ARON

ARON
Di Minta pulang kampung



“Kakak kedua, kakak pertama memiliki indera penciuman yang paling tajam, kalau benar ada pergerakan seorang Grand Master disini, kakak pertama pasti bisa merasakannya!”


Tetua yang menaburkan bubuk perak itu berkata.


Seketika, semua orang tenggelam ke dalam benak masing-masing, dan segalanya tampak buntu!


“Mungkinkah anak itu bukan seorang ahli bela diri, tapi seorang tukang sihir seperti kita?”


Mata tetua yang menaburkan bubuk perak itu seketika bersinar!


“Tidak mungkin, tidak peduli sehebat apa pun kekuatan seorang penyihir, tidak mungkin memiliki kemampuan bertarung yang begitu dekat, kita semua hanya mengandalkan teknik sihir, kalau hanya mengandalkan kekuatan fisik, siapa yang bisa bertarung dengan Master Kekuatan Batin?”


Tetua pertama segera membantah!


Semua orang kembali terdiam, dan mengernyitkan kening mereka, kejadian ini membuat mereka merasa tidak punya cara untuk mulai turun tangan!


“Sudahlah, ayo kembali dan laporkan kepada Penguasa Lembah, kekuatan Aron ini terlalu kuat, dan kita harus punya perencanaan jangka panjang!”


Setelah merenung sesaat, tetua pertama melambaikan tangannya dan berkata!


Tiga orang lainnya juga mengangguk, dan bayangan mereka menghilang dalam kegelapan dalam sekejap, dan tidak akan ada orang yang bisa membayangkan ada orang yang pernah datang kemari!


Keesokan paginya!


Kevin sudah menunggu Aron sejak pagi, Aron sudah berpesan kepada Nuri, dan bersiap berangkat bersama dengan Kevin!


Kali ini mereka hanya akan menjelajah Gunung Hoju secara singkat, jadi tidak akan lama-lama di sana, dan tidak membawa banyak barang!


Tapi saat Aron hendak pergi, teleponnya tiba-tiba berdering!


Aron melihat itu adalah panggilan dari ibunya, jadi dia bergegas mengangkatnya!


“Ibu……..”


Aron berteriak gembira setelah mengangkat teleponnya.


Dia belum menelepon orang tuanya akhir-akhir ini, dan Aron menyalahkan dirinya sendiri saat memikirkannya!


“Shella akan menikah?” Aron kaget : “Ibu, Shella baru berusia berapa tahun sudah mau menikah?”


“Sudah sembilan belas tahun, dia tidak mau kuliah lagi, sudah tidak kecil!” Sheli menjawab.


Aron terdiam beberapa saat, di perdesaan memang seperti itu, anak-anak yang tidak mau bersekolah lagi akan diatur untuk menikah, apalagi anak perempuan, secara logika, usia Shella saat ini adalah masa mudanya, saatnya untuk berkuliah, tapi malah akan menikah dan melahirkan anak!


“Ibu, saya……”


Aron tidak tahu bagaimana cara memberitahu Sheli kalau dia sedang bersiap ke Gunung Hoju, dan tidak punya waktu!


Sheli yang berada di ujung telepon mungkin mendengar sesuatu, dan menghela nafas pelan lalu berkata : “Tidak apa-apa, kalau kamu tidak punya waktu saya akan memberitahukannya kepada bibi keduamu, kamu sibuk lah, sibuklah……”


Suara Sheli semakin lama semakin kecil, dan pada akhirnya tidak terdengar suara lagi, namun panggilan itu tetap tidak ditutup!


Aron bisa merasakan isi hati Sheli saat ini, sejak dia berurusan Dengan Ronal, ayahnya kehilangan pekerjaan, dan kondisi keuangan keluarga mereka merosot, ini juga menjadi bahan omongan orang-orang di rumah lama!


Sheli memiliki temperamen yang sangat kuat, dan awalnya dia memiliki banyak koneksi di rumah lama, dan terhubung dengan baik, tapi sejak kejadian itu, semua orang mulai menghindarinya dan bahkan para kerabatnya itu juga.


Sheli menelpon Aron kali ini dan memintanya untuk pulang ke rumah lama, pasti ada yang mau dia pamerkan, dan kebetulan memanfaatkan pernikahan Shella untuk memamerkan Aron kepada kerabat dan temannya!


Meskipun Sheli tidak tahu apa yang dilakukan oleh Aron, tapi saat Wahyu sekeluarga dipermalukan di hotel, dan bahkan dipecat dari jabatannya sebagai pegawai negeri, Sheli tahu kalau Aron punya kemampuan!


“Ibu, tidak apa-apa, hari ini saya akan pulang ke rumah lama, tenang saja……”


Aron bergegas berbicara di telepon.


Setelah mendengar ucapan Aron, Sheli menjadi bersemangat : “Baik, nanti setelah kamu sampai di rumah, ibu akan membuatkanmu pangsit asinan, kamu paling suka makan itu sejak kecil! Oh iya, jangan lupa bawa Nuri juga, dia juga harus bertemu dengan kerabat lainnya!”


Aron tersenyum, dia tahu Sheli ingin dia membawa Nuri bersamanya untuk dipamerkan di depan kerabatnya jadi dia mengangguk dan berkata : “Tidak masalah, saya akan memberitahunya setelah ini!”


“Iya, saya akan menunggu kalian!”


Sheli berkata, lalu menutup teleponnya!