
Melihat kejadian ini, Jekson terkejut dan segera menghentikan mobilnya, sedangkan Nuri juga membelalakan matanya dengan tidak percaya!
“Tolong, tolong saya…….”
Empat orang yang berada di dalam mobil, hanya tinggal pria paruh baya yang duduk di samping pengemudi yang masih bernafas dan meminta tolong!
Kakinya terjepit diantara kursi sama sekali tidak bisa bergerak, melihat minyak yang terus menetes, dia mulai merasa takut!
Aron menghampiri pria paruh baya itu, lalu menyalahkan sebatang rokok!
Melihat ini, pria itu langsung membelalakan matanya, penuh rasa ketakutan, dia tahu maksud Aron menyalahkan rokok!
“Ampun, ampun……”
Pria itu dengan wajah berlumuran darah tidak henti hentinya memohon ampun kepada Aron!
Aron pelan pelan berjongkok dengan dingin memandang pria itu: “Siapa yang mengutus kalian?”
Pria itu tertegun, dalam pandangannya timbul keraguan, dia tidak berani mengkhianati Arka, karena keluarganya masih berada di Kota Taka!
Melihat pria itu masih ragu ragu, Aron sama sekali tidak mengatakan apa apa, tetapi langsung bangkit dan meninggalkan tempat itu!
Melihat bayangan punggung Aron yang berjalan pergi, pria paruh baya itu menggertakkan giginya: “Kami semua adalah orang Keluarga Widono, Tuan Arka yang mengutus kami, saya juga dipaksa dan tidak berdaya, saya mohon Anda bisa mengampuni saya, ampuni saya……..”
Pria paruh baya itu berteriak memohon ampun kepada Aron!
Aron menghentikan langkahnya, wajahnya sama sekali tidak menunjukkan gejolak apa apa, karena semua ini sudah berada dalam perkiraannya, dia sudah tahu sebelumnya pasti Arka yang melakukannya!
Setelah berhenti beberapa detik, sekali lagi Aron berjalan maju, puntung rokoknya dilemparkan ke belakang!
Puntung rokok yang masih menyala bersinggungan dengan minyak bensin di tanah, seketika berkobarlah api yang sangat besar!
Suara teriakan dan rintihan pria paruh baya itu terdengar sangat menyeramkan!
Aron yang mendengar teriakan dan rintihan itu hatinya sama sekali tidak bergejolak, dirinya saat ini telah berubah menjadi manusia berdarah dingin, karena dia tahu, jika memperlakukan lawanmu dengan welas asih, berarti kejam terhadap diri sendiri!
BANG…….
“Jalan!”
Aron yang sudah naik ke mobil langsung memerintah Jekson untuk menjalankan mobilnya.
Jekson menghidupkan mesin, dan mengemudi menuju Kota Namae, sedangkan Nuri menatap Aron dengan wajah melongo!
Saat ini Aron telah menyimpan kembali niat membunuh di tubuhnya, melihat Nuri yang sedang mengawasi dirinya, dia tersenyum dan berkata: “Apakah di wajahku ada tumbuh bunga? Kamu menatap sampai sedemikian rupa!”
“Aron, kamu……kamu barusan apakah sedang kerasukan, bagaimana kamu bisa memukul mobil itu sampai terbang?”
Walaupun Nuri tahu Aron mempunyai sedikit kemampuan, tetapi dapat memukul sebuah mobil berjalan sampai terpental dengan sebuah tinju, ini sudah jauh berada di luar dugaannya.
“Kerasukan pantatmu, suamimu ini memang sangat perkasa, tunggu sampai kita menikah, kamu akan tahu dengan sendirinya!”
Aron berkata sambil tertawa kepada Nuri!
Wajah Nuri berubah menjadi merah, dia mendelikkan matanya kepada Aron: “Tidak tahu malu, siapa yang bilang akan menikah denganmu!”
Setelah melalui beberapa jam perjalanan, mobil akhirnya sampai ke Kota Namae, barusan memasuki Kota Namae sudah tercium bau tumbuhan obat yang kental, di kedua sisi jalan sedang dijemur tumbuhan obat dalam jumlah yang banyak, mungkin karena orang orang di sekitar sana sudah terbiasa mencium bau itu, mereka sama sekali tidak bereaksi, tetapi Nuri tidak tahan langsung menutup hidung sendiri dengan tangan.
“Bau apa ini, sungguh bau sekali…..”
“Ini adalah bau dari tumbuhan obat yang sedang dijemur dan dikeringkan, banyak mencium bau bauan ini dapat menguatkan dan menyehatkan tubuh!” Aron menjelaskan, tanpa disadari dia mengagumi nama besar Kota Namae yang mempunyai reputasi yang layak sebagai Kota Obat, ketenaran nama Kota Obat memang sesuai dengan prestasinya!
Hampir setiap rumah di Kota Namae menanam tumbuhan obat, lagipula disini dekat dengan pegunungan sehingga banyak orang yang naik ke gunung untuk memetik tumbuhan obat sebagai mata pencaharian!
Asalkan ada uang bahan obat yang selangka apapun, ada di kota Namae, toko obat tradisional di kedua sisi jalan di Kota Namae saling berdekatan, hampir setiap toko mempunyai koleksi mereka yang berharga!
“Jekson, sekarang cari dulu bengkel mobil, perbaiki dulu mobil ini, kalau tidak di jalanan terlalu menarik perhatian !”
Bumper belakang mobil telah lepas dan terseret di jalan, Aron merasa ini sangat menarik perhatian orang, sehingga bermaksud memperbaiki dulu sekedarnya baru melanjutkan perjalanan!