
Pada saat itu, orang-orang yang ada disekitar melihat Aron mengeluarkan sepuluh juta untuk membeli besi karatan, mereka berbisik dan mencibir sambil menunjuk-nunjuk, wajah mereka penuh ejekan!
Mereka mengira Aron masih muda untuk datang melihat-lihat disini, dia jelas-jelas sedang diperas!
Aron juga tidak memperdulikan mereka, dia juga tidak memperdulikan si gemuk yang tertawa, sebaliknya, dia mengambil bongkahan besi karatan itu dan mulai mengosoknya dengan kuat!
Srrtt…..
Satu suara retakan terdengar, besi karatan yang ada di tangan Aron mulai retak, semakin lama semakin besar!
“Wah, tenaga bocah itu lumayan juga!”
“Dia membeli itu seharga sepuluh juta untuk melatih kekuatan tangannya?”
“Dari pakaiannya dia tidak terlihat seperti orang kaya, baru dibeli sudah dirusak, bukankah itu arogan sekali?”
Orang-orang disekitar merasa tidak masuk akal!
Si gemuk juga memperhatikan Aron, dia penasaran dengan apa yang ingin Aron lakukan!
Segera, besi karatan itu terbelah, dan dari dalam terlihat cahaya mengkilap yang bersinar!
Sepotong batu giok yang hanya seukuran ibu jari, tetapi sebening kristal, berwarna hijau zamrud, muncul di dalamnya!
Aron mengambil batu giok itu dan membuang cangkang berkarat itu, ternyata energi spiritual tadi berasal dari batu giok ini!
“Giok Hijau, itu giok hijau…..”
“Wah, kaya, pasti kaya!”
“Si bocah itu tahu didalamnya ada sesuatu ya?”
Orang-orang yang menyaksikan terkejut, si gemuk itu melotot dengan kedua matanya yang sudah hampir keluar dari tempatnya.
Aron memegang batu giok itu dan menilainya, lalu memasukkannya kedalam saku, dia akan membuat liontin dengan batu giok itu dan memberikannya kepada Sheli, itu akan bisa mengusir aura dingin, roh jahat dan menyehatkan tubuh!
Dan disaat Aron memasukkan batu giok itu kedalam saku, dan berniat pergi, si gemuk menahannya!
“Dik, ayo diskusikan sebentar, batu tadi jual saja kepadaku ya!”
Si gemuk bertanya sambil tersenyum-senyum.
“Tidak dijual!” Aron menggelengkan kepalanya, dan berniat melangkah pergi dari kios si gemuk!
Mendengar perkataan Aron yang menolak untuk menjualnya dan mau pergi begitu saja, wajah si gemuk menjadi serius, sangat berbeda dengan raut wajahnya tadi : “Dik, sepertinya kamu keliru, batu giok itu milikku, mana boleh kamu bawa begitu saja?”
“Punyamu?” Aron tercengang : “Saya sudah membelinya tadi, kenapa jadi milikmu? Mereka semua juga melihatnya!”
“Yang saya jual padamu adalah bongkahan besi yang ada di atas lantai, bukan batu giok, kamu boleh membawa bongkahan besi berkarat itu, tinggalkan batu giok nya!”
Selesai berkata si gemuk memanggil lima enam orang pria kekar dari dalam rumah, wajah mereka terlihat galak!
“Bocah itu terlalu muda, kalau tahu didalamnya ada sesuatu, buka saja dirumah, dibuka disini sama saja mencari masalah!”
“Benar-benar sial, harta karun yang baru sampai ditangan akan segera hilang, batu giok itu paling tidak bernilai miliaran kan!”
“Saya rasa miliaran pun tidak cukup!”
Orang-orang disekitar merasa kasihan pada Aron tapi tidak ada satupun yang maju dan membantunya!
Arin melihat beberapa pria kekar yang muncul dan menyeringai : “Toko ilegal seperti kalian berani merebut barang orang!”
“Kurangi omong kosong mu, berikan batu giok nya dan kamu boleh pergi, kalau tidak jangan harap kamu bisa pergi!”
si gemuk melepas topengnya dan tidak lagi berpura-pura!
“Saya sudah dengar sejak lama kalau di Pasar Antik ini sangat kotor, sepertinya memang benar ya, saya hari ini juga ingin tahu kalau saya tidak menyerahkan batu giok nya apa yang akan kalian perbuat padaku!”
Aron tersenyum sinis tanpa rasa takut!
Perkataan Aron membuat seluruh pemilik kios yang ada di Pasar Antik tersinggung, orang disekitar mulai mencacinya, dan meminta si gemuk untuk segera turun tangan dan memberi pelajaran kepada Aron!
“Bocah , kamu cari mati!”
Selesai berkata, si gemuk langsung melayangkan tinjunya pada Aron!
