengkhawatirkan masalah pekerjaan Aron!
Yudas melirik Aron dan mendengus dingin : “Kalau mengingat sikapnya tadi, saya akan malas mengurusnya, tapi untuk memberi muka kepada Shella, saya akan berbicara pada Manajer Wendy!”
Yudas berkata sambil mengangkat gelas araknya lalu berkata : “Saya akan pergi bersulang dengan Manajer Wendy, kalian minumlah sendiri!”
Setelah Yudas pergi, di dalam ruangan VIP hanya tersisa Aron sekeluarga dan keluarga bibi keduanya!
“Aron, perkataan bibi kedua memang tidak enak didengar tapi ini semua demi kebaikanmu, sekarang ayah dan ibumu tidak mempunyai pekerjaan dan hanya mengandalkanmu untuk bertahan hidup, kalau kamu tidak termotivasi kedepannya siapa yang harus mereka andalkan? Lihatlah kamu, pulang kemari saja menyewa mobil mewah, dan menyewa pacar, untuk apa? Apa gengsi sangat penting bagimu? Semua orang di desa tahu kalau kamu baru keluar dari penjara tidak lama, kamu bersikap seperti ini, orang lain akan semakin meremehkanmu!”
Bibi kedua berkata dengan getir pada Aron!
“Bibi kedua, saya…..”
“Ibu? Bicara apa kamu? Kak Nuri ini benar-benar pacarnya kak Aron, sewa apanya, untuk apa kamu mendengarkan Yudas yang bicara sembarangan!”
Shella bergegas berkata pada ibunya sendiri.
Shella tahu, kalau Nuri pasti bukan pacar sewaan Aron, karena tidak ada pacar sewaan yang akan memakai pakaian dengan merek-merek terkenal, bahkan menghadiahkan anting-anting Cartier yang tidak murah kepada dirinya, hanya saja Yudas itu tidak tahu apa-apa dan bicara sembarangan!
“Adik kedua, Nuri benar-benar pacarnya Aron, kami semua tahu hal ini!”
Sheli juga bergegas menjelaskan kepada bibi kedua Aron.
Bibi kedua Aron yang mendengarnya seketika merasa canggung, dan tersenyum bersalah pada Nuri, Nuri juga tersenyum dan tidak mengambil hati, dia tahu bibi kedua Aron melakukan ini untuk kebaikan Aron!
Bibi kedua Aron terus membujuk Aron!
“Bibi kedua, saya mengerti semua perkataanmu, jangan bicarakan masalahku dulu, mari bicarakan masalah Shella terlebih dulu!”
Aron berencana memberitahukan masalah Shella yang menyesali pernikahannya kepada beberapa tetua!
“Shella punya masalah apa?” bibi kedua Aron bertanya dengan bingung!
“Kak Aron, jangan bicara sembarangan!” Shella terkejut hingga raut wajahnya berubah.
Aron tidak memperdulikan Shella, dan terus berkata pada bibi keduanya : “Bibi kedua, Shella baru berusia 19 tahun, ini terlalu cepat untuk menikah!”
“Aduh, kamu lihat, anak ini bahkan tidak mau sekolah, tidak mau menikah lalu mau apa? Semua orang di desa seperti ini, tidak bisa dibandingkan dengan di kota!”
Bibi kedua Aron berkata sambil menghela nafas.
“Siapa yang bilang Shella tidak mau sekolah, semuanya karena Yudas membuat onar di dalam sekolah, dan membuat kepala sekolah takut menerima Shella, dan dia juga menggunakan kalian untuk mengancam dan memaksa Shella hingga tidak punya cara selain bersedia menikah dengannya, Yudas orang seperti apa, lantas kalian tidak tahu?”
Aron berkata dengan keras.
Mendengar perkataan Aron, semua orang terkejut, termasuk orang tua Aron, semuanya menatap Shella!
“Shella, apakah yang dikatakan oleh Aron benar?”
Bibi kedua Aron bertanya pada Shella.
“Ibu, kamu tidak usah mengkhawatirkan masalah ini, sekarang semuanya sudah menjadi seperti ini, benar atau tidak tidak lagi penting!”
Shella berkata dengan tidak berdaya.