Aron mendengus, dia mengulurkan tangannya lebih cepat dibandingkan si gemuk, Aron menampari wajah si gemuk dengan keras, sampai dia terhempas dan berputar-putar beberapa kali!
Setengah wajahnya menjadi bengkak dan memerah, wajahnya yang memang sudah besar, setelah ditampari menjadi lebih bengkak dan mirip dengan kepala babi.
“Hajar dia, bunuh dia…..”
Si gemuk berteriak jengkel!
Beberapa pria kekar itu langsung menerjang kearah Aron, sambil meraung-raung!
Bam bam bam………..
Mereka yang baru bergerak tiba-tiba dalam sekejap mata ditendang kembali oleh Aron, dan jatuh tersungkur di tanah!
Seketika semua orang tercengang, mereka yang tadinya berteriak-teriak sekarang menutup rapat mulut mereka, bahkan ada yang diam-diam kabur, mereka tahu kalau hari ini yang datang adalah orang yang kuat!
Setelah tertegun sesaat, si gemuk berkata dengan wajah muramnya : “Bocah, kamu berani membuat onar di Pasar Antik, kamu tahu siapa yang menjaga tempat ini? Ini adalah wilayah kekuasaan Geng Sanur, Tuan Jekson yang menjaga tempat ini, kamu tinggal tunggu mati saja!”
Si gemuk mengeluarkan nama Geng Sanur bahkan kalau Raja Langit datang pun dia akan gemetar tiga kali mendengarnya.
Jarang ada orang yang berani membuat keributan di Pasar Antik, bahkan inspektur, dan beberapa pejabat penting pun akan mundur dengan patuh setelah mendengar nama Geng Sanur.
“Geng Sanur?” Aron tersenyum sinis : “Kalau saya bilang saya tidak takut pada Geng Sanur, kamu bisa apa?”
“Siapa yang tidak takut pada Geng Sanur
Aron baru menyelesaikan kalimatnya , tiba-tiba dibelakang ada suara yang terdengar, orang yang mendengar suara itu langsung membuka jalan!
Seorang pria dengan luka di wajah kirinya berjalan mendekat, dan dibelakang itu ada belasan orang berwajah galak yang mengikutinya!
Seketika, para pemilik kios dan orang-orang yang ada disekitar langsung bergidik ngeri melihat orang itu!
Sedangkan si gemuk yang melihat nya langsung merangkak kearahnya : “Kak Jak, bocah ini membuat keributan disini, dia juga merebut Batu Giok yang ingin kuberikan kepada Tuan Jekson, itu adalah Giok Hijau, yang paling disukai oleh Tuan Jekson!”
Si gemuk ini benar-benar licik seperti ular!
“Giok Hijau?” mata Jak bersinar : “Bocah, keluarkan Batu Giok itu untuk kulihat!”
“Kamu bawahannya Jekson?”
Aron bertanya pada Jak.
“Bajingan, kamu kira nama Tuan Jekson boleh kamu panggil sesuka hatimu?” si gemuk berusaha bangkit dan menunjuk Aron : “Ini adalah murid terbaiknya Tuan Jekson, Kak Jak, dia yang mengatur keamanan di Pasar Antik!.”
Aron tidak memperdulikan si gemuk, dan menatap Jak lalu menunjukkan cincinnya : “Apa kamu tahu cincin ini?”
Jak melihat sebentar lalu berkata dengan jijik : “Hanya sebuah cincin busuk, untuk apa ku kenali, cepat serahkan batu giok hijau itu, maka saya akan mengampuni ketidak sopanan mu terhadap Tuan Jekson!”
Aron mengeluarkan batu giok, warna hijau dari batu giok itu bercahaya, membuat mata Jak yang melihatnya juga bercahaya!
“Cepat, berikan padaku!”
Jak melambaikan tangannya pada Aron!
Aron memainkan batu giok itu dan berkata dengan santai : “Karena kamu tidak mengenali cincinku, kalau begitu, panggil Jekson kemari, setelah dia kemari kalau dia menginginkan batu giok ini maka akan kuberikan kepadanya!”
“Apa katamu?” Jak murka : “Kamu kira Tuan Jekson bisa kamu temui sesuka hatimu? Kamu pikir siapa kamu? Dasar tidak tahu diri, sepertinya kamu memaksaku untuk turun tangan!”
“Kalau kamu tidak mau memanggilnya, saya yang akan menelponnya!”
Aron mengeluarkan ponselnya!
“Kamu punya nomor telepon Tuan Jekson?” Jak mengernyitkan keningnya!
L
Kalau bukan orang yang punya hubungan dekat dengan Tuan Jekson, tidak akan mempunyai nomor teleponnya, sekarang Aron tiba-tiba berkata dia akan menelpon Tuan Jekson, kalau begitu, dia pasti bukan orang biasa!
“081166….”
Aron membacakan nomor telepon Jekson, dan berkata pada Jak : “Bagaimana, kamu yang mau menelpon atau aku?”